DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 27 Misteri gondol lampor


__ADS_3

Pagi pun menjelang.


May tengah mengendong abang Ansel dan berjalan keluar rumah ingin


membeli sayuran keliling .


Terlihat sudah banyak ibu-ibu yang mengerubuti gerobak sayur, sesekali


menggoda mas-mas penjual sayur


karena masih muda dan penampilannya pun ganteng versi cah ndeso ( anak kampung).


" Eh mbak may, mau belanja apa mbak, mari pilih, sayurnya masih seger-seger kayak wajah mbak may seger " Celoteh tukang sayur yang mempromosikan dagangannya.


" Hehe, iya ma. " Jawabku alakadarnya.


" Aduuh, iki bayimu nganteng tenan may, putih meneh raine, lah iki irunge MasyaAllah mancung tenan, koyok mas pandi, neng kulite melok koe. " Heboh ibu-ibu


( Aduuh, ini bayimu tampan banget may, wajahnya putih, lah hidungnya ini masyaallah mancung banget, seperti mas pandi, tapi kulitnya sepertimu.)


" Hehehe injih bu, " ( Hehehe iya bu) Ujar may dengan kekehan kecil .


Setelah mendapatkan apa yang may inginkan may pun pulang ke rumah, dan ingin segera mengolah sayuran yang ia beli tadi.


Babby Ansel juga Axel pun tergolong bayi yang tidak rewel.


Mereka menangis hanya jika pup atau pipis dan ketika hendak mimik dan juga ketika mereka ngantuk.


" Nahh, masakan sudah mateng, sekarang giliran bangunin teteh manis, juga mandiin babby twins A. " Gumam may dengan semangatnya menyusun agenda harian .


May pun berjalan menuju kamar anak gadisnya, yang imut, manis semanis madu alami 😊.


" Teh, teteh, teteh manis, ayo bangun udah pagi, mandi, sarapan langsung berangkat sekolah, biar jadi anak pinter , kalau udah pinter biar ketemu sama abang bun-bun. " May memakai jurus andalan untuk membangunkan anak gadisnya ini.


" Siap bu. " Sin Sin langsung bangun dari tidurnya, walaupun muka Sin Sin masih bantal dan juga pipi Sin Sin terdapat sisa aliran sungai yang telah mengering alias ( iler atau air liur.)


" Yaampun ini anak, elap itu iler, nanti abang bunny bisa kabur lihat tampilan teteh yang acakadul kayak gitu. " Cerocos may panjang lebar.


Sin Sin baru bangun tidur langsung


mendengar KULTUM dari sang ibu yang cantik, bahenol kenol-kenol.


" Ais ibu kok sudah seperti mamah dedeh, pagi-pagi udah ceramah. " Kesal Sin Sin karena baru bangun sudah sarapan omelan dari sang ibu pres.


" Ehh, ank ini di bilangin malah ngelunjak, cepetan pergi mandi terus sarapan. "


" Baik nyonya besar. " Dengan lesu Sin Sin berjalan sempoyongn menuju kamar mandi, hingga beberapa kali menabrak pintu.


" Yaampun ndue anak wedok neng kok kemproh tenan to iki ck ck ck koyo bapakne . " ( Yaampun punya anak perempuan tapi kok jorok banget sih ck ck ck seperti bapaknya.)


Setelah selesai membangunkan teteh manisnya, may bergegas memandikan kedua anak kembarnya dengan telaten, satu persatu may memandikan anak kembarnya , dan sekarang babby twins A sudah tampan dan wangi.


Setelah acara mandi selesai, mereka sarapan bersama dengan menu andalan may, yaitu ayam kecap, capcay , sambal kosek ( sambal korek) , juga tak lupa ikan asin menu yang tak pernah absen dari meja makan 😃😃.


Setelah selesai sarapan, Sin Sin pun pamit pergi sekolah dengan mengecup punggung tangan sang ibu dengan takzim.

__ADS_1


Fandi pun berpamitan untuk pergi ke sawah setelah mengantar Sin Sin dari sekolah.


" Hah, rumah sepi lagi, si teteh udah berangkat sekolah, mas fandi ke sawah, dan si kembar tidur, " May berbicara sendiri sambil membereskan sisa sarapan tadi.


Sore menjelang maghrib, Anak-anak kecil masih terlihat bermain di sekitar rumah, entah sekarang keadaan kampung makin maju, setelah adanya listrik di kampung sekitar hampir 3 tahun lalu.


