DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 15


__ADS_3

Pagi harinya may terbangun dan sudah tak mendapatkan fandi di sampingnya, padahal baru pukul 4 subuh.


" Kemana mas fandi ? ".


May segera beranjak bangun untuk membuat sarapan dan membersihkan rumah seperti biasanya.


May menunggu kepulangan fandi hingga tengah hari, namun fandi tak kunjung pulang.


May memutuskan untuk menjemput sin sin di kediaman orang tua may.


Di jalan may bertemu dengan mbok sari,


salah seorang dukun beranak juga merangkap sebagai tabib di desanya.


" Mari mbok, simbok mau ke mana? , bareng may aja yuk mbok. " Tawarku pada mbok sari.


" Eh sampeyan nduk, mbok mau ke warung, ndak usah wong udah deket kok warung nya!. " Jawab mbok sari, namun mbok sari terus menatapku seperti ingin menelanjangiku.


" Nduk hati hati, jangan gampang percaya sama orang, walaupun itu orang terdekatmu, jangan lupa ibadah yang rajin. " Pesan simbok, dan bodohnya aku perkataan simbok hanya ku jadikan angin lalu.


" Emm, ya mbok, may pergi dulu ya mbok. " Kataku dengan melajukan motor matic ku.


Sesampainya di rumah bapak aku bergegas masuk ke dalam rumah, cepat cepat


ingin bertemu sin sin, sudah sangat rindu pada putri semata wayang ku itu.


" Assalamualaikum bapak, ibuk, nduk sin sin?. " Aku berteriak teriak seperti ayam habis bertelur 😂.


" Ibukkkkkkkkkk, ibu dari mana saja sin sin kangen hiks,,, hiks,,,. " Aku sungguh merasa bersalah melihat putriku menangis.


" Maafin ibu ya nduk, ninggalin kamu selama sebulan. " Kataku dengan mendekap sin sin kedalam pelukanku.


" Pak, buk, makasih ya sudah menjaga sin sin selama sebulan ini. "


" Lho sebulan apanya to nduk, lha wong cumak 2 minggu kok. " Kali ini bapak yang angkat bicara.


Deg....


" Du, , dua minggu pak, bukannya aku sama mas fandi perginya sebulan penuh ya pak. " Jawabku mencoba menjelaskan pada bapakku.

__ADS_1


" Ngawur kamu nduk, anak baru satu wes pikun, makane kalau mau pergi pergi itu ucap bismilah dulu, jangan asal. " Timpal ibuku.


" Ya udah pak, buk, may pulang dulu ya, ayo nduk kita pulang, nanti bapak sudah nunggu di rumah. "


" Iya, buk perut ibu udah ada adeknya banyak lagi, hihihihi. " Sin sin berkata sambil mengusap lembut perut rataku.


" Hah, beneran nduk?. " Timpalku lagi.


" Lah wis sana, wong anak kecil kok di percaya, mungkin sin sin udah pengen adik, makane ndang gawekno adi meneh nduk . " Kata ibu, sejenak aku berfikir


apa iya, karena apapun yang sin sin katakan itu hampir 80% benar.


Mungkin benar kata ibu , sin sin sudah tak sabar ingin punya adik.


Setelah obrolan panjang pun akhirnya aku dan sin sin pulang ke rumah, kami pulang hingga adzan ashar, dan di rumah pun tak ada tanda tanda mas fandi.


Aku pun bingung kemana perginya mas fandi.


Hingga dua bulan mas fandi tak ada kabar.


Sudah ku cari kemana mana, namun hasilnya nihil, hingga ku bertanya pada teman mas fandi, dan mereka berkata sudah hampir enam bulan ini tak pernah bertemu mas fandi.


" Assalamualaikum yuni?. "


" Waalaikumsalam may, ayo masuk. " Kata yuni.


" Yun, suamimu di rumah nggak, mas fandi udah dua bulan ini menghilang entah kemana, aku sudah mencari kesana kemari tapi nggak ada, aku telpon nomornya juga nggak aktif, tolongin aku Yun. " Aku menghiba pada yuni, dengan tak tau malunya menangis seperti anak lima tahun pingin balon tapi nggak keturutan 😅.


" Lah, memangnya terakhir kali suamimu kemana?. " Tanya yuni


" Aku juga ndak tau Yun, bangun tidur aku udah ndak lihat mas fandi, aku takut Yun, takut kalau mas fandi di gondol mahluk halus. "


" Ngaco kamu may, udah tunggu aja, mungin mas mu kembali ke kota lagi may, dan nggak sempet izin, kan kamu kalau tidur udah macam kebo, di bangunin susah. " Cerocos yuni.


" Iya ya, kok aku ndak kepikiran ya. " Aku terlihat seperti orang bodoh sekarang.


Aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah,


karena waktu sudah surup ( Menjelang maghrib).

__ADS_1


CEKLEK......


Ketika aku membuka pintu, ku lihat mas fandi


sudah duduk di depan TV dengan sin sin.


" Loh mas, kamu dari mana aja dua bulan ini, aku pusing cari kesana kemari ndak ada, kamu pergi ndak pamit, memangnya kemana. " Sederetan pertanyaan ku layangkan pada suamiku.


" Hehehe, maaf sayang, ada kepentingan, dan ini juga menyangkut keselamatan mu juga anak kita, maafin mas ya sayang. " Entah kenapa, emosi juga kemarahan yang tadi membuncah selama dua bulan luluh begitu saja mendengar suara lembut mas fandi.


' Haduuh si may, sok sok an mau maki maki mas fandi, pada akhirnya luluh juga, dasar bucin bucin dah 😂. '


" Oh, ya udah. " Sebenarnya mulutku sudah gatal ingin memaki, mengumpat mas fandi tapi kok yang keluar hanya kata itu sih heran deh!.


Seperti biasa aku masak makan malam juga membuatkan kopi hitam kesukaan mas fandi, dan kami pun segera makan malam.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, aku segera menuju kamar sin sin, mengecek apakah sudah tidur atau belum, dan ternyata sudah terlelap dalam mimpi indah.


" Sayang, ayo kita ke kamar. " Ajak mas fandi, mendengar kata kamar otak gesrek ku mulai traveling kemana mana.


" Oke babby. " Jawabku manja.


Sampai kamar, mas fandi segera mengunci pintu dan segera menyerangku tanpa ampun, dia seperti kesetanan,


tapi aku syukhaaaaaaa


Skip aja yahh, soalnya othor yang paripurna ini masih suci otak nya. Wk wk wk wk.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


KeNaRoK


__ADS_2