Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Pertarungan Sengit


__ADS_3

Mendengar ucapan Marco justru membuat Zizi semakin was-was akan pertandingan kali ini. Entah mengapa zizi mulai mengkhawatirkan Brian.


"Ckck, kenapa aku ijinkan dia yang bertanding sih. Ini nggak adil namanya. Lagipula yang mendapat tantangan kan aku. Kenapa jadi urusannya dengan Brian."


Grep!


Langkah Zizi yang ingin mendekati Brian terhenti saat pergelangan tangannya dicekal oleh seseorang.


"Defan," ya orang tersebut adalah Defan. Dia menahan kepergian Zizi yang ingin mengurungkan pertandingan antara Brian dan juga pimpinan green mamba.


"Biarkan saja Brian yang bertanding. Kamu tidak tahu siapa lelaki itu. Dia sangat licik dan suka menghalalkan segala cara. Kelakuan dia sudah diketahui banyak pembalap di sini. Makannya hanya Brian yang berani bertanding dengannya. Kamu jangan khawatir. Ini bukan pertandingan pertama kali Brian menghadapi Gio," tutur Defan kali ini ikut angkat bicara.


"Defan benar zi," kali ini tampak Mike dan Steven juga berasa di tempat pertandingan. Zizi tidak menyangka jika kelompok mereka juga berkumpul di arena tanding malam ini.


Apakah memang hal ini sudah diperhitungkan oleh Brian sebelumnya?


"Kalian berkumpul semua di sini?" tanya Zizi menatap ketiga sahabat dekat Brian.


"Tentu saja, sohib kita sedang berjuang di arena pertandingan. Masak kita-kita nggak support dia sih, bener nggak bro," ujar Mike sekaligus bertanya kepada kedua temannya yang lain.

__ADS_1


"Benar tuh," sahut Steven.


"Hmmm," ucap Defan dengan raut wajah datarnya.


"Sudahlah zi, kita dukung saja Brian dari sini. Kasih semangat yang kenceng biar cowok lu itu tambah semangat balapannya," bisik Mike seketika membuat Zizi melotot tajam ke arahnya. Dan Mike hanh segera berlalu meninggalkan singa betina yang sudah mulai mengamuk tersebut.


"Padahal aku bicara apa adanya. Kenapa malah marah kepadaku sih. Kan aku membantu hubungan keduanya gitu biar semakin deket," gerutu Mike dan hanya mendapatkan gelak tawa dari Steven yang tampak bahagia melihat raut wajah sahabatnya yang ditekuk.


"Mereka sudah mulai bersiap-siap," ujar Defan yang sejak tadi memperhatikan persiapan dari Brian.


Kini kedua pembalap dari dua kubu yang bermusuhan sejak lama itu telah siap di tempat bertanding. Black bahkan telah menyiapkan taruhan yang besar-besaran karena dua kubu yang sejak dulu berseteru kini bertemu untuk saling unjuk gigi.


"Baiklah mulai hitungan ke sepuluh dan kalian harus mulai berkendaralah dengan rapi," ujar black memberikan instruksi.


10...


9...


8...

__ADS_1


7...


6...


5...


4...


3...


2...


1...


Goooooooo!!!!!!!!!


Teriakan black san juga para pendukung membuat suasana malam itu semakin ramai. Meskipun malam sudah semakin larut. Tetapi keriuhan gelora semangat para pendukung peserta balam malam ini begitu besar.


Pertarungan kubu yang sedari dulu berseberangan. Kini kembali dipertemukan untuk memperebutkan seorang gadis yang begitu cantik. Dan keduanya tidak mau mengalah untuk mendapatkan kekuasaan dan juga sang gadis pujaan hatinya.

__ADS_1


Suara laju motor yang kencang semakin memacu andrenalin para pembalapnya. Baik Brian maupun Gio sudah sama-sama tahu kemampuan masing-masing. Sehingga pertarungan ini menjadi pertarungan yang ketat dan juga sengit.


...****************...


__ADS_2