DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNGB chapter 14


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah hampir satu bulan may dan fandi berada di istana , dan di sana pula may selalu mendapat tatapan kasihan dan juga tatapan sinis oleh masyarakat, terutama tatapan seorang wanita yang bernama sukma, ya sukma adalah salah seorang penduduk kampung di sana dan tempat tinggalnya pun tak jauh dari istananya fandi.


May seperti orang linglung sekarang, di tambah lagi dia berada di kawasan kekuasaan fandi, apapun yang fandi mau may selalu menuruti dan semua kemauan fandi tak jauh dari empot empot 😁.


Namun entah kenapa hari ini may selalu mendengar suara tangisan sin sin, dia merasa sangat rindu dengan putri semata wayangnya, dan dia juga selalu mendengar sin sin melantunkan ayat suci.


" Mas aku mau pulang, aku rindu dengan sin sin. " Rengek may pada fandi


" Kamu nggak betah di sini, di sini semua aku turuti, semua kemauanmu bisa terkabulkan, kenapa mesti pulang! ". Tegas mas fandi. Aku begitu kaget, mas fandi berbicara dengan nada yang mulai meninggi dan aura yang entahlah aku juga sulit menebaknya.


" Mas kamu tega sama anak kita, kamu tidak kangen sama putri kita, pokoknya aku mau pulang, aku nggak peduli dengan kemewahan semuanya tak berarti apapun tanpa sin sin, kalau mas tetep kekeh mau di sini oke aku pulang sendiri.! " Aku menjadi naik pitam mendengar jawaban mas fandi, bisa bisanya dia bahagia, makan enak juga hidup enak namun anak di lupakan.


" Baiklah kita pulang. " Ahh, leganya seperti mendapat angin segar mendengar jawaban mas fandi.


Yaa jika mas fandi menolak untuk pulang, aku bisa apa pulang sendiri nggak ingat jalan, takut juga, nah tadi hanya siasat aja, sebenarnya mah kalau di suruh pulang sendiri ogah ya 😄😂.


" Ah terimakasih sayangku, cintaku, my bebeb haniku, my mandorku, kamulah pak mandor hatiku mas. " Kataku dengan manja, dengan suara mendayu dayu seperti sampan 😅.


" Tapi ada syaratnya!. " Suara mas fandi menghentikan ku memainkan dada bidang mas fandi.


" Apa? " Jawabku malas

__ADS_1


" Kamu harus mengandung anakku. "


" Iya ,, iya, padahal udah punya satu juga masih mau sepuluh, emang aku kucing. " Jawabku dengan merucutkan bibirku.


" Bukan kucing sayang, kamu itu wanita yang aku cintai, ibu dari anak anakku. " Suara lembut mas fandi membuat hatiku meleleh.


Aduh abanggg, adek jadi meleleh dengan suara membuat abang, sama perlakuan manis abang ahhhhhh jadi pengen 🙈🐵.


Malam harinya pun kami pulang menuju rumah kami, aku begitu merindukan putriku, merindukan kekonyolan nya, merindukan kecrewetannya, pokoknya putriku tak ada duanya deh.


Di jalan pulang aura mencekam makin pekat, akupun selalu menggandeng lengan mas fandi, apalagi melewati jalan setapak yang mengerikan menurutku.


" Mas aku takut. " Aku makan mempererat genggamanku pada mas fandi.


Sekitar satu jam baru kami sampai di rumah minimalis, bukan tembok permanen bukan juga gedeg permanen, namun campuran dari dinding kayu juga dinding semen. Dan inilah istana ku yang sesungguhnya, yang tiap harinya menghiasi hariku, menciptakan kenangan manis di dalamnya, aku sungguh rindu momen kebersamaan dengan di hiasi canda tawa keluarga, karena sebaik baiknya tempat dan sebagus bagusnya tempat hanya rumah ku lah yang terbaik..


" Assalamualaikum. " Salamku mengiringi ku masuk ke dalam rumah, ahh leganya samapai rumah, aku sungguh rindu aroma di rumah ini walaupun aromanya sedikit apek tapi tak apa lah, yang penting aku sudah berada di rumahku 😊.


Aku menuju kamar dan berguling guling di kasur, seperti bocah SMP yang lagi nunggu chatting dari sang kekasih tapi tak kunjung di balas 😂😂.


" Ahh nyamannya, aku mau mandi terus mau ke rumah bapak jemput sin sin, aku udah kangen banget sama sin sin. " Aku berbicara sendiri mengatur agendaku yang sedikit padat.

__ADS_1


Tak lupa sebelum may mandi may masak terlebih dahulu, dan membuatkan kopi pahit andalan untuk suami tercinta.


" Ini mas, kopinya, kopi pahit namun terasa manis , karena yang buat udah manis , semanis cintaku padamu ea, , , ea, , , ea. " Aku memulai gombalan mautku dan mas fandi hanya tersenyum simpul.


" Mas jumput sin sin yuk. " Kataku menghiba.


" Besok aja sayang, sekarang udah tengah malam, sin sin juga pasti udah tidur. "


" Ya udah deh, ayo mas kita makan dulu, aku udah laper banget nih, tenagaku terkuras di jalan tadi. " Kataku


" Iya. "


Setelah makan malam selesai, may bergegas membersihkan piring yang kotor setelah itu dia pergi tidur.


Namun tiba tiba perutnya terasa mual dan may pun memuntahkan makanan yang tadi masuk ke dalam perutnya.


" Uhh perutku mual sekali, apa jangan jangan???. "


Jangan apa hayooooo...??


Lanjut besok yahhh

__ADS_1


Love you all 😘😘


__ADS_2