
Buat para readers maapiy yak kalau up nya kelamaan, maklum lah kerjaan di dunia nyata buanyak banget, terus masih jagain anak yang paling bontot masih mimik lagi, udah lagi kalau badan anak panas, terus aku juga meriyang, othor bisa apahh???
Okehh lanjutt cuzzzz.......
Setelah selesai ritual empot empot, kamipun berbincang bincang .
" Mas, aku mau tanya, kita pergi ke tempat mas itu berapa hari sih sebenarnya?. " Tanyaku heran.
" Emm kurang lebih 30 hari, memang kenapa sayang?. " Jawabnya santai.
Degg.......
" Mas nggak bohong kan?. " Tanyaku lagi.
" Enggak, sayang pijitin mas dong kayaknya punggung mas encok nih. " Pintar mas fandi.
" Iya encok lah, orang mainnya tiap hari gini, perkasa lagi, apalagi pas mompanya mas kayak kesetanana, tapi, , , tapi, , , tapi aku syukaaaaaa bikin nagih. " Jawabku dengan nada manjahhh..
Akupun mulai melakukan apa yang mas fandi minta, dan ketika pijitanku berada di tangan mas fandi, dengan nakalnya tangan yang satunya melusup di kedua pahaku, akupun mendesah keenakan.
" Mmmhhhhhh, mas jangan sekarang!. " Pintaku, dengan cepat mas fandi membaringkanku, dan melahap bibirku tanpa ampun, bibirnya pun mulai turun,
menelusuri leher jenjangku terus turun menji*at perutku kemudian berklabuh di lubang kenikmatan ku, tubuhku bergetar hebat, pasalnya bukan lid*hnya saja yang berlabuh di sana, namun kali ini jari jemarinya pun ikut menari nari dan keluar masuk lubang kenikmatanku, yang membuat mataku memre melek nikmat... 🤤
" Maaas aku sudah tak tahan. " Suara ku parau menahan gejolak asmara.
" Mas akan menuntaskan nya. "
Dan detik kemudian terjadilah pertarungan sengit, antara palo dengan nido yang entah berakhir sampai kapan, karena pertarungan nya membuat sang empunya lupa daratan. 😅
*******
Hari, minggu bulan telah berganti kini tepat satu tahun mas fandi di rumah, dan akupun sudah hamil besar, kandungan ku sudah berumur lima bulan, namu perutku serasa sebesar hamil 9 bulan.
Dan ketika dulu waktu hamil dua bulan aku mengunjungi mbok sari berniat mau memeriksakan diri di sana, namun alangkah terkejutnya mbok sari ketika menyentuh perutku.
__ADS_1
" Nduk yang sabar ya, sebaiknya kamu hati hati, bayimu banyak yang menginginkan, suatu saat jika sudah saatnya kamu akan tau. " Kata mbok sari, akupun bingung, namun lagi lagi aku menepis perkataan mbok sari.
Sudah dua hari ini mas fandi tak pulang ke rumah, beralasan ada kepentingan di luar, akupun mengiayak semuanya.
Pagi menjelang, selesai masak untuk sarapan sekitar pukul tujuh pagi ada yang mengetuk pintu rumah.
Tok, , tok, , tok, , ,
" Assalamualaikum "
" Waalaikum salama jawabku, sebentar, siapa sih pagi pagi sudah bertamu. " Gerutuku kesal.
Akupun beranjak dari duduk, dan membuka pintu rumah di susul dengan sin sin.
Dan alangkah terkejutnya aku, ternyata yang datang adalah mas fandi dengan menenteng tas besar yang aku yakini berisi baju baju, juga tas sedang berisi oleh oleh.
" Loh, mas katanya masih sehari lagi, kok udah pulang bawa tas. " Tanyaku heran, pasalnya sebelum pergi mas fandi bilang bahwa dia akan pulang mungkin dua hari lagi.
Mas fandi pun terlihat syok melihatku,
dia melihatku dari atas hingga bawah,
" Mas? ". Kataku.
" Dik, siapa melakukannya? , siapa yang kemari waktu mas tak di rumah?. " Terlihat mas fandi menahan air mata melihatku.
" Nduk siapa yang suka datang ke rumah?. " Tanya mas fandi pada sin sin.
" Bapak kan yang tiap hari pulang, masa lupa sih. " Jawab sin sin.
" Mas kamu jangan bercanda deh, orang udah setaun ini kamu di rumah kok ngelonin aku tiap hari. " kataku lagi .
" Mas nggak bercanda dik, kan kamu sendiri sama sin sin yang ngantar mas berangkat kerja pake mobil pak lik darmo.
" Terus yang selama ini di rumah siapa dong, yang selalu nenemeni aku sama sin sin siapa, yang selama setahun ini menyentuhku siapa. " Lirihku dengan air mata yang mulai menetes, aku shock mendengar penjelasan mas fandi.
__ADS_1
Jadi apakah ini maksud dari perkataan mbok sari?.
"Terus yang selama ini mengisi hari hariku dan sin sin siapa? , mengapa begini!!!. " Lirihku masih dengan isakan tangis.
" Ya udah, habis ini kita ke rumah mbok sari ya dik, minta tolong sama beliau. " Jawab mas fandi.
Dan aku hanya menjawab dengan anggukan kepala.
***
Kamipun berangkat ke tempat mbok sari, dan kebetulan beliau sedang berada di rumah.
" Assalamualaikum " Kata kami ssrempak.
" Waalaikumsalam, mari masuk. " Jawab mbok sari ramah.
" Mbok kedatangan saya kemari, saya mau tanya yang mbok maksud kemaren itu apa ya?. " Kataku memulai.
Mbok sari hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja, dan berkata.
" Kamu sudah dapet jawabannya nduk. "
" Maksudnya?. " Aku dan mas fandi berbarengan.
" Jadi yang selama ini menjelma jadi suamimu , dia sebenarnya.................... "
Cahhhh gantung lagi maapin yakkk...
.
.
.
.
__ADS_1
.
KeNaRoK