DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 29


__ADS_3

May dan aryo pun berjalan menuju kediaman aryo, seperti biasa di sana mereka di sambut hangat oleh penduduk.


" Raja aryo telah tiba. " Kata seorang berperawakan tinggi besar berkulit sawo matang, wajahnya khas orang batak.


May pun masuk mengekori aryo yang masuk terlebih dahulu.


" Romo. " Teriak anak-anak berumur sekitar 5 tahunan memakai pakaian putih bersih dan wajahnya yang mirip seperti may.


may melongo di buatnya.


" Siapa mereka, dasar jin kuno, ternyata bukan hanya punya anak dariku saja, lihat itu mereka sudah besar, nggak mungkin kan mereka anak-anak ku?. " Sungut kesal may, karena merasa di bohongi may pergi keluar hendak pulang ke rumahnya.


" Sayang mau kemana? katanya mau ketemu anak kita, lihat mereka sudah besar. " Cicit aryo dengan memegang lengan may.


Aryo menuntun may seperti anak kecil.


" Sayang lihat, mereka anak kita, mereka sudah besar, dan wajahnya sangat mirip dengan mu. " Kata aryo lagi.


" Hah, bukannya mereka baru beberapa bulan ya , kok di sini mereka sudah besar, orang ansel sama axel aja baru menginjak 4 bulan. " Kilah may .


" Ibu. " Teriak girang ke-8 anak tersebut.


" Wahh, ternyata ibu sangat cantik kayak aku. " Kata ayu dengan mengelus pipinya sendiri.


" Enggak kayak aku. " Kata ayana menimpali.


" Aku " Timpal ayu tak mau kalah.


" Aku, aku, aku, aku, aku, aku,. " Ibu kayak aku yang cantik, putih, mulus, hidungnya mancung, blekk😝 . " Timpal ayana dengan gaya centilnya seperti siomay banget.


" Huaaaaa, huaaaaa, huaaaa. " Ayu pun menangis dengan berlari memeluk may dengan erat, may pun membalas pelukan putri nya dengan tak kalah erat.


May meneteskan mata bahagianya, bisa bertemu dengan buah cintanya walau sialnya dengan jin kuno πŸ˜’.


" Iya sayang, anak- anak ibu, mirip ibu semua, ayu sama ayana sama-sama cantik, pinter, jadi anak solihah . " Kata may dengna sesengukan.


anak-anak may pun berlari memeluk may dengan sayang, may pun menciuni anaknya satu per satu dengan lembut dan sayang.


" Ibu ayu pengen lihat adek ansel sama axel, mereka dalam bahaya bu. " Cicit ayu .


" Iya bu, kami mau ikut ibu aja, pengen jagain dedek kembar. " kata mereka serempak.


" Iya, tapi ijin dulu sama romo ya sayang. " Jawab may dengan lembut.


" Yaudah, abang aryo, ajak adik-adikmu main di taman belakang dulu ya. " Kata aryo dengan nada lembut selembut sutra, tapi bukan sutra yang buat nganu ya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚.


' Piktor, piktor. '


" Sayang. " Suara aryo membuyarkan lamunan may.


" Jin kuno, kenapa tadi di pohon besar itu aku melihat anak desa yang di gondol lampor. " Tanya may to the poin.

__ADS_1


" Ya, mereka akan menjadi santapan untuk makhluk yang bernama Ahool. " Jelas aryo dengan santainya.


May pun membulatkan matanya, merinding dengan penjelasan aryo.


" Ahool, apa itu?. " Tanya may lagi.


" Ahool adalah makhluk yang menyerupai kelelawar raksasa, dan dia lah yang sering menyesatkan manusia, dengan iming-iming ilmu Hitam. " Jelas aryo kembali.


" Aryo, aku mohon selamatkan tolib, kembalikan dia. " May menghiba pada aryo dengan menggunakan kata manis, juga meninggalkan kata jin kuno.


" Tapi itu tidak mudah sayang. " Timpal aryo lagi.


" Yahh , katanya jin penguasa hutan larangan, cuma ngadepin kacung kampret aja takut. " Cibir may dan itu berhasil membuat aryo membulatkan matanya.


" Apa, yaudah, aku akan menyelamatkan si tol-tol itu, akan aku buktikan bahwa si raja aryo penguasa hutan larangan tak pernah terkalahkan oleh kacung kampret, hahahaha. "


" Yaudah, pokoknya tolib harus pulang, sekarang ayo antar aku pulang. " Kata may dengan gaya centilnya.


