
Sebelumnya othor minta para pembaca setia , yah berikan jempolmu padaku juga berikan bunga bermekaran kalian yahh
Nahh berikan bungamu untuk othor yang cantik paripurna dan suci seperti tetesan embun pagi ini yahh.
cuzz lanjooot...
Pagi harinya aku merasakan mual yang luar biasa, dan perutku pun terasa di remas-remas, aku ambruk tak sadarkan diri.
Tubuhku serasa melayang entah aku merasakan nyawaku lepas dari ragaku.
Sayup-sayup aku mendengar teriakan mas fandi dan juga tangisan Sin Sin.
Setelah itu duniaku serasa gelap.
Sedetik kemudian aku mengerjapkan mataku, kulihat sekelilingku, namun alangkah terkejutnya aku,
aku melihat makhluk menyeramkan yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
Aku begitu ketakutan.
Makhluk itu selalu mengarah ke perutku, dengan tangannya yang besar juga kuku-kuku hitam nya yang panjang dan runcing.
Mata merah, lidahnya pun sangat panjang dan mengeluarkan cairan merah pekat, ternyata cairan itu darah.
Aku semakin ketakutan, ketika kuku-kuku itu hendak menyentuh perutku, dan lidahnya yang panjang menjulur mengarah menuju kemal*anku.
" Aaaaaaaaaaa, tidakkkkkkkkkkkk. " Jeritku, aku pun meronta, menendang dan sebisa mungkin melindungi perutku.
" Haaaaaaaaa, siapapun tolong, tolong usir dia, dia mau ambil anak-anak ku, tononggggg. " Suaraku melengking.
Mas fandi memelukku, dan membaca kan ku surat-surat pendek, dan berusaha menenangkanku, walaupun aku terus berontak ,
mas fandi dengan sigap memelukku dengan erat dan mengecupi pucuk kepalaku.
" Dik tenangkan dirimu, tidak ada yang akan mengambil anak kita. " Kata mas fandi menenangkanku.
" Aaaaaaaaa, mas tolong, usir dia, aaaa aaaaaaaaaaa. " Jeritku dan benar saja, saat kuku-kuku tajam itu menyentuh perutku.
Rasanya seperti menusuk samapi kedalam, aku pun hilang kesadaran kembali.
__ADS_1
****
Perlahan kubuka mataku, kulihat sekelilingku,
aku melihat ada mbok sari di sampingku,
dan dia pun tersenyum padaku.
Ku melihat sekelilingku kembali, ada mas fandi di sebelah kananku, tapi kenapa mas fandi ada dua? .
Aku mengedip-kedipkan mataku, mungkin aku salah melihat.
Namun benar, mas fandi ada dua .
" Mbok, kenapa mas fandi ada dua?. " Tanyaku pada mbok sari.
Namun simbok hanya menjawab dengan senyum ramahnya saja.
" Mas, kamu kenapa ada dua? , " Kataku lagi pada mas fandi.
Kulihat salah satu dari mas fandi mengerutkan keningnya dan satunya lagi tersenyum manis, dengan sorot mata yang lembut, penuh cinta nya.
Aku pun memandang mereka dengan benar, aku memfokuskan fikiranku, dan kupandangi dengan jeli.
Aku memandang salah satu dari mas fandi, dia tampak kebingungan, namun tak ada yang berubah.
Kupandang mas fandi yang satunya lagi, masih dengan senyumannya yang hangat dengan sorot mata penuh cintanya, dia mulai berubah, kulit sawo matangnya mulai di tumbuhi bulu-bulu halus, namun masih berwujud mas fandi.
Sedetik kemudian matanya yang agak sipit berubah menjadi besar bahkan sangat besar, dan rahang kokohnya wajah tampannya berubah menjadi sangat menakutkan, tubuhnya pun mulai membesar, seiring membesarnya tubuh, kulitnya pun sudah di tumbuhi bulu yang lebat, dia sekarang sudah mirip dengan king Kong, dengan mata besar yang berwarna merah, dengan jari-jari tangan sebesar buah pisang dengan kuku yang panjang.
Ditambah taringnya yang panjang, dengan lidah menjulur dan air liur yang berwarna hitam pekat, namun sorot matanya tak pernah berubah.
Selalu menatapku dengan penuh cinta.
" Aaaaaaaaaaaaa, mbok itu apa, aku takut mbok!. " Jeritku, aku pun mendekatkan tubuhku merapat dengan simbok, merangkul tangan simbok, dan berlindung di punggung simbok.
