
Setelah dari pasar, may dan juga yuni pulang bareng dengan berboncengan, karena rumah yuni tak jauh dari rumah may hanya seling beberapa rumah saja may mengantar yuni ke rumahnya terlebih dahulu.
" Masuk yuk may, tadi aku buat kue loh, kue kota kota gitu namanya kue meringgue,, mau nggak enak loh. " Promosi yuni
" Alah palingan juga nggak jadi, seperti biasanya, apalagi kue apa tadi? mari, mari apalah?. " Kataku, karena memang teman mey yang satu ini suka banget bereksperimen membuat kue dari yang basah hingga kering namun hasil akhirnya GATOT alias gagal total 😂😂.
" Yaelah lu, matahin semangat gua aja , lu sebenarnya temen gue bukan sih, perasaan jahat banget deh sama gue!. " Rajuknya.
" Bukanya gue jahat Yun, tapi ini realita, inget realita Yun dan kalau lo mau berhasil buat noh kue elu juga harus menerima kritik dan saran biar lebih jago. " Kata kata bijakku yang hampir punah akhirnya keluar juga..
" Iya deh ". Jawabnya lesu..
" Ya udah deh Yun gue pulang dulu, mau masak nanti anak sama suami gue pulang belum ada makanan kasian nanti mereka kelaperan ". Kataku dengan mengendarai motor matic ku dan pulang menuju rumah.
*
*
*
" Assalamualaikum bu, oohh ibu sin sin pulang, ibu yuhuuu ibuuu, Dimanakah dirimu??. " Suara cempreng sin sin menggema di seluruh ruangan.
" Ya ampun sayang, jangan tereak tereak gitu dong, memang ini hutan apa, musti treak kenceng banget lagi, sampek kedengeran dari rumahnya pak RT. " Omelku, dan kemudian menghampiri sin sin menyodorkan tanganku untuk dia kecup.
Yaa aku dan mas fandi menerapkan peraturan, setiap mausk rumah atau mau keluar rumah harus salim atau mengecup punggung tangan orang yang lebih tua.
Itu adalah suatu adat di daerahku sebagai penghormatan kepada orang yang lebih tua .
" Hehehe, bapak mana buk, sin sin kangen banget sama bapak ". Rupanya anak itu sudah tak sabar bertemu bapaknya.
" Iya katanya nanti habis maghrib baru pulang. " Jawabku.
" Kok kayak hantu ya buk, pulang habis magrib.?" Kata sin sin tiba-tiba.
Akupun juga merasa aneh, kenapa
mas fandi pergi sebelum fajar datang dan pulang setelah fajar tenggelam.
Biasanya mas fandi bangun tidur pun selalu lebih dari jam tujuh, dan jika pilang ke rumah paling lambat jam lima sore itupun jarang.
__ADS_1
Tapi kenapa sekarang
malah kebalikan ya?? ..
" Husst, adek nggak boleh bicara begitu pamali tau.! " Kataku memperingati sin sin.
Sebenarnya aku juga sedikit takut sih kalau memang benar.
Aku bergidik ngeri sendiri membayangkan nya pun rasanya sudah begitu seram.
*
*
*
Seperti kata mas fandi,
sehabis maghrib mas fandi pulang .
Tapi kali ini dia masuk rumah tanpa
dengan masuknya mas fandi bau prengus pun tercium di indra penciuman ku.
" Assalamualaikum mas, kok main nylonong aja sih, lupa ya sama adat kita?. " Kataku dengan memicingkan mataku.
" Ehh, iya maaf, salam. " Hanya itu jawabannya, aku pun heran kok nggak jawab salam dariku sih , malah mas fandi menjawab hanya salam, itu saja, aneh kan??.
" Bapak.... Sin Sin kangen. " Kata Sin Sin sambil berlari menghampiri mas fandi dan melompat kedalam tubuh mas fandi seperti anak koala.
Tanpa kata kata dan di iringi tatapan sinis nya Sin Sin melepaskan
rangkulan nya pada mas fandi,
dan menampakkan wajah tak suka dengan kedatangan mas fandi.
" Lho katanya kangen sama bapak, kok di lepas rangkulannya?. " Kataku
" Dia bukan bapak!!. "
__ADS_1
Jederrrrrrr........
Seperti tersambar petir,
seketika aku sangat marah mendengar perkataan Sin sin, bagaimana mungkin dia tak mengakui ayah kandungnya sendiri.
" Sin Sin apa yang kamu katakan??. " Bentakan lolos di bibirku, aku merasa sangat menyesal ini kali pertama aku membentak putri semata wayang ku.
" Ibu jahat, hiks... Hiks... suatu saat ibu akan tau sendiri kalau yang ini bukan bapak. " Kata sin sin dengan linangan air mata.
" Sudah lah sayang, mungkin sin sin kecapekan, makanya ngomongnya agak nglantur. " Kata mas fandi menenangkan ku.
Akupun pergi ke dapur menyiapkan makan malam dan juga membuatkan kopi pahit kegemaran mas fandi.
Kami pun makan malam dengan tenang tanpa suara, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang ada.
Setelah selesai semuanya, sin sin segera masuk ke dalam kamarnya tanpa sepatah katapun, akupun membiarkan nya untuk memberi ruang pada putriku.
Aku dan mas fandi masuk ke dalam kamar dan bercakap cakap tentang masa depan.
" Mas kamu mau punya anak berapa dariku?. " Kataku dengan memutar mutar jemariku di atas dada bidangnya.
" Aku mau punya anak sepuluh dari kamu, dan menginginkan kamu sebagai ratu ku, selamanya. " Jawabnya sembari mengecupi jari jari tanganku.
" Hah, mau bentuk tim sepak bola ya mas, banyak banget. " Aku memelototkan mataku kaget dengan perkataan mas fandi.
" Bener, dan aku menginginkan kamu segera mengandung sepuluh anak anak ku. " Jawabnya, membuat aku susah menelan salviaku.
" Serius??. " Tanyaku memastikan.
" Iya ratu ku. " Jawabnya, sejurus kemudian kamipun melakukan olahraga enak enak yang menggelora.
Skiip...
Lanjut besok yaah,
maklum othor ini pejuang asi.
Jadi kapanpun dimanapun jika sang babby haus harus siap siaga, semangatt 💪💪👶
__ADS_1