" Iya. "


May pun pulang setelah berpamitan dengan anak-anak nya dan setelah drama konser duet maut anatara si ayu dan ayana yang tak mau di tinggal oleh may, alhasil mereka nangis kejer.


' Kalau di pikir-pikir si ayu sama ayana bersifat konyol seperti may juga sin sin yak. '


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


May pun mengerjapkan matanya ketika mendengar tangisan si kembar ansel juga axel.


May pun menyusui bayinya satu per satu, dengan dibelainya pipi chubby dan mulus itu, sesekali mengecupi pipi tembem tersebut.


Setelah selesai menyusui si kembar, may berbaring kembali di ranjang kapuk nya.


Terlihat baru pukul 2 pagi, may pun memejamkan matanya kembali.


May merasakan perutnya seperti ada yang mengelus-elus dengan lembut, elusan itu mulai naik dan meraih bukit kembar yang tambah bahenol, elusan itu pun berubah menjadi remasan yang menggairahkan.


" Emmh " May melen*uh kecil akibat rasa yang tak ada duanya itu.


" Dik mas pengen. "Kata mas fandi dengan suara sereknya.


Fandi pun mulai mendusel-duselkan wajahnya di cerucuk leher may, dan memberikan kecupan dan gigitan kecil di sana, hingga menimbulkan tato alami yang hanya satu warna yaitu merah keunguan.


" Emmh mas. "


Fandi mulai melancarkan aksinya, dia mulai membuka daster bergambar kodok berwarna hijau dengan mata besarnya yaitu Keroppi.


Tak butuh lama, daster itu pun sudah terlongok di lantai tinggal ********** saja.


Fandi tak mau membuang kesempatan,


fandi mulai menelusuri seluruh lekuk tubuh may menggunakan bibirnya.

__ADS_1


Tak lupa tangan fandi sibuk bergeliyaran ke mana-mana , dan fandi pun melepas kacamata yang menempel di dad* may.


Kini tinggal benda berbentuk segitiga berenda, dengan segera fandi melepas benda keramat itu, matanya pun berbinar ketika melihat penampakan bukit yang ditumbuhi rumput hitam tersebut.


Kini tubuh mereka sama-sama polos seperti bayi baru lahir.


"Sayang, rumputnya udah semakin panjang, tapi mas suka. " Cicit fandi di tengah-tengah kegiatanya.


Bibir fandi masih saja mengecupi bukit berumput hitam tersebut sedangkan tiga jari nya sibuk keluar masuk ke dalam lubang buaya .


" Mmaass, a a aku sssudah tidak tahhan. " Suara berat may dengan menahan hasrat yang mengebu.


" Iya sayang, mas mulai ya. "


Dan JLEB.


Benda besar yang telah tegak berdiri, namu tanpa tulang itupun berhasil gol, masuk ke dalam sarangnya yang hangat dan nyaman .


May pun dibuat merem melek, karena ulah si palo .


Fandi mulai mengerakkan si palo di dalam sana, dan hentakan yang keras serta ritme yang cepat sehingga membuat may menjerit nikmat dibuatnya.


Sudah satu jam lamanya mereka bertempur, namun belum ada tanda-tanda fandi ingin keluar.


" Maass, udahh bellum, periih. " Lirih may.


" Sebentar sayang. "


Sudah berbagai gaya mereka praktekkan, namun lagi-lagi fandi belum menunjukkan tanda-tanda ingin keluar.


" Saayyyaang, maasss mau keluar ahh. " Serek fandi dengan mendesah nikmat , lahar hangat itu pun keluar menyembur di dalam rahim may.


.


.


.


.


.


Uhh, siapa nihh yang kangen sama empot-emoot nya, kemarin yang request adegan empot nya udah keturutan kaan.


Masih kurang hot?


Yaudah lanjutin imajinasi sendiri yakk πŸ˜‚πŸ˜‚.


Oh ya kemaren ada yang comment.


Othor bahenol kok pengalaman banget udah pernah ya?

__ADS_1


Jawabannya, ya pengalaman lah wong othor aja udah punya anak, kalau soal begituan mah, othor ahlinya, πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…πŸ™πŸ™


__ADS_2