DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 28 Misteri gondol lampor 2


__ADS_3

" Yang dia incar adalah seorang bayi yang berdarah campuran antara manusia dan bangsa jin. " Ucap mbah darto


" Tapi kenapa tolib yang di bawa mbah, tolib kan bukan keturnan jin mbah?. " Tanya warga lagi.


" Ya, yang membawa tolib sebenarnya jin yang di suruh oleh seseorang penganut ilmu Hitam, dan tujuannya menculik anak-anak di desa ini agar semua warga terkecoh, mereka menunggu saat orang tua bayi itu lalai, baru jin itu akan mengambil bayi itu untuk menjadi sesaji sebagai syarat agar ilmu Hitam yang ia miliki semakin kuat. "


Para warga pun semakin di buat kebingungan dan bertanya-tanya siapakah bayi yang berdarah jin dan manusia tersebut.


"Mbah kalau boleh kami tahu, bayi siapa itu mbah yang mbah maksud?. " Tanya seorang warga, kemudian diangguki oleh warga lainnya.


" Kalian tidak perlu tahu, bayi siapa itu, tapi satu pesanku, jangan lalai, dan jika waktu sudah surup anak-anak harus sudah berada di dalam rumah, jangan biarkan mereka keluar rumah, mengerti!. " Ucap mbah darto dengan seriusnya.


" Dan untuk tolib, saya usahakan untuk secepatnya menemukannya. " Sambung mbah darto kembali.


Setelah selesai para warga pun bergegas pulang ke rumah masing-masing, dan sebagian ada yang meronda, para warga telah sepakat akan memperketat penjagaan malam alias meronda, dan dilakukan bergilir .


Fandi pun bergegas pulang ke rumah.


" Assalamualaikum " Fandi pun masuk ke dalam rumah dengan mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam, mas bagaimana?. " Jawab may sambil menyalami punggung tangan fandi dengan takzim.


" Dik, sepertinya kita harus secepatnya pindah dari desa ini dik, mereka sudah mulai untuk mengincar anak kita dik. " Ucap mas fandi.


May pun hanya mendengarkan ucapan fandi.


Jujur dalam hati may, dia enggan pindah dari desa tempat kelahirannya.


Tempat ia tumbuh dan tempat semua kenangannya tercipta dari bayi hingga sekarang.


" Tapi may belum siap mas, kalau kita pindah gimana bapak sama simbok mas, mereka sudah tua, may belum bisa berpisah sama bapak juga simbok. " Dengan linangan air mata may mengeluarkan isi hatinya.


" Sebenarnya mas juga belum sanggup keluar dari desa ini dik, tapi mau bagaimana lagi, begini saja kalau kita pindah di kota, bapak sama simbok kita ajak sekalian dik, bagaimana?. " Fandi mencoba bernegoisasi pada may.


" Tapi apa bapak sama simbok mau mas?. "Tanya may lagi, karena may pun ragu jika orangtuanya mau di ajak pindah ke kota.


" Kita coba saja dulu dik, siapa tau bapak sama simbok mau. " kata fandi lagi.


Karena sudah lelah, kami pun langsung pergi tidur setelah selesai makan malam.


Bayi kembar Ansel juga Axel pun sangat tenang malam ini, mereka tidak rewel.


May juga fandi bergegas tidur, tidak ada acara empot-empotan karena memang tubuh mereka sudah sangat lelah.


Mereka pun telah menuju alam mimpi.


***


May pun bermimpi, dalam mimpinya may seperti melihat tolib yang sedang di ikat di bawah pohon bebesar

__ADS_1


" Hah itu kan tolib, tapi dia sama siapa?. "Batin may .


May melihat banyak anak-anak yang telah terikat di bawah pohon itu,


may pun melihat seseorang yang ia kenal


orang itu terlihat sedang duduk di antara sesaji yang berada di meja


dan merapalkan entah apa itu kemudian asap mengepul dan berubah menjadi sosok seperti kelelawar namun berwujud manusia, juga memiliki sepasang sayap, hidung yang besar seperti hidung babi, namun badannya sangat kurus hingga tulang rusuk nya pun terlihat jelas, dan terdapat dua taring dan juga kuku-kukunya yang panjang dan runcing, dan jangan lupa warna kulitnya yang kehijauan.


