Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Dia Milikku


__ADS_3

Brmmmm....


Bermmmm


Bermmmm


Suara deru sepeda motor memasuki arena balap yang sudah disediakan oleh black. Dengan senyum manisnya black menyambut kedatangan Dark Angel.


Prok


Prok


Prok


"Wow, selamat datang di arena milik black, princess," ujar black menyambut dan mendekati Zizi yang sudah bersiap dengan peralatan tempurnya.


Sepeda motor kesayangannya dan juga pakaian balapnya anti api yang sudah tersedia lengkap dia gunakan. Sehingga membuat Gio kesulitan melihat wajah asli dari sang lawan. Padahal gio pengen sekali membuktikan apa yang dikatakan banyak orang kepadanya.


"Ya, jadi siapa lawan mainnya kali ini," ujar Zizi yang berbicara sambil masih menggunakan helmnya.

__ADS_1


"Aku," gio yang mendengar ucapan Zizi seketika maju di samping black dengan senyuman khasnya.


Dia menatap ke arah Zizi dengan mengawasi detail dari ujung kaki ke ujung helm yang Zizi kenakan. Gio mengulurkan tangannya ke arah zizi bermaksud untuk berkenalan dengan cewek yang menjadi ketua dalam geng motor yang bernama Dark Angel tersebut.


"Kenalkan aku gio, ketua dari green mamba," gio pun memperkenalkan dirinya dan disambut oleh Zizi dengan membalas uluran tangan cowok tersebut.


"Hmm," balas Zizi singkat tanpa mengucapkan kalimat apapun lagi. Hal ini membuat Gio berdecih dengan respon yang Zizi berikan kepadanya.


Gadis yang cukup menarik. Pantaslah kalau dia menjadi cewek dari ketua green mamba. Cewek yang dingin seperti ini sungguh menarik untuk bisa ditaklukkan.


"Baiklah, kalau begitu kita langsung saja dalam pertandingannya, bagaimana?" tanya Black kepada kedua orang yang menjadi ketua dari geng motor tersebut.


"Kita belum membahas taruhan kali ini," ujar Gio sambil menatap Zizi dengan sorot memuja. Tampak sekali jika ketua green mamba ini sudah tertarik sejak pandangan pertama.


"Tapi aku ingin yang lain juga, bagaimana?" tanah gio dengan sorot mata berharap bahwa Zizi akan menerima tawarannya kali ini.


"Apa memang taruhannya?" tanya Zizi kepada Gio. Dia tahu kalau gio sedari tadi sedang mengincar dirinya. Makannya dia ingin meminta pertaruhan yang lain dalam pertandingan kali ini.


Binggo! Kamu sudah masuk perangkap ku, cantik, ujar Gio dalam hati bersorak senang.

__ADS_1


"Jika aku menang, maka kamu harus mau menjadi kekasihku," ujar Gio dengan senyum smirk yang menghiasi bibirnya.


"Apa!" teriakan itu bukan datang dari Zizi melainkan dari Marco.


Dia sedari tadi mendengarkan apa yang ketuanya perbincangkan dengan ketua geng green mamba tersebut. Tetapi menurut Marco, ketua green mamba ini cukup pemberani dengan menantang Zizi seperti itu.


"Zi, ini tidak masuk dalam pertaruhan kita, bagaimana?" ujar Marco berbisik ke telinga Zizi.


Entah mengapa Marco merasa bahwa green mamba ini cukup seram dibandingkan dengan Prince Squad. Marco merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Brian sepertinya ada benarnya juga. Marco memang tidak terlalu mengenali geng green mamba karena geng itu sangat tertutup dan susah untuk mengorek informasi darinya.


"Ba...."


"Tidak! Aku tidak menerimanya."


Suara seseorang membuat jawaban zizi berhenti seketika.


Dia!


Zizi tidak percaya jika Brian beneran datang mengikutinya ke arena balap. Melihat kedatangan Brian membuat zizi menahan jawabannya. Apalagi Brian justru berdiri di depannya saat ini. Lelaki itu berhadapan langsung dengan Gio.

__ADS_1


"Dia milikku! Aku tidak mengijinkan dia bertanding denganmu," ujar Brian dengan sorot mata yang tajam menatap Gio.


...****************...


__ADS_2