" Eh anak-anak pulang ya, sudah hampir maghrib, . " Kataku memperingati anak-anak yang masih asyik bermain .


" Eh iya buk, kami mau pulang kok. " Ucap seorang anak yang paling besar di antara mereka.


Namun dari arah semak-semak yang menuju ke kali (Sungai kecil) seorang anak kecil sekitar berusia 9 tahun berlari dengan berteriak meminta tolong.


" Tolong, emak, bapak , tolongin tolip di gondol lampor mak. "


Gondol lampor : Sindekala kalau orang Sunda namanya .


Seketika warga berhamburan keluar rumah dan membunyikan kentongan yang terbuat dari bambu.


Tong.


Tong.


Tong.


Tong.


May yang baru menyusui kedua anaknya pun kaget .


" Mas itu ada apa, kok kentongannya di bunyikan. " Kataku pada mas fandi.


Kemudian mas fandi berlari keluar rumah .


" Ada apa pak? ". Tanya fandi pada pak RT.


" Itu kang, katanya tolib di gondol lampor. " Jelas pak RT.


" Astagfirullah!. "


Sementara itu orang tua tolib terus menangis, bahkan ibunya tolib sampai tak sadarkan diri.


" Memang tadi bagaimana kok bisa di gondol lampor?. " Tanya pak RT lilik anak kecil yang teriak-teriak tadi.


" Tadi itu lilik sama tolib main ke kali pak, kami berenang di sana, ketika kami mau pulang dari pohon bambu itu ada hitam-hitam terus nyala kayak api, kami penasaran itu apa, terus kami mau lihat, malah hitam-hitam itu bawa tolib terbang terus hilang. " Jelas si lilik


" Terus ngilangnya kemana, tadi tolib di bawa ke arah mana?. " Tanyaku pada lilik


" Tadi di bawa arah selatan pak, yang ada pohon bambu nya. "


Para warga pun panik, karena kejadian anak kecil di gondol lampor itu pernah terjadi, namun sudah sangat lama sekitar 18 tahun yang lalu, dan anak itu pun selamat namun sekarang anak itu seperti orang linglung.


Para warga pun berbondong-bondong menuju rumah mbah darto, salah seorang dukun di sini selain mbok sari.


" Kulonuwun, mbah, mbah darto?. " Salah seorang warga mengetuk pintu rumah mbah darto


Kret,.

__ADS_1


Pintu rumah pun terbuka, nampak mbah darto dengan baju kebesarannya, yaitu baju serba hitam dengan ikat kepala warna hitam.


" Ayo mlebu. " Ucap dingin mbah darto


( Mari masuk)


Warga pun masuk kedalam rumah mbah darto.


Dalam rumah mbah darto terdapat lukisan seorang wanita cantik dengan mengendarai kereta kencananya dengan roda seekor naga.


Selain lukisan, juga terdapat patung kepala yang telah di awet kan, juga bau kemenyan dan dupa menambah kental aura mistik di dalam rumahnya.


" Ada perlu apa kalian kemari?. "


" Begini mbah, ini anaknya lik mugo di gondol lampor mbah, tadi lilik yang lihat. " Salah seorang warga menjawab.


Terlihat mbah darto mengangguk-anggukan kepala dan seperti berbisik dengan seseorang namun bukan pada warga.


" Emm ya, apa mereka tadi main di kali?. " Tanya mbah darto serius.


" Iya mbah, tadi mereka berenang di kali. " Jawab warga lagi.


Mbah darto menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


" Iya , tolib di bawa lampor, karena ada sesuatu yang ia incar!. " Jelas mbah darto.


" Apa itu mbah?. "


" Yang dia incar adalah. "


*


*


*


*


*


*


Yang di incar yaitu, like vote and komen, wkwkwkwkwk.


Maapin yak ngegantung, udah seribu kata lebih sihh..


InsyaAllah di terusin nanti yakk.


Oya sebelumnya othor mau bilang terimakasih yang masih setia sama karya othor bahenol, ya walupun banyak typo, juga mungkin alurnya nggak jelas, maafin ya maklum othor baru belajar.


Dan terus jaga kesehatan yak


jangan lupa terapkan 3M .


See you later.

__ADS_1


KeNaRoK


__ADS_2