DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
Keluarga bahagia


__ADS_3

Namaku maysaroh biasa di panggil mau, aku tinggal di daerah pulau Jawa, tepatnya di daerah X, aku berada di desa yang bisa di sebut pelosok, karena di sini sangat jauh dari jalan raya.


Bahkan rumah - rumah di sini masih jarang pakai listrik, karena memang jaraknya yang terlalu jauh dari kota, malah desa ku bisa di bilang di tengah - tengah hutan sih.


Di sini masih jarang tenaga kesehatan seperti puskesmas, bahkan kalau ada seseorang yang hendak melahirkan, masih memakai jasa dukun beranak.


Juga kalau warga desa demam atau meriyang masih memeriksakan pada tabib, atau dukun, yaa secara di desa kami masih sangat kental akan mistisnya.


Sebenarnya ada puskesmas di desa seberang, tapi karena jaraknya yang memang terlalu jauh, bahkan bisa berkilo - kilo meter jarak tempuh menuju desa seberang.


Oh ya, aku sudah menjalani maglihai rumah tangga, suamiku bernama ahmad affandi, biasa di panggil dengan fandi.


Kami menjalani maghlihai rumah tangga sudah hampir sembilan tahun, dan dalam pernikahan kami telah dikaruniai seorang putri yang sangat cantik, dan kami beri nama Sintia affandi.


Sintia telah berumur tujuh tahun dan dia sudah sekolah dasar kelas dua, dan dia biasa di panggil dengan sebutan sin - sin, memang terdengar aneh tapi itulah dia hanya mau di panggil dengan sebutan sin -sin


Mas fandi bekerja sebagai mandor di proyek - proyek besar, seperti sekarang ini mas fandi bekerja di luar kota, mas fandi mendapat job membangun rumah di sana.

__ADS_1


Mas fandi biasanya pulang ke rumah sebulan sekali, dan kebetulan kali ini mas fandi sedang cuti selama seminggu karena ada kerabat yang sedang berduka.


" Dek, mas masih libur tiga hari lagi, kamu mau pergi ke mana mumpung mas masih di rumah. " Tanya mas fandi sambil membelai halus rambut panjangku dan mencium kilas pipiku.


" Nggak ah mas, di rumah aja. " Jawabku sambil tersenyum manis.


Tanpa aba - aba mas fandi segera mencium bibirku dengan penuh gairah dan nafsu, tidak lupa kedua tangannya telah bermain di kedua bukit kembarku dan turun menuju liang kenikmatan ku.


" Ahhh, mas " Aku mendesah, membuat mas fandi menjadi lebih bersemangat


Mas fandi segera merebahkan ku di kursi dan menindihku dan menciumi seluruh inci tubuhku.


" Assalamualaikum, sin sin pulang. " Suara cempreng sin sin mengagetkan kami bahkan mas fandi sampai terjatuh dari kursi 😂karena aku mendorongnya dengan kuat,


mas fandi mendengus kesal karena kegiatan bermanja ria, juga aksi panas membahana kami yang tertunda akibat cemprengnya suara sin sin.


Aku segera membuka pintu Ceklek..

__ADS_1


" Eh anak ibu sudah pulang sayang ".Tanyaku dengan senyuman paksa karena menahan gejolak yang tak tersalurkan


" Ibu sama bapak kok mukanya merah?. " Tanya polos sin sin yang membuatku ingin menenggelamkan diriku di dasar sungai.


Kami hanya menjawab senyum cekikikan


" Ooh ibu sama bapak habis senam ya jadinya capek. Eh leher ibu kenapa kok kayak di gigit fampir sih . " Kami hanya melongo mendengarkan pertanyaan putri kami yang masih polos itu.


" Sayang, ini bukan di gigit fampir, tapi ibu hanya sedang alergi saja. " Jawabku


" Iya alergi dadakan. " mas fandi menimpali.


" Ohh, ibu tadi di sekolah sin sin belajar tentang tubuh manusia bu, besok sin sin tanya bu guru aja, penyebab leher ibu merah merah karena alergi dadakan. " Kata sin sin membuat aku dan mas fandi melototkan mata karena perkataan sin sin.


" Ya ampun mas itu anak kamu. "


Like vote and coment.

__ADS_1


saranghe


Dream


__ADS_2