Dango Blonde Naruto

Dango Blonde Naruto
chapter Extra


__ADS_3

Ini hanya chapter tambahan dari chapter sebelumnya. Berhubung sekarang adalah Sabtu malam a.k.a malam Minggu, chap ini spesial sasunaru eh salah sasufemnaru. Happy reading.


๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™๐ŸŒ™


Bulan sabit telah menghiasi langit malam yang begitu gelap. Begitu pula dengan seorang pemuda tampan bersurai gelap yang sedang berbaring di atas kasur tempat tidurnya. Kini hatinya yang selama 22 tahun kosong dan hampa telah terisi oleh sesosok gadis yang selalu dapat mencerahkan hati dan kehidupannya.


Di usianya yang telah menginjak 22 tahun, ia mendapat hadiah paling istimewa dalam hidupnya. Ia mendapat calon pasangan hidup. Mungkin bisa dibilang masih terlalu awal tapi ia yakin bahkan sangat yakin jika gadis pirang itu adalah jodohnya. Firasat seorang Uchiha selalu tepat.


Uchiha Sasuke, seorang pemuda berparas tampan bak pangeran di negeri dongeng akhirnya melepas status jomblonya menjadi "taken". Siang tadi ia telah menyatakan cinta pada si gadis pirang a.k.a Namikaze Naruto, anak didiknya sendiri. Beruntung ia tidak ditolak gadis itu. Ia sempat takut kena karma karena ia selalu menolak cinta dari para gadis yang tak terhitung jumlahnya.


Sasuke membuka hadiah dari sang kekasih. Ia yakin jika hadiah itu tidak semahal pemberian dari orang tuanya tapi sangat berharga baginya karena orang yang memberikan hadiah itu adalah kekasihnya.


Ia membuka bungkus kado dengan hati - hati. Bungkus kadonya saja bermotif karakter anime. Memang Naruto sekali.


Sasuke tersenyum melihat isi hadiah dari kekasih barunya itu. "Arigatou, ore no dobe dango Naruto. " gumam Sasuke sebari memeluk hadiah dari Naruto. Gadis pirang itu memberikannya sebuah foto yang telah berbingkai. Foto Sasuke, Naruto dan keenam temannya saat di kolam renang sebelum mereka juga pulang dan selembar kertas berisi sketsa gambar dirinya yang asli buatan Naruto.


Hadiah dari kekasihnya memang tidak mahal, tapi Sasuke sangat senang. Ia tak henti - henti tersenyum. Mungkin jika Itachi melihatnya, ia bisa meninggal mendadak karena serangan jantung akibat melihat adik kesayangannya bertingkah aneh yang sangat tidak berkepriuchihaan.


๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก


Naruto, si gadis pirang keemasan yang saat ini rambutnya ia urai yang panjangnya melewati lutut dengan diselipkan jepit rambut di kedua sisi kepalanya. Ia memandangi layar ponselnya dengan wajah memerah serya senyum yang tak luput dari wajah manisnya.


Teman - temannya sangat kreatif karena telah merekam video ia duduk bersama sang guru yang telah jadi kekasihnya. Ia tersenyum sendiri. Malu sendiri tiap kali membayangkan kejadian siang tadi. Guru ayamnya menyatakan perasaan cinta padanya dengan cara bernyanyi. Lagu yang dinyanyikan juga sangat berkesan dan tepat sasaran. Sangat romantis. Naruto tak menyangka jika guru tampannya yang bertampang datar bisa romantis seperti itu. Beruntung sekali nasib gadis pirang itu.


"Arigatou, Sasuke - kun. Aku sangat menyukaimu, menyayangimu dan mencintaimu." gumam Naruto sebari memeluk foto kekasihnya yang telah berbingkai dengan ukuran 10R. Besar juga tuh foto.


Naruto tersenyum sendiri. Serasa mimpi baginya. Ia mencubit tangannya. Rasanya sakit. Berarti saat ini ia tidak sedang bermimpi.


Ia duduk di atas kasur tempat tidurnya. Ia membayangkan apa yang sedang kekasihnya itu lakukan saat ini. Muka Naruto memerah saat mengatakan kekasih meski hanya di dalam hatinya.


Tak lama dari ia membayangkan sang kekasih, ponselnya bergetar. Ia segera mengambil ponsel dan melihat pesan masuk.


Mukanya merona. Naruto tersenyum bahagia. Padahal ia sedang memikirkannya, kini orang itu sudah mengirimkan pesan.


Sasu teme


Halo cantik


Lagi apa?


