DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG season 2


__ADS_3

Hayy gengss, othor bahenol balik lagihh neehhhh,,, pada kangen kagak?


Pasti lahh, apa lagi sama adegan empot-empot nya uhh kangen banget malah πŸ˜‚πŸ˜‚ , yaudah cuss yuk lanjutt 😘


Fandi memutuskan memboyong keluarganya ke kota kembang yaa kota bandung.


Karena di kota bandung banyak teman-teman kerjanya dulu.


Yaa mereka sangat antusias mendengar pak mandor pindah ke kota.


Dan tentu saja fandi tidak kesusahan untuk mencari tempat tinggal,


karena mantan anak buahnya dulu sudah mempersiapkan semuanya untuk pak mandor tersayang πŸ˜….


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya keluarga fandi sampai di terminal Leuwi panjang.


Suasana sangat ramai beda saat di desa


Anak-anak pun antusias menunjuk mainan juga makanan yang di jajakan di pinggir jalan.


" Ibu, mau beli itu. " Kini si kembar yang merengek minta balon yang ada lampunya.


" Ibu, teteh mau beli itu, ayo bu pak. " Kini giliran teteh manis yang merengek, kini teteh menunjuk seperti dawet tapi warna warni, uhh sepertinya seger bener dah 🀀.


" Iya sebentar, dedek sama bapak ya, teteh sama ibu belinya, bagi-bagi tugas. " Kataku dengan menyerahkan si kembar pada mas fandi.


" Hore , abang mau balon warna pink. " Ucap ansel dan langsung di tertawai oleh axel.


" Hahahaha, abang mau warna pink, itu kan warnanya kak ros πŸ˜‚πŸ˜‚. " Tawa cempreng axel dengan memperlihatkan deretan giginya yang belum tumbuh sempurna πŸ˜….


" Yaudah abang mau warna merah aja lebih keren. " Sambung ansel .


" Ndak boleh, aku yang warna merah , abang tadi kan mau warna pink. "


" Aku kan abang, jadi dedek harus ngalah 😝. " Kata ansel sambil menjulurkan lidahnya pada axel.


" Dedek. "


" Abang ".


" Dedek "


" Abang. "


Fandi juga tukang balon pun jadi pusing di buat nya.

__ADS_1


" Janten henteu anjeun ngagaleuh kang? "


" Hah?. " si kembar malah melongo.


" Hahahaha bapaknya bahasa upin ipin ya? tapi kok beda. " Si kembar malah kebingungan sendiri.


Dan fandi juga si bapak penjual balon hanya tepok jidat.


Sedangkan bapak sama simbok mendekati pedagang asongan bermaksud ingin beli teh hangat.


" Kang, ono teh anget ora? gawekno loro yo, seng NASGITEL ( Panas Legi Kentehel) . "


(Mas, ada teh tidak ? buatkan dua ya, yang NASGITRL ( Panas, manis, kental) . Ucap bapak dan penjual asongan itu hanya melongo plonga-plongo koyo keboπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚.


" Kumaha?. " Tanya abang penjual asongan.


" Lha iki boso opo to mbok, kok malah ono ahak opo mau? ( Lha ini bahasa apa ya mbok, kok malah ada ahak apa tadi ?. " Bingung bapak, authornya malah lebih bingung , lha wong hudu wong Sunda, yo boso sundane ijeh mowat-mawut πŸ˜….


" Teh mas!. " Jelas bapak


" Oh teh, pakai es tidak pak?. "


" Emm, panas saja. "Jawab bapak dengan bahasa Indonesia yang intonasinya medok.


Setelah selesai membayar teh hangatnya bapak sama simbok kembali ke tempat semula, sambil menunggu fandi juga may mengantar anak-anak membeli jajanan yang mereka mau.


" Mbah kung , mbah ti, deloken balone apik tenan to?. " ( Kakek, nenek, lihat balon nya bagus banget kan?. " Kata si kembar sambil memamerkan balon mereka.


" Hehehe Iyo, apik tenan le. " ( Hehehe iya , bagus banget le 'LE sebutan untuk anak laki-laki Jawa ' .


Kemudian di susul teteh manis sama si may.


"Mas coba ini enak banget lo, simbok bapak cobain ini enake pol ". Kata may dengan semangatnya seperti SPG sedang promosi saja.


