Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Tikungan Tajam


__ADS_3

"Aduh, sakit juga pukulannya," gumam lirih Brian setelah kepergian Zizi dengan amarah yang masih membara tentunya.


"Kalau ngamuk udah kayak banteng aja mau numbur," gerutu brian kembali sambil mengusap pipinya yang terasa panas dan juga sakit.


Pasti sekarang bekas tamparan Zizi masih membekas di pipinya. Secara Zizi menamparnya dengan begitu keras. Tetapi salah dia juga sih karena dia sudah kurang ajar banget. Dengan mencium anak gadis sembarangan. Namun bukan tanpa sebab Brian melakukan hal tersebut. Ada maksud dari dia terpaksa melakukan hal itu kepada Zizi.


"Sepertinya dia sudah pergi. Aku harus segera kembali ke markas dan menyusun rencana selanjutnya," ujar Brian lalu segera meninggalkan markas dari Dark Angel.


Sementara itu di sebuah ruangan lain tampak muka Zizi masih nampak sangat kesal. Dia masih ingat dan merasakan bagaimana bibir dingin dan tipis itu sengaja ingin masuk ke dalam mulutnya.


"Astaga!!!!! bodoh... bodoh .... bodoh!!! kenapa masih saja diingat sih! Lupain zi! Lupain aja ! Dia itu kadal buntung! Kenapa juga kamu tidak sigap saat tadi dicium sama dia. Haiiiisssss!"


"Siapa yang dicium?" sebuah pertanyaan seketika membuat Zizi terkesiap kaget. Dia tida menyangka jika ditempat itu ada orang lain selain dirinya.


"Eh, Marco....hehehehe," zizi tersenyum nyengir melihat sosok saudara sepupunya yang sudah siap menunggu penjelasan darinya. Pasti Marco akan mengklarifikasi apa yang barusan terlontar dari mulutnya.

__ADS_1


Zizi harus menjawab apa? Masak iya dia akan jujur kalau bibirnya udah nggak suci lagi gegara kelakuan brian? Astaga, malu banget kalau mau mengakui hal tersebut, batin Zizi kesal. Apalagi ini di depan Marco pula.


"Ayo zi, kamu kenapa emangnya? Siapa yang cium kamu? Heh, tunggu dulu? Apakah tadi itu Brian yang....."


"Eh, sudah waktunya kita berangkat ke arena pertandingan. Sebelum nanti kita telat kesana, ayo!" ajak zizi sambil menarik lengan cowok bertubuh sedikit tambun tersebut.


"Eh, tapi zi...."


"Udahlah, nanti kita bahasanya, udah keburu telat neh," ujar Zizi kembali membuat Marco tidak bisa lagi membantah.


"Hadeh, Marco denger aja tuh telinganya," ujar Zizi merasa ketar ketir karena Marco bisa mendengar gerutuan yang dia tujukan kepada Brian tersebut.


✨✨✨


"Mana ini cewek yang katanya jago balapan itu, hah?" tanah ketua Green Mamba kepada black yang menjadi tuan rumah dari ajang balap motor tersebut.

__ADS_1


"Sabar, dia akan datang sebentar lagi," ujar black dengan senyumannya yang lebar dan mengajak bos dari green mamba itu minum minuman yang telah dia sediakan.


Black tidak pernah menjamu tamunya dengan ala kadarnya saja. Karena kedatangan mereka ke arena balapnya tentu saja membawa cuan yang tidak sedikit sebagai pertaruhan pertandingan.


"Apakah benar dia yang telah mengalahkan Brian?" tanya ketua green mamba itu masih penasaran.


"Aku punya videonya kalau kamu nggak percaya," ujar Black kemudian dia memberikan video yang dia punya kepada Gio, ketua dari green mamba tersebut.


"Wow, sungguh menarik, tikungan yang tajam sekali," ujar Gio tampak kagum dengan aksi Zizi saat mengalahkan Brian dari Prince Squad.


Brian adalah lawan yang tak mudah dia kalahkan walaupun dengan cara busuk sekalipun. Dan cewek ini dengan begitu beraninya menantang Brian dan menang melawannya. Ini sungguh lawan yang cocok untuk dicoba bukan.


"Aku penasaran secantik apa dia aslinya. Karena caranya bertanding juga cantik di tikungan," ujar Gio tersenyum sambil menghisap rokoknya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2