Mikirin aku ya๐Ÿ˜‰


Naruto tersenyum ketika membaca pesan tersebut. Ia juga mengirimkan pesan balasan pada sang pengirim a.k.a kekasih barunya, gurunya sendiri, Uchiha Sasuke.


Dobe Dango


Halo juga tampan


Aku gak lagi mikirin kamu


Kamu geer๐Ÿ˜


Sasuke segera mengambil ponselnya yang sempat ia letakkan di atas meja. Ia tersenyum dan gemas akan balasan dari pesannya. "Dasar dobe. Untung jauh. Kalau dekat, udah ku serang dan kugrepe kau sampai kau mendesah." gumam Sasuke tersenyum sendiri dengan pikiran kotor dan mesumnya.


Sasu teme


Ah masa?


Aku tahu kok


Kamu pasti lagi mikirin kekasihmu yang super tamvan ini๐Ÿ˜Ž


"Pede banget pacarku. Dasar ayam narsis!" seru Naruto merasa gemas dengan pesan yang Sasuke kirimkan.


Dobe Dango


Pede banget๐Ÿ˜


Sasu teme


Emang tamvan


Buktinya kau mau jadi kekasihku๐Ÿ˜


Dobe Dango


Terpaksa๐Ÿ˜”


Sasu teme


Terpaksa?๐Ÿ˜ 


Dobe Dango


Terpaksa,


karena aku terlanjur suka sama Sasuke - kun๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


Muka Sasuke merona. Ia sempat merasa kecewa tapi ia segera tersenyum kembali. Gadisnya pintar merayunya. Jadi tambah kangen dan cinta.


Sasu teme


Aku juga suka๐Ÿ˜˜


Suka sama Naru dobeku


Dobe Dango


๐Ÿ’˜๐Ÿ’˜๐Ÿ’˜


Sasu teme

__ADS_1


Aku kangen, dobe๐Ÿ˜ข


Dobe Dango


Tadi siang udah ketemu juga


Sore kan Mr anterin aku pulang๐Ÿ˜Š


Sasu teme


Eit. Bukan Mr.


Sekarang aku kan pacarmu๐Ÿ˜‰


Kau tidak lupa kan kalau kita sudah jadi sepasang kekasih๐Ÿ’


Dobe Dango


Gak mungkin lupa


Seorang Uchiha Sasuke telah menyatakan cinta pada Namikaze Naruto


Disiarkan live via instagram @naminaru_dango


Sasu teme


Kau punya instagram, dobe?


Dobe Dango


Nggak


Sasu teme


Hn


Kupikir kau benar - benar menyiarkannya di instagram


Dobe Dango


Ya enggaklah


Bisa - bisa aku dibully sama fansgirl mu yang bar - bar dan kegatelan๐Ÿ˜


Sasu teme


Cemburu nih ceritanya??


Dobe Dango


Kagak


Sasu teme


Masa?๐Ÿ˜‰


Dobe Dango


Hehehe


Cuma dikit๐Ÿ˜ณ


Sasu teme


Gitu dong


Jadi tambah manis kan yayang naru๐Ÿ˜˜punya sasu


Dobe Dango


Gombal๐Ÿ˜‘


Sasu teme


Gimbal?


Dobe Dango


๐Ÿ˜’๐Ÿ˜‘


Garing


Sasu teme


Vc kuy?


Dobe Dango


Video call?


Sasu teme


Hn


Dobe Dango


Eh??


Beneran??


Tak lama kemudian, ponsel Naruto berbunyi. "Benar ngelakuin video call nih ayam. Padahal tadi udah ketemu." gumam Naruto yang tak habis pikir dengan pikiran kekasih barunya itu. Sikap Sasuke berubah 180 derajat setelah menjadi kekasihnya. Sasuke juga jadi lebih lembut dan membuat Naruto tambah klepek - klepek. Ia yakin jika fansgirl nya tahu maka mereka akan pingsan seketika.

__ADS_1


"Halo.." sapa Naruto dengan nada biasa, sudah memasang headset. Ia bisa melihat wajah kekasihnya yang tampan sedang tiduran di atas kasur.


"Wajahmu mana dobe? Kenapa kau malah memperlihatkan poster gambar aneh padaku?" gumam Sasuke. Ketika melihat layar ponsel, malah poster idola kekasihnya yang ia lihat. Poster karakter laki - laki. Untung sayang, kalau tidak, ia ingin mencabut semua poster yang tertempel di dinding kamar gadisnya itu. Tapi jika dicabut, sepertinya Naruto akan marah besar. Ia segera membuang jauh - jauh pikirannya itu.


