Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Lawan Baru


__ADS_3

"Eh, siapa ini!" teriak Marco yang cukup terkejut mendengar suara cowok yang berani memegang handphone Zizi. Karena setahu Marco sepupunya itu tidak pernah sedekat itu dengan cowok. Ini cowok siapa bisa sedekat itu dengan sepupunya yang bar-bar.


"Ini Brian," jawab Brian sambil menjauhkan handphone Zizi dari pemiliknya.


Zizi berusaha mengambil handphone miliknya dari cengkeraman tangan Brian. Akan tetapi tinggi cowok itu membuat Zizi tidak bisa meraihnya. Brian benar-benar membuat Zizi mendengus kesal dan kepengin menggetok cowok playboy satu itu.


"Ngapain lu ambil handphone sepupu gue, hah!" teriak Marco kepada cowok yang dia kurang suka karena pernah menjadi musuhnya dalam pertandingan.


Apalagi sikap teman Brian yang membuatnya mendidih akan tantangan yang diberikannya. Hampir saja terjadi perkelahian diantara mereka.


"Siapa lawan pertandingan Zizi nanti malam?" tanya Brian serius.


"Hah? Oh lawan tandingnya itu Green Mamba," jawab Marco.


"Siapa?" tanya Brian kali ini dengan nada suara yang berbeda. Terkesan dingin dan datar setelah mendengar sekali siapa lawan yang menantang Zizi bertanding kali ini.


"Ekhem, Green Mamba, memangnya kenapa? Apa ....."


Klik!

__ADS_1


Belum selesai Marco menyelesaikan pertanyaannya tetapi panggilan handphone itu sudah dimatikan begitu saja oleh Brian.


Dug!


"Aduh, sakit," keluh Zizi karena jidat dia kepentok punggung Brian yang mendadak berhenti di depannya.


"Sorry," ucap Brian secara reflek.


Deg!


"Sakit?" tanya Brian yang dengan begitu perhatiannya mengelus kepala Zizi dengan lembut karena dia melihat raut wajah si gadis galak itu berubah seperti menahan sakit.


'Kenapa juga musti grogi menghadapi kadal gurun kayak dia. Pastinya dia sudah sering melakukan hal ini kepada banyak cewek. Secara dia sering gonta-ganti cewek udah kayak ganti baju aja' batin Zizi menepis segala rasa aneh yang akan memasuki dirinya.


Lebih baik mengantisipasi sebelum datang serangan rasa yang akan membuatnya menjadi bodoh seketika. Apalagi jika perasaan itu untuk cowok sekelas Brian. Zizi harus berusaha tetap sadar bahwa itu tidak boleh terjadi.


"Mana handphone ku!" ucap Zizi meminta handphone miliknya. Dan Brian pun memberikan handphone itu kepada si pemiliknya.


"Jangan menerima pertandingan malam nanti. Kamu tidak tahu siapa itu Green Mamba," ujar Brian sambil menatap Zizi dengan wajah tak terbacanya.

__ADS_1


Zizi yang melihat ekspresi di wajah Brian seketika menjadi berpikir ulang. Kenapa si Brian yang biasanya tampak tengil ini menjadi seserius ini. Apakah ada masalah dengan kelompok Green Mamba.


"Kenapa memangnya?" Zizi akhirnya bertanya karena dia juga belum begitu tahu kelompok pembalap liar yang ada di wilayah kota J.


"Dia suka bermain curang. Aku tidak ingin kamu menjadi korban mereka," ucap Brian lagi. Dan Zizi bisa melihat kalau Brian sedang berkata dalam mode serius.


"Kamu pernah melawannya?" tanya zizi mencari tahu.


"Ya, dan aku hampir saja mengalami kecelakaan waktu itu. Tetapi untung saja Defan mengetahui perbuatan curang mereka. Sehingga aku bisa mengendalikan diri saat motorku sudah mulai oleng. Aku tidak akan pernah melupakan perbuatan kotor mereka dalam bertanding," ucap Brian kembali.


Brian menatap Zizi yang tampak sedang berpikir.


'Dia semakin lama semakin cantik saja'


"Aku akan..."


"Aku ikut malam ini. Kalau dia mengajak bertanding maka aku yang akan turun dalam pertandingannya," kata Brian sebelum Zizi mengutarakan apa yang dia inginkan tetapi lelaki didepannya itu menatap dengan serius ke arahnya. Hal itu membuat Zizi tidak bisa melarang Brian.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2