May membekap mulutnya sendiri, ketika melihat siapa yang sedang duduk bersila memanggil jin tersebut.


May segera berlari ingin mencari bantuan


namun ketika melewati jalan setapak, may di kagetkan dengan tangan yang menepuk pundaknya.


" Ya allah gustiiiiiii. " Pekik may tertahan.


" Kamu kenpa sampai di sini sayang di sini bahaya, disini bukanlah tempatmu sayang. Ujar seseorang namun may sangat mengenal suara itu siapa lagi kalau bukan.


" Jin kuno?. " Pekik may saat membalikkan badannya.


" Sayang, sudah berapa kali aku bilang sama kamu, aku bukan jin kuno, namaku Aryo, ingat ARYO, si penguasa hutan larangan.


"hah dasar , jin kun,,, "


" Ayolah sayang, may panggil aku dengan sebutan yang layak, buka jin kuno lagi!. " Aryo malah mrajuk pada may.


" Kamu tetaplah jin kuno, jin yang menyebalkan jin pebinor, jin perebut bini orang, huh memangnya nggak ada satu pun yang mau sama kamu?. "


Aryo tercengang dibuatnya.


Apa tadi dia bilang nggak ada yang mau sama aku?


hah dasar ini mulut perempuan


kalau bukan may yang bicara sudah aku sobek mulutnya.


Tapi sayangnya kenapa yang bicara si may ku, dan kenapa juga aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada wanita bermulut lemes iniπŸ˜žπŸ˜”.


" Kenapa? nggak bisa jawab, dasar jin kuno, jomblo ngenes, jadi ngrebutin bini orang deh.! " Mulut may semakin lemes saja .


" Sayang berhenti memakai bahasa planet asing, tadi apa, pebinor?


apa itu? " Bingung Aryo sambil menahan kesalnya karena di bilang jomblo ngenesπŸ˜‚.


" Au akh gelap.. "


Krik krik krik .

__ADS_1


Suara jangkrik melengking di gendang telinga Aryo.


" Haduh, itu bahasa apa lagi, ayo cepat pulang aku natar!. " Saking kesalnya Aryo melupakan niatnya ingin membawa may ke istananya.


" Eh tunggu, jin kuno bukannya kamu udah metong ya? kok ada di sini lagi sih?. "


Yasalam si siomay memakai bahasa kebesarannya lagi, yaitu bahasa planet asing.


" Kok diam? berarti kamu udah jadi hantu dong, aaaaaaaaaaaa! ". Jerit histeris may.


Dan Aryo memutar bola matanya malas.


" Sayang, kenapa kamu bodoh sekali sih. " Gumam Aryo dengan masih memegang tangan may.


" APA ❓❓ , kamu bilang aku bodoh, dasar jin kuno sialan. " Pekik may dengan suara melengkingnya.


' Yaelah may, elu itu bukannya bodoh, tapi dodol, tulalit, ah sebel gue sama elu ' Isi hati othor bahenol kenol-kenol.


" Sayang aku itu kan jin, jadi nggak pernah benar-benar mati, aku tetap hidup, tapi hanya di tempatku saja, di sini di tempat yang kamu pijak ini namanya dunia ghaib, tapi aku sudah tidak bisa berada di tempatmu, hanya itu. " Jelas aryo panjang kali lebar seperti rumus matematika.


" Oh, ya bagus dong kamu musnah, jadi udah nggak ada pebinor lagi. " Celetuk may dan berhasil membuat mulut ayo menganga lebar.


" Jadi kamu senang aku musnah?. " Tanya aryo dengan sedih, membuat may merasa iba di buatnya.


" Em, maafkan aku aryo, bukan maksudku begitu. " Kali ini may berbicara dengan benar, tidak konyol seperti biasanya.


" Baiklah, kamu mau bertemu sama anak kita tidak?. " Tanya aryo.


" Mau ". May begitu sumringah, karena bisa bertemu ke anaknya.


" Ayo ikut aku. "


.


.


.


.


. Part selanjutnya si siomay tengah harus biru bertemu anaknya yahh.


Nihh buat yang kangen sama jin kuno


jin kuno udah unjuk gigi kan 😁 .


Masih kangen?


Nanti ada part khusus jin kuno yahπŸ‘πŸ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2