"Maaf. Aku lupa pake kamera depan." ujar Naruto. Ia segera mengubah mode kamera di ponselnya.


****. Seketika hidung Sasuke berdarah. Ia tidak kuat menahan godaan ketika melihat gadisnya yang hanya memakai dress tidur tanpa lengan yang panjangnya selutut.


"Sa..Sasuke - kun. Kau kenapa? Kau sakit? Hidungmu berdarah." ucap Naruto khawatir pada keadaan sang pacar.


"A..aku tidak apa - apa. Ba..bajumu..dobe.." gumam Sasuke terbata - bata. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain asal tidak ke arah kekasihnya itu. Hidungnya telah disumpal tisu.


Naruto melihat ke bagian dadanya dan dia langsung malu, grogi dan juga marah pada sang pacar. "Sasuke - kun no hentai!" seru Naruto dengan wajah imutnya dan mukanya sangat merona merah karena saking malunya. Ia segera mengambil kaos tipis dan memakainya. Mukanya masih merona. Ia begitu ceroboh memperlihatkan bagian aset berharganya pada sang guru.


"Ma..maaf. Aku tidak sengaja lihat, dobe." gumam Sasuke. Ia tidak mau Narutonya merajuk.


"Hn." balas Naruto meniru kata andalan kekasihnya.


"Itu punyaku, sayang." kata Sasuke selembut mungkin hingga membuat Naruto ingin muntah.


"Apanya punyamu, teme?" Naruto berpikir sejenak. "I..ini belum jadi punyamu. Nikah juga belum. Gak boleh, teme!" seru Naruto sebari menutupi kedua dadanya yang memang telah tertutup. Wajahnya sudah mendidih dan mengeluarkan asap dari kepalanya.


"Dasar, dobe. Sudahlah." ucap Sasuke memutar mata bosan.


Naruto mulai merasa kekasihnya telah bosan padanya. "Sa..Sasuke - kun udah mulai bosan sama naru ya?" tanya Naruto dengan tatapan puppy eyes no jutsunya.


"A..apa maksudmu bosan, dobe?" Sasuke balik bertanya. Ia tidak kuat menahan kadar kemanisan kekasihnya.


"Sasuke - kun kayak yang udah bosan video calling sama naru." jawab Naruto merajuk.


"Ya bosan." jawab Sasuke datar dan dingin. Naruto tambah merajuk. "Aku inginnya ketemu langsung denganmu. Malam mingguan dengan pacar sendiri." jelas Sasuke. Ada semburat merah di wajahnya.


"A..aku juga mau. Tapi.." balas Naruto.


"Secepatnya aku akan minta restu pada orang tuamu, dobe. Supaya kita bisa mamingan seperti pasangan kekasih lainnya." tambah Sasuke sungguh - sungguh.


"Be..benarkah?" tanya Naruto.


"Hn. Tentu saja." jawab Sasuke.


"Ano...Sasuke - kun. Apa ibu dan ayah Sasuke - kun akan menerimaku?" tanya Naruto. Meski terlalu dini tapi ia tidak mau kedua orang tua kekasihnya tidak menyetujui hubungannya dengan putra mereka.


"Mereka pasti menerima. Kau gadis pertama yang jadi pacarku dan juga yang terakhir." jawab Sasuke.


Naruto merona. Terkadang ia ragu dengan sosok yang sedang melakukan video call dengannya. Sasuke begitu berbeda. Ia sangat baik, lembut dan juga perhatian. Meski agak mesum. Lelaki normal pasti begitu.


"Kau tenang saja, sayang. Kau gadis yang sempurna untukku. Yang mau menerima segala kekuranganku." ujar Sasuke.


Naruto diam karena tersipu akan perkataan sang pacar. "Aku akan mengikat hubungan kita secepatnya supaya tidak ada yang bisa merebutmu dariku." tambah Sasuke.


"A..apa maksud Sasuke - kun? Tu..tunangan?" tanya Naruto. Sasuke mengangguk. "I..itu kan terlalu cepat. Aku juga masih sekolah. Masih ingin kuliah, bekerja, meraih cita - cita.."


"Terus kapan kita nikah?" potong Sasuke.


"Ni..nikah?" beo Naruto. Baru beberapa jam saja ia jadi kekasih guru ayamnya itu tapi sikap gurunya jadi semakin aneh.


"Aku belum siap. Masih sekolah." jawab Naruto. Ia masih ingin menikmati masa mudanya.


"Makanya aku mengikatmu supaya kamu tidak bisa diambil lelaki lain." sambung Sasuke.


