Cowok Buaya Vs Gadis Galak

Cowok Buaya Vs Gadis Galak
Pramono


__ADS_3

Ciiitt


Sebuah mobil sport milik Dengan berhenti tepat di depan pagar utama rumah keluarga Pramono.


"Kamu yakin nggak mau masuk dulu?" tanya Brian kepada Defan yang malam ini mengantarnya pulang ke rumah.


"Tidak, aku capek mau istirahat langsung," jawab Defan sambil tersenyum.


"Baiklah, terimakasih tumpangannya," sahut Brian kemudian membuka pintu mobil Defan dan segera turun dari sana.


Brak!


Defan langsung tancap gas setelah Brian berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Selamat malam mas Brian," sapa satpam penjaga yang ada di depan rumahnya.


"Kok pulangnya nebeng mas?" tanya pak satpam tersebut.


"Iya pak, kalah tanding soalnya," jawab Brian dengan entengnya.


Oalah, anak orang kaya ya enteng bener jawabnya. Kehilangan motor harga puluhan juta sudah kayak kehilangan duit dua ribuan aja. Nggak terasa, batin satpam tersebut dengan tersenyum getir. Andai dia yang seperti itu pastinya sudah nangis kejer membayangkan kehilangan harta sebanyak puluhan juta.

__ADS_1


"Kok ramai bener, ada tamu di dalam?" tanya Brian kembali kepada satpam bernama Paijo tersebut.


"Eh, iya mas Brian, ada mbak Tari yang baru saja datang tadi sore bersama tuan dan nyonya," jawab Paijo dengan sopan.


"Oh mbak tari. Ya sudah aku ke dalam dulu ya," ujar Brian berpamitan.


Memang Brian ini orangnya tidak sombong meskipun dengan semua pekerja di rumahnya. Dia selalu bersikap ramah. Itulah yang membuat Brian di sukai di rumah tersebut. Anak majikan yang tidak sombong dan ramah kepada siapa saja.


Terdengar gelak tawa saat Brian mulai memasuki ruang tamu di rumah mewah milik Sapto Pramono, ayah dari Brian.


"Selamat malam semuanya," ujar Brian menyapa semuanya yang ada di ruang keluarga.


"Eh, Brian, kamu sudah datang nak. Sini ini ada mbak tari baru datang dari Australia tadi sore," ajak Adelia melihat sang putra semata wayangnya baru saja datang.


"Aduh, keponakan mbak sudah besar ya," ujar Tari saat dengan sopan Brian mencium punggung tangan sang Tante.


Hastari Pramono adalah adik kandung dari sang ayah, Sapto Pramono. Hanya saja karena jarak usia yang terbilang cukup jauh dengan sang ayah membuat Hastari tidak cocok dipanggil Tante. Sedangkan jarak usianya dengan sang keponakan, Brian, saja hanya sekitar tujuh tahunan. Karena itulah Brian suka memanggil tari dengan sebutan mbak bukan Tante. Padahal kalau dilihat dari status keluarganya ya seharusnya Brian memanggil tari dengan sebutan tante.


"Kapan sampai mbak? makin cantik saja neh sejak tinggal di Australia. Apakah dapat cowok bule di sana ya?" celetuk Brian membuat sang ayah memberikan deheman berupa peringatan kepada sang putra.


"Kenapa sih yah, kalau pun mbak tari mempunyai cowok kan sah-sah saja. Mbak tari sudah Gedhe masak pacaran masih nggak boleh," ujar Brian yang terang-terangan menyindir sang ayah yang memang melarang Hastari untuk berpacaran.

__ADS_1


"Kuliah saja belum bener mau mikirin pacaran segala," gerutu Sapto Pramono menanggapi ucapan putranya yang sebenernya memiliki perangai yang sama dengannya.


"Tapi sekarang mbak tari sudah lulus kuliah jadi boleh tuh mbak buat cari cowok," celetuk Brian dan langsung mendapatkan pelototan tajam dari sang ayah.


"Kerja dulu yang bener, mikirin cowok mulu," omel Sapto Pramono membuat kedua orang yang ada di ruangan tersebut menjadi tersenyum melihat perdebatan antara ayah dan anak padahal sikap dan sifatnya tidak jauh berbeda.


"Kamu juga Brian, jangan pacaran Mulu kerjaan. Ganti cewek terus kayak ganti baju, jangan jadikan itu sebuah kebiasaan," ujar Sapto menegur sang putra.


Meskipun Sapto terkenal cuek dengan sang putra tetapi bukan berarti dia tidak mengetahui sepak terjang sang putra di luaran sana. Dia tahu apa yang Brian lakukan selama ini. dan dia tidak menyangka kalau brian mewarisi sifat playboy nya tersebut.


"Iya, bener apa yang ayahmu katakan. Jangan sampai kamu menyesal nanti kalau ditinggalkan sama cewek yang bener-bener kamu sayangi," sindir sang bunda, Adelia membuat wajah sang suami seketika pucat pasi.


Hastari berusaha menahan tawanya saat mendengarkan apa yang kakak iparnya barusan katakan. Memang benar dulu itu kakaknya sempat sampai mengancam akan bunuh diri kalau sampai Adelia nekat pergi dari negara ini. Gegara dulu nggak peka akan cintanya sendiri kepada Adelia. Akan tetapi ketika menyadari akan kehilangan Adelia membuat Sapto seketika tobat menjadi seorang playboy.


"Kamu denger itu Brian. Jadikan kisah kedua orang tuamu sebagai pembelajaran. Nantinya kamu pasti akan bertemu dengan pawangnya juga," kata Hastari yang kini sudah menjadi seorang dokter.


"Hmmm... aku nggak pernah memikirkan itu semua," ujar Brian cuek.


"Belum aja sih. Mungkin juga udah ketemu tetapi kamunya aja yang belum menyadarinya," lanjut Tari.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2