DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
Pohon beringin


__ADS_3

Malam harinya di desa sedang ramai, para warga berbondong bondong menghadiri pasar malam yang di adakan di lapangan besar balai desa.


" Bapak sin sin mau main ke pasar malam ya pak, sin sin mau naik biang lala di sana, sama mau beli boneka kelinci yang besar ya pak. "


" Iya nduk, ( Sebutan untuk anak perempuan di daerah Jawa) apapun untuk tuan peteri, tapi sebentar tunggu ibu ya. "


" Ibuuuuuu cepetan ayo ke pasar malam, nanti ndak kebagian tempatnya. " Teriak sin sin pada sangat ibu.


" Iya, bentar ibu siap siap dulu ". Jawab mau cepat.


" Ndak usah macak buk, nanti di lirik mahluk halus loh. " sin sin membalas dengan wajah seriusnya.


" Huss, ndak boleh kayak gitu nduk, nanti kalau ibumu di lirik mahluk halus beneran gimana. " Bapak menasehati sin sin dengan nada yang lembut


" Ayo, ibu sudah siap. " Kata ibu


Fandi pun mengeluarkan motor nya dan ketika hendak menyalakan motornya udara seketika dingin dan seperti udara berhembus sedikit kencang malam ini


Dredet.... dredet... dredet....


" Yah, buk motornya ndak mau nyala, piye iki. " Kata bapak


" Kenapa mas? , motornya habis bensin kali?. " Tanyaku.


" Endak buk, orang bensinnya aja habis mas isi kok tadi pagi buat anter sin sin sekolah. " Jawab fandi.

__ADS_1


" Yahhh, nggak jadi ke pasar malem dehh 😒. " Cicit sin sin.


Aku dan mas fandi begitu kasihan melihat kekecewaan sin sin.


" Kita jalan kaki aja gimana nduk, mau?. " Tanya mas fandi pada sin sin


" Emm, tapi aku takut pak, jalannya kan gelap


" Timpal sin sin.


" Kita bawa senter ya, gimana buk?. " Tanya mas fandi


" Ya sudah, ayo kita berangkat, bentar ibu ambil senter dulu. "


Juga sebenarnya kalau jalan kaki jaraknya tak terlalu jauh kurang lebih hanya 500 meter saja.


Tapi kebanyakan para warga takut jika berjalan kaki pada malam hari


karena jalan begitu gelap dan ada pohon beringin yang besar di pinggir jalan, konon katanya pohon itu terdapat sebuah kerajaan alam ghaib yang sangat besar dan konon ada yang pernah melihat sesosok makhluk tinggi besar, berbulu juga ada taring panjang, juga maaf kema*luannya pun sebesar tongkat biss ball.


Ketika sampai di depan pohon beringin, aku merasakan tengkukku terasa tebal, seperti ada yang meniup niup dan seperti ada yang berbisik " Sayangku " .


Aku terkejut hingga tak sadar aku pun menjerit.


Aaaaaaaaaaaaaa.......

__ADS_1


" Ibu kenapa?. " Spontan sin sin dan mas fandi bertanya padaku.


" Emm, nggak apa - apa mas. " Jawabku sedikit tergagap.


Sampai di tempat yang kami tuju, seperti janji mas fandi tadi, malam ini mas fandi begitu memanjakan sin sin, dan apapun yang sin sin inginkan mas fandi berusaha memenuhi semuanya.


Setelah waktu menunjukkan pukul 10 malam kami pun pulang dengan banyak belanjaan di tangan, terlebih pernak pernik yang sin sin beli tadi.


Sampai rumah kami segera membersihkan tubuh kami, dan menuju kamar untuk mengistirahatkan tubuh kami.


Tak lupa aku mengecek kamar sin sin dan menyelimuti tubuh mungilnya, mengecup dahinya dan segera mematikan lampu kamar sin sin.


" Sayang, sini dekat mas. " Pintar mas fandi.


Aku segera mendekat dan naik ke tempat tidur dan berbaring sambil memeluk tubuh kekar mas fandi, tubuh yang selalu aku rindukan ketika jauh dari rumah.


" Aku ingin sayang, boleh ya. " Tanya nya dan aku hanya menjawab dengan anggukan saja.


Dan terjadilah malam panas yang menggelora


tapi othor skip aja, karena bikin hareudang yang membaca 😂😂.


Salam


KeNaRoK

__ADS_1


__ADS_2