
Brian menatap garis finish yang sebentar lagi akan dia raih. Sementara Gio sudah mulai menyalip dirinya. Brian sudah tahu bagaimana trik lama yang biasanya gio gunakan. Dia pun bergegas menyalip saingannya itu agar dia bisa memenangkan pertandingan ini. Brian tidak akan membiarkan Zizi menjadi cewek Gio. Zizi hanyalah miliknya seorang.
Bremmm
Bremmm
Breemmm
Yeeeeesssss!!!!!!!!!
Teriakan dari kelompok Prince Squad membuat Zizi yang tegang melihat pertandingan itu dari awal kini bisa bernapas dengan lega. Karena pada akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Brian. Itu artinya bahwa dirinya tidak akan jatuh ke tangan Gio, pemimpin green mamba.
"Sial!!!!!!!" teriak gio saat dia melihat kekalahannya atas Brian. Lagi-lagi dia harus dikalahkan oleh pimpinan prince Squad.
Brian langsung merayakan kemenangannya dengan para anggota prince Squad. Mereka tertawa dan bersorak-sorai bahagia karena kembali menang melawan musuh lama. Sedangkan green mamba menatap benci kepada kelompok musuh.
Kemudian mereka pergi setelah meninggalkan kendaraan yang menjadi pertaruhan bagi keduanya. Sedangkan Brian setelah merayakan kemenangannya dengan para anggota. Dia beralih mencari keberadaan Zizi. Dan dia mendapati gadis manis itu berada di base camp milik Black.
Brian bergegas menghampiri Zizi dengan senyum lebarnya. Dia menatap Zizi yang juga sedang menatap ke arahnya. Brian merentangkan kedua tangannya dan mengkode Zizi untuk mendekat.
Zizi menoleh ke arah Marco. Sepupunya itu hanya mengangkat kedua bahunya. Semuanya terserah Zizi karena mereka yang menjalani. Asalkan Zizi bahagia maka Marco sebagai saudara juga ikut bahagia.
__ADS_1
Grep!
Sebuah pelukan Zizi dapatkan dari Brian setelah gadis itu mendekat ke arahnya. Betapa bahagia hati Brian bisa mendapatkan gadis yang dia impikan selama ini. Zizi adalah gadis yang dia sukai sejak pandangan pertamanya.
Suara sorakan dari pada anggota kelompok mereka pun terdengar saat melihat para ketua berpelukan di depan umum. Brian yang dulunya adalah buaya. Kini menjadi takluk dengan cewek seperti Zizi. Gadis bar-bar yang jago berkelahi dan juga balapan.
"Kita rayakan kemenangan kita di kafe seperti biasa," ujar para anggota prince Squad.
Brian melepaskan pelukannya dari Zizi ketika mendengar permintaan para anggotanya.
"Boleh juga," sahut Steven.
Keduanya kini sudah akur dan tidak lagi adu debat. Mike memeluk bahu Marco dan mengajaknya bergabung bersama. Marco hanya tersenyum sambil menatap Zizi. Karena zizi adalah ketuanya maka Marco menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada gadis manis itu.
"Bagaimana sayang?" tanya Brian dengan lembut kepada Zizi.
"Boleh, ayo kita berangkat sekarang," jawab Zizi mantap.
Semuanya bersorak bahagia mendengar ucapan zizi barusan.
......................
__ADS_1
Braaaakkkkk!
Pintu yang tidak bersalah menjadi sasaran bagi Gio saat tiba di markasnya. Dia menjadi marah karena tidak bisa mengalahkan ketua Prince Squad. Dan kesempatannya mendapatkan cewek seperti ketua Dark Angel menjadi hilang. Gio menyukai Zizi saat pandangan pertamanya. Dia begitu tertarik dengan gadis itu.
"Aaarrrkkkh!" teriak gio frustasi.
"Bos..."
"Keluar kalian semua! Keluar!" teriak gio yang ingin berada sendirian di markasnya.
"Ayo keluar," ajak tangan kanan gio kepada para anggota green mamba.
Bos nya sedang patah hati dan membutuhkan waktu untuk sendiri. Mereka semua keluar dari ruangan dan memberikan gio ruang untuk merenung.
"Zifanya....." desis Gio sambil mengingat senyuman gadis itu. Dan juga dia merasa sangat kesal saat melihat betapa posesifnya Brian memeluk gadis itu.
"Brian...lihat saja nanti. Aku pasti bisa merebut apapun yang kamu punya. Entah itu di arena balap maupun cewekmu sekalipun," ujar Gio menatap nanar ke depan.
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1