
Othor mau mengucapkan banyak terimakasih untuk kalian yang masih setia sama karya ku, yaa walaupun masih banyak typo nya, tapi aku makasih banget buat kalian, sukur sukur kalian para readers berkenan memberiku hadiah, dan ini juga wajib yaah, harus tekan 👍👍 jempol okeee, biar othor lebih semangat lagi up nya, nahhh kalau bisa like 1000 othor akan up 3×1 dehh, tapi ingattt jempoll yahh.
Yok cuss lanjoooootttt empot nya , eh salah maaf, maksudnya lanjutt baca nya 😄
********
" Sebenarnya yang menjelma sebagai suamimu selama ini dia adalah seorang raja yang bernama Aryo pangkujiwo, dia adalah raja alam ghaib tepatnya di tengah hutan larangan, dan anak yang tengah kamu kandung itu adalah benih dari raja aryo. " Jelas mbok sari.
Aku dan mas fandi membelalakan mata mendengar penjelasan mbok sari.
" Tapi anak yang tengah kamu kandung tersebut adalah seorang bayi ghaib, yang berwujud setengah manusia setengah harimau, dan sebaiknya kamu berhati hati karena banyak yang menginginkan anakmu itu, jadi jagalah anakmu sebaik baiknya, dan raja aryo tetap menjaga kalian dari kejauhan. " Sambung mbok sari.
Aku pun terhenyak dengan perkataan mbok sari, ternyata terjawab sudah kecurigaan ku selama ini, bau prengus, keperkasaan nya, juga selalu hilang ketika menjelang pagi, pulang setelah petang .
" Mbok apakah anak yang saya kandung ini ada yang berwujud manusia normal, atau mereka ghaib semua?. " Tanyaku, jujur aku sangat penasaran.
Mbok sari kemudian memejamkan matanya, dan mengangukkan kepalanya.
" Hmmm, sepertinya ada dua yang berwujud manusia biasa. " Jawabnya lagi.
Namun aku berfikir apakah mas fandi akan menerima sepenuhnya jika ada anak yang berwujud manusia, apakah mas fandi juga akan memperlakukan mereka kayaknya seperti anak kandung sendiri.?
" Terimakasih mbok, kami permisi, terimakasih atas bantuan simbok. " Kataku dan mas fandi.
Kamu pun pulang ke rumah dengan menggunakan motor bebek peninggalan jelmaan mas fandi dulu.
" Mas?. "
" Hm..? " Hanya itu yang keluar dari mulut mas fandi.
" Kamu marah mas? , aku juga nggak tau kenapa ini semua sampai terjadi. " Jawabku dengan isakan lirih.
__ADS_1
" Tidak dik, seharusnya mas yang minta maaf, harusnya dari dulu mas bekerja saja di kampung, dan tidak meninggalkan adik juga sin sin. " Jawabnya panjang lebar.
" Jika memang benar anak itu ada yang menjadi manusia seutuhnya, mas akan menyayanginya sama seperti mas menyayangi sini sini. " Nyesss, hatiku seperti di siram air dingin, kecemasan yang ada dalam hatiku hilang seketika.
" Terimakasih mas. " Jawabku dengan memeluk erat pinggang mas fandi dengan mesra.
Sampai rumah, sini sin telah menunggu kepulangan kami di teras rumah, dan ketika melihat motor yang kami tumpangi dia kegirangan dan loncat loncat .
" Bapak, ibu, adek mana?. " Tanya sin sin.
Sin sin pun mengelus pelan perut buncit ku dan berbincang bincang dengan calon adik nya.
" Bu, adek sin sin yang mirip sin sin ada dua, yang mirip harimau ada 8 , tapi wajah mereka mirip bapak sama ibu. " Celoteh sin sin.
"Yaudah sekarang sin sin mandi habis itu bantu ibu ke pasar ya nak. " Pintaku pada sin sin dan segera di angguki oleh sin sin.
" Oke. " Sin sin pun berlari menuju kamar mandi, dan kemudian bersiap siap mengikutiku ke pasar.
Setiap hari harus ada bunga kantil sebagai cemilan sehari hariku, namun jika bunga itu tidak ada aku akan marah ..
" Yaudah yok dik mas antar. " Timpal mas fandi.
Kamipun berangkat menuju pasar tradisional desa seberang, jaraknya yang lumayan jauh, dan juga berkelok, membuatku jarang ke pasar, aku belanja di pasar hanya seminggu sekali, dan hanya belanja bahan pokok yang tahan lama saja yang ku beli sebagai persediaan di rumah, untuk lauk sehari hari kami mengandalkan hasil bumi atau hasil panen sendiri, dan untuk ikan, biasanya hasil dari kami memancing di sungai atau membeli pada tetangga yang menjual ikan hasil pancingan nya.
Aku pun membeli sembako seperti beras, gula pasir, minyak goreng, gandum, bumbu bumbu dapur, juga penyedap dll.
Setelah mendapat barang yang aku butuhkan, aku menuju penjual craken ( Atau tempat penjual sesaji, macam bunga tujuh rupa dll) .
" Loh buk mau beli apa kesini?. " Tanya mas fandi heran.
" Mau beli kembang kantil mas, di rumah udah habis. " Jawabku santai.
__ADS_1
Mas fandi mengerutkan kening nya seperti seorang kebingungan.
" Buat apa kembang kantil dik?. " Tanyanya lagi.
Dan ku jawab dengan kata yang singkat padat dan jelas.
" KEPO " Dan berhasil membungkam mulut mas fandi yang mulai cerewet 😅.
Aku pun membeli banyak bunga kantil, ketika melihat bunga kantil yang masih segar dan aroma yang mengguar , air liur ku seraya keluar dengan sendirinya hingga aku mengambil satu kembang kantil dan langsung ku lahap dengan nikmatnya.
" Ahhhh, nikmatnya. " Lirihku.
" Dik kok kamu sekarang seperti artis sih. " Kata mas fandi.
" Hehehe, baru tau kalau istrimu ini cantik bahenol, kenol, kenol seperti arits papan atas hah. " Suara centilku menyombongkan diri.
" Bukan artis bahenol dik, tapi, tapi seperti artis pemain horor, nah kamu yang jadi hantunya 😂😂. " Tawa menggelegar mas fandi dengan lantangnya.
" Sialan. " Aku pun merucutkan bibirku macam ikan buntal yang lagi gede gedenya 😅😅.
.
.
.
.
Hadeeh memang si fandi sama si may ini keluarga gesrek nya minta ampun di tambah ke konyolan sin sin makin lengkap dah.
See you
__ADS_1
Mmmuach... 💋💋