"Aku yang takut. Aku tidak mau Sasuke - kun diambil perempuan lain. Fansgirlmu kan banyak. Aku kalah cantik dari mereka." gumam Naruto rendah diri.


"Saya....ng. Lihat aku.." pinta Sasuke. "Aku menjadikanmu sebagai kekasihku karena aku bersungguh - sungguh menyukai dan mencintaimu. Aku tidak peduli pada wanita lain. Bagiku kau adalah gadis tercantik dalam hidupku. Aku sangat mencintaimu, Namikaze Naruto." tambah Sasuke yang ooc.


Wajah Naruto sudah merona. Ia bisa melihat perasaan cinta dari kekasihnya meski lewat video call.


"A...aku juga mencintai Uchiha Sasuke - kun." balas Naruto, tersenyum.


Keduanya diam sejenak.


"Dobe/ Sasu.." kata mereka bersamaan. Seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara(emang iya kan)


"Kau saja duluan, dobe. Jangan malu - malu kucing gitu. Kau jadi aneh." gumam Sasuke. Ia sebenarnya suka pada sikap Naruto tapi karena gadis pirang itu tidak ada bersamanya, ia jadi kesepian dan bingung harus mengatakan apa.


"Aneh? Kau yang aneh, teme!" seru Naruto tidak mau disebut aneh oleh kekasihnya sendiri. "Kadang dingin, kadang baik, kadang romantis, kadang nyebelin, kadang - kadang aku berpikir kalau Sasuke - kun yang siang tadi nembak bukan dirimu yang asli." cerita Naruto dengan berpose ala detektif.


Timbul tanda persimpangan 4 di dahi si pemuda tampan tersebut๐Ÿ’ข.


"Na ru to. Aku jadi ingin ke rumahmu." gumam Sasuke dengan seringai jahil khas miliknya.


"Mau apa ke rumahku? Tadi udah seharian ketemu." balas Naruto dengan polosnya. Ia tidak mengerti maksud sang kekasih.


"Maksudku berkunjung ke rumah pacar. Sekarang kan malam Minggu. Kau lupa, hah?!" tambah Sasuke. Ia betul - betul tak habis pikir dengan pikiran kekasihnya yang kelewat polos. Sasuke juga ingin ngapelin Naruto. Pacarnya tidak peka dengan yang ia inginkan.


"Na..nanti juga Sasuke - kun bisa ngapelin naru tapi setelah minta izin sama tousan ya๐Ÿ˜‰." ujar Naruto sebari mengedipkan sebelah matanya pada sang pacar.


"Hn. Tunggu ya dobe. Sampai saat itu tiba, kau....". Panggilan video terputus.


"Sepertinya kuotaku habis. Besok isi lagi ah. Padahal lagi video call sama si ayam. Paling dia kesal karena panggilannya terputus.


"Kenapa terputus? Sial! Aku lupa belum isi paket data. Si dobe kan lagi manis - manisnya. Aku juga ingin ngapelin pacarku seperti pemuda lain. Jadi ini yang namanya rindu ya. Benar - benar bikin tersiksa. Tersiksa karena tidak bisa bertemu dengan si dobe dangoku." gumam si pemuda yang baru merasakan rindu dan jatuh cinta.


Sementara itu, di dalam ruangan yang cukup rapih dan dipenuhi tumpukan dokumen - dokumen penting, seorang pemuda yang memiliki paras nyaris sama dengan pemuda yang sedang dimabuk asmara. Rambut panjangnya diikat satu di bawah. Uchiha Itachi, nama pemuda tampan dengan bakat dan keahlian tak terhitung melebihi sang adik. Hanya saja keberuntungan dalam cinta tidak berpihak padanya.


Itachi tertawa sendiri di ruang kerja pribadinya. Ia melihat video yang dikirimkan oleh anak didik adiknya, Gaara.


Itachi awalnya tidak percaya pada apa yang ia lihat tapi ia yakin jika pemuda yang tengah bernyanyi sambil memainkan gitar miliknya adalah adik kesayangannya sendiri. Ia tak habis pikir kenapa adiknya yang dingin, cuek dan tak berperasaan terhadap perempuan bisa menyatakan cinta lewat nyanyian. Lagu yang dibawakan juga sangat romantis dan benar - benar tepat untuk menyatakan cinta. Sasuke memang jenius.


"Naruto memang hebat. Ia bisa menjadi pawang si ular dingin tak berperasaan itu. Aku jadi ingin tahu reaksi dari kaasan dan tousan saat melihat video ini." gumam Itachi.


The End for extra chapter

__ADS_1


__ADS_2