
Seperti yang mas fandi katakan,
pagi pagi sekali mas fandi bersiap siap untuk berangkat menuju terminal kota.
Karena jarak dari rumah menuju terminal memang jauh, jadi mas fandi berangkat pukul tiga pagi.
Itupun harus menempuh jarak sekitar 5 km dari rumah.
Pak lik darmo, menawari kami untuk mengantar menuju terminal menggunakan mobil jenis PANTHER mobil pribadi pak lik darmo, walaupun mobil tua namun sudah sangat bagus di kampungku, karena hanya ada beberapa orang saja yang mempunyai kendaraan roda empat.
Kami pun sangat berterima kasih pada pak lik darmo, karena beliau mau mengantar mas fandi menuju terminal, jadi aku dan sin sin bisa ikut mengantar mas fandi sekalian.
Saat hendak pergi menuju terminal, sin sin memulai aksi drama koreanya.
Entah kenapa dia menangis, dan meminta mas fandi agar jangan berangkat kerja , aneh menurutku , karena ini kali pertama sin sin menunjukkan bakatnya berdrama Korea, alias nangis kejer๐ญ.
" Ayah janji sayang, ayah akan usahakan bisa sering pulang jenguk sin sin sama ibu. " Kata mas fandi dengan pelan, menenangkan si ratu drama.
" Ayah janji ya, sering pulang!. " Timpal sin sin
" Insyaallah ayah janji nak, ayah usahakan ya. "
Akhirnya sin sin pun melunak, dia sudah hengkang dari dunia per dramaan solo karier yang melelahkan dan membuat orang di sekitarnya panas kuping, alias nangis kejer
WKWKWKWKWK.............
Kami pun berangkat, menuju terminal
jam menunjukkan pukul 4.15 wib kami sampai di terminal bus.
Aku pun sedikit tak rela mas fandi berangkat bekerja, namun bagai mana lagi
memang pekerjaan mas fandi, juga sudah menjadi tanggung jawab mas fandi.
__ADS_1
Sebenarnya mas fandi telah merencanakan hendak berhenti menjadi mandor, dan akan meneruskan usaha bapak mengelola sawah juga kebun kopi.
Dan ini adalah proyek terakhir yang mas fandi tangani, untuk selanjutnya mas fandi akan menekuni bekerja di rumah saja.
" Mas berangkat ya sayang, jaga diri baik baik juga sin sin. " Kata mas fandi sambil mengecup lembut keningku.
" Iya mas, mas juga hati hati ya, selalu jaga kesehatan, jaga mata, jaga hati, ada kami yang selalu menunggu kepulanganmu di rumah mas. " Timpalku dengan air mata yang mengalir di pipi mulus ku.
" Nduk, jangan nakal ya, jaga ibu, bapak berangkat kerja dulu, nanti kalau bapak pulang, bapak bawakan oleh oleh yang banyak buat sin sin ya. " Kata mas fandi sambil menciumi wajah sin sin.
" Iya Pak, bapak juga sering pulang ya. " Kini sin sin menjawab dengan serius dan terlihat sedih tidak konyol seperti biasanya.
Daadaaaaaaaaa..............
Baru di tinggal belum setengah hari, aku sudah kangen berat dengan mas fandi.
Memang terkesan lebay bin alay sih, tapi coba kalian rasakan ketika di tinggal merantau oleh pasangan yang kita sayang pastinya rasanya nano nano deh, ramai rasanya..
Malam pun tiba, aku dan sin sin baru pulang dari rumah bapakku,
kebetulan rumah bapakku tak jauh dari rumahku, hanya berjarak 1km saja dari rumah.
Kami sampai rumah pukul tujuh malam, dan segera membersihkan tubuh kemudian tidur.
" Nduk sini tidur sama ibuk. " Pintaku pada putri semata wayang ku.
" Enggak ah, sin sin kan udah gede, masa masih bobok bareng ibu sih, malu lah buk, lagian ibu kalau bobok suka ngorok. " Jelas sin sin dengan entengnya.
" Ehhh, dasar durhakim kamu nduk, ngatain ibu ngorok, ibu nggak pernah ngorok ya. " Belaku pada sin sin.
" Hahahaha. " Tanpa dosa sin sin malah ketawa sambil nyelonong menuju kamar.
Dengan terpaksa dan berat hati
__ADS_1
malam ini aku tidur sendiri, sunyi, sepi, tidur tanpa di temani, ehh malah nyanyi ๐๐ .
Malam hari sekitar pukul 11.30 aku mendengar suara ketukan pintu sebanyak tiga kali.
Tok.... Tok... Tok...
Aku pun menajamkan pendengaranku, mungkin aku salah, mana mungkin malam malam begini ada yang bertamu.
Sayup sayup ku dengar ketukan itu kembali
Tok... tok... tok...
Aku memberanikan diriku keluar dan menguntip dari celah jendela,
" Nggak ada siapa siapa. " Lirih ku, akupun mulai ketakutan, bayangan bayangan seram mulai bermunculan di benakku.
Aku pun berbalik hendak kembali menunju kamarku, dan ketukan itupun terdengar lagi, namun kali ini dengan di iringi suara.
Tok... tok... tok...
" Bu bukain pintu, ini bapak pulang. "
Haaa, mas fandi, kok udah pulang, katanya mau berbulan bulan baru pulang.
Tanpa fikir panjang aku membukakan pintu.
Ceklek...
" Mas?. " .
Para readers yang aku sayangi, maaf yah author beberapa hari ini nggak up
karena author lagi KO, alias meriang ( Merindukan kasih sayang) Ea.. ea.. ea....
__ADS_1