
"Silakan duduk tuan putri," ujar Brian mempersilakan Zizi untuk duduk di bangku yang ada di kantin.
Bahkan brian memperlakukan Zizi begitu manisnya. Membuat siapapun yang ada di kantin menjadi terperangah tidak percaya akan hal tersebut.
"Tidak! Bukankah itu raja Brian!"
"Idola kita kenapa jadi luluh dengan cewek? Siapa cewek itu?"
"Bukankah itu anak baru ya? Kenapa jadi dia? Kok bisa raja Brian dekat dengan anak baru itu?"
"Apa yang sudah dia lakukan kepada raja kita, hiks....hiks...hiks..."
"Ini tidak bisa terjadi. Raja kita memiliki ratu barukah? Lalu bagaimana dengan Devina?"
"Lah iya benar. Bukankah ratu Devina adalah satu-satunya ratu di SMA Dirgantara?"
"Apakah ratu sudah tahu apa yang dilakukan oleh raja?"
"Apakah ratu Devina akan tergeser tergantikan oleh anak baru tersebut?"
__ADS_1
"Eh, dengar nggak kalau kemarin ratu Devina itu bertengkar dengan anak baru. Bahkan katanya tadi pagi raja Brian membantu anak baru itu dari amukan sang ratu. Ini benar-benar gosip hangat Minggu ini."
"Wah, bisa begitu ya, kupikir ratu devina takkan tergantikan. Dan kita selamanya akan menjadi kacungnya.Tetapi sepertinya kita bisa mencoba mendekati ratu baru ini. Siapa tahu kita bisa semakin dekat dengan raja Brian?"
"Wah benar juga ya....hahahaha."
Begitulah gosip yang beredar begitu panas dan Ter update dari perlambe-lambean di SMA Dirgantara.
"Mau pesan apa zi?" tanya Brian dengan lembut dan membuat liora semakin tidak nyaman saja duduk menjadi orang ketiga dari Zizi dan juga Brian.
"Bakso pedes dan juice jeruk," ujar Zizi santai sambil melihat layar handphonenya. Dia sama sekali tidak menatap kepada Brian yang justru sedang memperhatikan wajahnya dengan dekat.
"Baiklah, aku pergi dulu, kamu tunggu di sini ya," ujar Brian kemudian berlalu memesan langsung makanan untuk Zizi.
"Zi, aku pindah tempat duduk saja ya," pinta liora dengan wajah memelas. Dia merasa tidak nyaman menjadi obat nyamuk dalam hubungan mereka.
"Sekalian tidak usah berteman denganku kalau kamu nekat pergi," ujar Zizi datar.
Dan hal itu membuat liora mengurungkan niatnya. Sikap Zizi seperti itu membuat liora menjadi takut sendiri. Dia sudah menganggap Zizi sebagai temannya. Tidak mungkin liora akan memutuskan pertemanan dengan teman yang menerima dia apa adanya seperti Zifanya Gantari.
__ADS_1
"Eh, aku pesan makanan dulu ya kalau begitu," pamit Liora dan langsung meninggalkan meja mereka setelah sebuah anggukan Zizi berikan kepada temannya di SMA Dirgantara tersebut.
"Makanan datang," ujar Brian yang ternyata benar-benar membawa dua mangkuk bakso dan dua jus jeruk sendirian. Tidak meminta bantuan dari pelayan di kantin tersebut.
Zizi melihat Brian tampak menyiapkan sendok makan untuk Zizi. Dengan mengelapnya dengan tisu sebelum dipakai makam oleh Zizi. Bagi yang melihat adegan itu pastinya tampak romantis sekali apa yang Brian lakukan untuk Zizi. Meskipun ekspresi yang Zizi berikan hanyalah raut wajahnya yang datar.
"Heh, kok sepertinya Brian menikmati sekali berada di samping anak baru itu, ckckckc," ujar Mike yang melihat tingkah teman baiknya itu dari kejauhan.
Ya, Mike, Steven dan juga Defan ada di meja yang biasanya mereka nongkrong berempat. Akan tetapi karena kini Brian sedang menjalani masa hukuman akan taruhan yang membuat kalah semalam membuat Brian kini duduk semeja dengan Zizi dan juga liora.
"Tampaknya Brian senang juga menjadi pelayan dari ketua Dark Angel itu. Apakah brian diam-diam suka dengan Zizi?" ujar Steven sambil terkekeh melihat apa yang dilakukan Brian begitu perhatiannya dengan Zizi.
Sedangkan Defan hanya tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan oleh kedua temannya. Dia hanya melihat sejauh mana aksi Brian menjalani hukumannya tersebut. Tetapi kalau dilihat-lihat memang benar kalau Brian begitu menikmati perannya.
Braaaaaaaaaakkk!
Suara gebrakan di meja Zizi membuat atensi para anak yang berada di kantin menjadi teralihkan.
"Apa-apaan ini! Heh, cewek murahan apa yang kamu lakukan kepada rajaku!" teriakan Devina membuat semuanya menoleh ke arah gadis yang selama ini mengagungkan dirinya sebagai ratu dari raja Brian.
__ADS_1
Ratu kecantikan dan takkan tergantikan oleh siapapun di SMA Dirgantara tersebut. Dia sudah panas mendengarkan cerita tentang anak-anak yang membicarakan kedekatan antara Brian dengan Zizi. Devina tidak akan diam saja ketika sang raja akan direbut lintah seperti Zizi. Devina akan mempertahankan tahtanya dan tidak akan merelakan Brian begitu saja. Dia sudah berjuang selama ini dan tidak mau perjuangannya sia-sia.
...****************...