Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Udah geser ya?


__ADS_3

"Silakan tuan putri," ujar Brian mempersilakan Zizi untuk duduk.


"Cieeeeee....." ledek Mike dan juga Steven yang melihat tingkah laku Brian kepada Zizi.


Brian mengajak Zizi untuk duduk di tempat biasanya dia nongkrong di kantin bersama ke empat teman-temannya. Brian ingin membuat Zizi merasa nyaman dengan ke tiga teman baiknya tersebut.


"Huusssttt!" ucap Brian sambil melotot tajam ke arah kedua temannya yang super duper usil dengan Zizi. Brian tidak mau Zizi merasa terganggu dengan kelakuan absurd kedua temannya itu.


"Wah, ada apa ini sehingga kalian bisa jalan berdua begini? Kalian jadian ya? Wah bagus dong, kita traktiran dong kalau emang begitu ceritanya," ucap Steven dengan bahagia.


"Iya bener itu," sahut Mike sambil memakan cemilan yang ada di depannya saat ini. Dia juga tidak menyangka jika perkembangan hubungan kedua orang itu mendadak bisa sedekat ini.


"Aku mau cari liora," ujar Zizi mendadak berdiri dan hendak meninggalkan ketiga cowok yang menjadi terkejut akan respon yang dia berikan.

__ADS_1


"Eh, jangan!" teriak Brian sambil memegang tangan Zizi dengan erat. Dia tidak mau Zizi pergi begitu saja. Dia sudah susah payah mengajak Zizi ke kantin ini kenapa malah si gadis incarannya ingin pergi begitu saja darinya.


"Jangan, jangan! Baiklah, kita pindah tempat duduk saja," ujar Brian kemudian dia menarik lengan Zizi mengajaknya pergi tidak sebangku dengan kedua temannya yang super berisik sekaligus kepo itu.


"Eh, eh, kalian mau kemana? Yah, kalau kalian pergi jadinya nggak bisa traktiran neh kita," gerutu Steven saat Brian membawa Zizi pergi dari bangku yang biasa dia trongkrongi saat di kantin.


"Iya neh, brian! Gimana traktirannya?" tanah Mike masih belum terima akan kepergian teman baiknya begitu saja.


"Kalian berisik!" ucap Brian sambil terus memegang tangan zizi dengan erat. Seolah dia tidak ingin gadis galak itu lepas dari pandangannya.


"Aku nggak nyaman terus diikuti oleh kamu. Mulai besok jangan lakukan hal ini lagi," ucap Zizi tegas dengan raut wajah datarnya.


"Eh, tidak bisa begitu zi, bukankah kamu dengar sendiri apa yang Om, Tante dan kak Rion katakan kemarin? Kamu nggak mau mereka kecewa bukan? Jadinya please jangan menolak kedekatan kita," ucap Brian dengan nada memohon.

__ADS_1


"Tapi nggak begini juga. . . " ucap Zizi mendengus kesal.


"Kan status kita juga tunangan..."


"Masih calon dan aku belum tentu menerima kamu sebagai tunanganku. Lagipula kita juga masih muda. Apalagi rekor kamu yang suka gonta-ganti cewek. Pastinya nggak akan bertahan dengan satu cewek saja. Benar bukan?" baru kali ini Zizi berbicara panjang lebar dengan brian.


Dan hal tersebut tentu saja membuat brian senang mendengarnya. Dia berhasil membuat Zizi mengungkapkan apa yang dia rasakan selama ini. Bagus bukan? Menurut Brian ini adalah sebuah kemajuan dan akan bagus kedepannya untuk hubungan antara dia dan Zizi.


"Orang aneh!" gumam Zizi kesal karena melihat Brian yang tersenyum-senyum sendiri tidak jelas. Padahal raut muka zizi sangat jelas bahwa dia sedang kesal dan marah dengan cowok yang terkenal sebagai playboy cap kadal gurun ini.


"Aku suka karena kamu banyak bicara padamu. Berarti kamu sudah semakin nyaman dan akrab denganku, bukan?" ucapan Brian sukses membuat Zizi melongo dibuatnya.


Ini cowok benar-benar otaknya udah geser ya!

__ADS_1


...****************...


__ADS_2