" Tenang cah ayu, dialah yang selama ini menemanimu selam satu tahun, dan dialah ayah dari anak-anak mu, dan dialah raja aryo sang penguasa hutan larangan. " Jelas simbok dengan tenang.
" Tapi kamu ndak perlu kuatir nduk, raja aryo akan selalu menemanimu, dia akan menjagamu dan calon anak kamu. " Timpal simbok lagi.
" Ndak, aku ndak mau mbok, melihat wujudnya saja aku sudah takut mbok, kalau saja wujudnya tampan rupawan aku mah mau aja mbok, lha wong wujudnya kayak gitu kok, aku ndak mau.! " Sempet - sempetnya si may masih ngelawak dalam keadaan kayak gini 😒😅.
__ADS_1
" Lha, kok ndak mau, orang selama setahun di temenin, di kelonin juga di empotin aja mau kok 😁. " Canda si mbok sari.
"Etdah si mbok sari ini dukun beranak gesrek juga yah 😂. "
" Pokoknya aku ndak mau, huaaaaa ,, huaaaa,, huaaa,,. " Tanpa malu aku menangis meraung-raung seperti anak kecil.
Mas fandi pun memelukku, menenangkanku, dia membisikkan kata-kata cinta untukku, aku pun mulai luluh di buatnya.
Dan perlahan makhluk itupun kembali lagi berwujud seperti manusia, tepatnya seperti mas fandi namun kulitnya yang berbeda, dia sedikit lebih glowing dari mas fandi yang asli.
" Tuh dia udah kembali tampan, wah kulitnya malah kayak orang luar negeri, lebih putih katimbang kowe fandi. " Kata simbok lagi.
" Mbok kenapa aku kok bisa lihat mereka?. "Tanyaku heran, pasalnya sebelumnya aku tak pernah mengalami hal semacam ini.
" Ya itu karena anak yang tengah kamu kandung, dan pakailah ini nduk, jangan sampai kamu lepas kalung ini. " Simbok memberiku kalung dengan liontin seperti kuku macan atau apalah, hanya author yang tahu 😂😂😂.
" Jika sudah saatnya, siapkan kendil ( wadah dari bahan tanah liat) , kembang tujuh rupa, ayam cemani, dan juga telur ayam Jawa berjumlah 10 biji. " Ucap mbok sari dengan pada mas fandi.
" Baik mbok, saya akan persiapkan semuanya nanti jika saatnya tiba. " Jawab mas fandi dengan mantap.
" Baiklah, ingat may, jangan sekali-kali mencopot kalung yang ku berikan, selalu kau pakai itu, mungkin akan ada banyak rintangan sebelum kelahiran si jabang bayi, dan kamu juga harus tetap ingat sama Tuhan may, karena semua makhluk itu ciptaan Tuhan, dan semua yang telah kamu alami ini adalah takdir dari tuhan. " Kata simbok dengan wajah seriusnya.
" Dan satu lagi, jika kamu bertemu dengan Sin Sin jangan kaget, karena memang dia anak yang spesial may, anakmu adalah anak yang terpilih. " Jawab mbok sari lagi.
" Maksud mbok apa?. " Kataku lagi.
" Suatu saat kamu akan mengetahui nya, dan saranku ketika si jabang bayi lahir, segeralah pindah rumahmu, kalau perlu keluarlah dari desa ini, karena ada yang menginginkan anak-anakmu. "
" i, , iya mbok terimakasih. " Kataku, aku pun memikirkan ucapan simbok.,
Semuanya terasa sangat berat untuk kami jalani.
Mas fandi selalu menenangkanku, meyakinkan ku bahwa kita bisa melewati semuanya dengan mudah.
" Sayang percayalah, semuanya akan baik-baik saja, semuanya sudah menjadi takdir yang harus kita jalani, ini adalah salah satu ujian hidup kita sayang. " Kata mas fandi dengan mengelus lembut rambutku.
Namun aku malah terpana dengan ketampanan dua pria, seperti pinang dibelah dua, namun yang membedakan yang satu berkulit sawo matang, yang satu putih bersih.
" Aaaaaaaa senangnya hatiku setiap hari melihat makhluk Tuhan yang tampan dan sempurna, ahh bisa cuci mata tiap hari deh ☺. " Batin may dengan pikiran yang sudah bergeliyaran kemana- mana.
'OMG, may, may, suasana lagi genting, bisa-bisanya malah mikirin cuci mata 😞 , huh emang dasar emak-emak gesrek, empot mulu yang elu pikir dasar 😒😒. '
__ADS_1