" Alah, ibuk mah norak, cuma es dawet aja, ini nih keren balon si dedek, warna merah wuihh kereen. " Ucap si kembar bebarengan.


" Cobain dulu, ini beneran enak tau.! " Kini si teteh manis yang buka suara.


Si kembar pun mulai menyeruput es yang di sodorkan oleh teteh, dan seketika wajah mereka pun berbinar


" Wahhh , enakkk. " Kata si kembar dengan ekspresi yang lucu.


" Huh dasar norak, hahahaha. " Kini malah si teteh yang membalikkan fakta bahwa memang mereka norak πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚.


" Itu apa teh namanya, enak banget enggak rasanya nggak kayak dawet di pasar dulu. " Ucap si kembar.

__ADS_1


" Ya iyalah ini namanya es goyobod , dari namanya aja udah keren kan. " Dengan gaya centilnya si teteh memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


" Udah ayo siap-siap, itu temen bapak udah jemput. " Kini mas fandi buka suara.


Kini mobil merk sedan berhenti di samping mereka, dan keluarlah jono anak buah fandi dulu pas waktu di proyek.


" Aduh, selamat datang pak mandor sama ibu mandor. " Ucap jono dengan antusiasnya.


" Eleh eleh, eta bini urang geulis pisan. " Maapin yakk kalau bahasanya ambruladul,✌ aduhh alih-alih pengen pakek bahasa daerah ehh malah nggak nyaut, yaudah lah, pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar saja lebih di mengerti oleh semua orang 😁.


" Hehehe, iyalah cantik, bini siapa dulu dong, abang fandi gitu loh. " Fandi membusungkan dadanya dan menepuk nya dengan gaya sok keren nya πŸ˜….


" Hehehe yaudah mari, ibu bapak, adek-adek manis mari naik ke mobil akang , ya walaupun mobil tua tapi masih bisa buat jalan-jalan. " Sambung kang jono.


" Hihihi, buk kok gigi akangnya goyang-goyang sih kalau bicara. " Kata polos si bocil berhasil membuat may juga fandi tak enak hati pada mang jono.


" Hehehe, iya maaf ya , ini gigi palsu sebenarnya sudah waktunya ganti sih, hehehe. " Ucap mang jono dengan cengiran khas nya.


Mereka pun memasukkan barang-barang mereka kedalam mobil , mereka mulai menaiki mobil tua si mang jono, sekitar 31 menit dari terminal LEUWI PANJANG mereka sampai di desa BOJONGSOANG , desa yang asri, banyak pohon hijau, tanaman padi yang mulai menguning, pohon kelapa yang menjulang tinggi, juga terdapat kebun teh yang hijau menambah keasrian desa bojongsoang.


" Wahh, bagus banget ya mas, semuanya hijau, dan ahhh udaranya pun sejuk. " Ucap may dengan menghirup udara dalam-dalam dari jendela mobil yang terbuka lebar.


" Ya iyalah bu, namanya ya udara orang kota , pasti beda sama udara kampung kita bu, pemandangannya pun beda buk. " Jawab teteh sin sin dengan gaya sok taunya padahal memang belum tahu πŸ˜…πŸ˜….


" Ehh itu ada kerbau pak buk, kayak kerbaunya mbah kakung. " Kini si bocil yang antusias menunjuk kerbau yang sedang membajak sawah.


" Ihh itu orangnya nakal, kok kerbaunya mbah kakung di suruh mainan lumpur sih , dedek aja di marahi sama ibuk kalau mainan lumpur itu kok kerbaunya enggak di marahi ya buk. " Celoteh si kembar bibirnya yang mengerucut seperti ikan buntal yang melendung.


" Itu kerbaunya lagi bantu membajak sawah dek bukan mainan lumpur. " May menjelaskan pada si kembar nakal yang masih bertanya-tanya , hingga mereka kelelahan karena terus berceloteh tanya ini itu sampai si bocil tertidur dengan pulas.


" Tuhan berkahilah kami di tempat asing ini, lancarkanlah rizki kami, dan berikanlah kami ketentraman dalam rumahtangga kami, aamiin 🀲. "


,


.


.


.


.


.


Heey othor bahenol balik lagi nihh.

__ADS_1


Jangan lupa goyang jari, goyang jempol, juga goyang dumang nya, tarikk maang 🎸🎢🎢🎸🎢🎢


__ADS_2