DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 12


__ADS_3

Sehabis melakukan *** *** yang membahana, seperti biasa mas fandi


melakukannya sampai dia benar benar puas.


Aku heran kenapa akhir akhir ini stamina mas fandi serasa tak ada habisnya.


Tiap malam minta itu terus.


" Mas kamu mau pergi lagi sekarang?. " Tanyaku melihat mas fandi sudah siap memakai bajunya kembali.


" Iya sayang, mas ada kepentingan. " Selalu begitu mas fandi menjawab nya.


" Mas, putri kita minta di antar sekolah sama kamu mas, memang kepentingan apa sih? , heran aku sama kamu akhir akhir ini, kayak makhluk halus aja berangkat sebelum fajar pulang nya petang. " Celetuk ku dan perkataan ku barusan berhasil membuat mas fandi melototkan matanya.


" Memang kalau aku makhluk halus kamu takut sayang?. " Jawabnya membuatku bingung dengan jawaban mas fandi.


" Hahahaha, kalau kamu makhluk halus aku malah seneng dong, mas bisa mendapatkan uang dalam sekejap, aku bisa dapat apapun yang aku mau. " Candaku, namun mimik mas fandi terlihat sangat serius.


" Memang kamu mau apa sayang, mas akan kabulkan. " Tantangnya.


Sejenak aku berfikir, " lumayan kesempatan mumpung mas fandi menawari apa yang aku mau, jadi aku menggunakan kesempatan emas kali ini. Hohoho jarang lho mas fandi menawariku barang yang aku mau.".. Fikiran licikku dalam hati mulai bermunculan .


" Emm, aku mau mobil mewah keluaran terbaru, mau handphone merk APP*E, mau uang yang buanyakkk banget, mau perhiasan yang banyak, mau kalung yang bertahtakan berlian, mau cincin bermata berlian seberat 24 karat, mau gelang dari mutiara, mau sepatu merk terkenal, mau tas Merk Her*es terbaru, mau baju baju yang mahal, yang bagus, mau rumah yang baguss, bahkan seperti istana, pokoknya semuanya serba mewaaahhhh, hahaha mas bisa ngabulin semuanya haahhhhhh?????. " Seringai licikku.


" Oke, bahkan kalau kamu minta istana dari emas pun aku sanggup, asal kamu ikut denganku selamanya. " Jawab mas fandi


" Mas, aku kan memang udah ikut kamu mas, mas aneh deh, orang aku udah jadi istri sah kamu kok, jiwa dan ragaku hanya untukmu sayang,, ea, , , ea, , , ea , , ,. " Aku mulai mengeluarkan rayuan maut ku, biasanya mas fandi suka klepek klepek bila sudah terkena rayuan maut ku.


" Iya sayang. " Jawabnya dengan bibir yang sedikit melengkung.

__ADS_1


" Mas, anterin Sin Sin ya, ke sekolah mumpung kamu di rumah lho, hayo apa janjinya sama putri kita kemarin sebelum berangkat ke luar kota?. " Kataku mencoba membujuk mas fandi.


" Iya deh, tapi mas keluar dulu ya ada perlu sebentar. "


" Iya sayang, cepet pulang ya, aku masakin ayam kecap kesukaan kamu deh, yang di bumbu dengan cinta ❤😘. " Kataku dengan menyatukan jari telunjuk dan jari ibu menjadi bentuk love.


" Iya, dah mas pergi dulu. " Mas fandi langsung nyelonong keluar dari kamar.


Aku bingung kok mas fandi nggak ngucapin salam dulu ya, apa jangan jangan lupa lagi? .


Semua itu menjadikanku semakin penasaran,


semuanya terlalu aneh menurutku.


Aku pun bergegas menuju dapur setelah membersihkan diriku dari sisa sisa percintaan ku dengan mas fandi.


Aku mulai memasak menu kali ini adalah ayam kecap kesukaan mas fandi juga Sin Sin.


Sesuai janji mas fandi, jam enam pagi mas fandi sudah pulang ke rumah, untuk mengantar Sin Sin sekolah, namun aku sedikit aneh, kok mas fandi berpenampilan beda dari biasanya ya, atau mungkin itu hanya pikiranku saja?.


Aku segera membuatkan kopi hitam pahit untuk mas fandi, dan susu untuk Sin sin juga teh melati untukku sendiri.


Setelah selesai di hidangkan semuanya aku menuju kamar putriku untuk mengajaknya sarapan bersama.


Sin Sin sudah siap dengan seragam sekolahnya tinggal berangkat.


Memang sudah dari Sin Sin umur lima tahun dia sudah mulai mandiri, bangun pagi juga langsung mandi, juga membersihkan kamar tidurnya sendiri, bahkan sekarang Sin Sin juga sudah sering mencuci baju nya sendiri,


aku sungguh sangat beruntung mempunyai putri yang baik dan mandiri seperti Sin Sin.

__ADS_1


" Ayo sayang, kita sarapan bapak sudah nunggu di meja makan tuh. " Kataku pada putriku.


" Wahh, ayo bu, aku sudah nggak sabar pengen makan bareng bapak. " Jawabnya.


Aku sedikit terkejut, pasalnya kemarin Sin Sin bilang kalau mas fandi bukan bapaknya, tapi sekarang dia sudah nggak sabar pengen makan bareng bapaknya, kenapa semuanya sangat aneh menurutku.


Tapi aku berfikir mungkin benar kata mas fandi kemarin Sin Sin hanya kecapean jadi dia ngomong sedikit nglantur.


Kami pun sarapan dengan khidmat.


Selesai sarapan Sin Sin segera berangkat sekolah, tak lupa mencium punggung tangan ku dan mengecup pipiku.


" Sin Sin berangkat ya bu, assalamualaikum. "


" wa'alaikumsalam sayang, hati hati ya nak, jangan nakal di sekolah belajar yang pinter ya sayang. " Kataku.


" Lho mas itu motor siapa?. " Tanyaku penasaran .


" Ohh, ini motornya mas , mas beli kemaren baru keluar dari bengkel, mas suka soalnya motornya antik, motor jaman penjajahan. " Jawab mas fandi.


" Waah, bagus ya mas, motor tua jaman penjajahan masih bisa nyala, pasti mahal ini mas motornya? " Tanyaku dengan beruntun penasaran sekali aku ini..


" KEPO. " Jawabnya.


" Hahahahaha, rupanya mas fandi tau juga sama bahasa gaul to,. " Tawaku pecah.


" Ayo pak Sin Sin udah telat nih, ngomong sama ibu mah sampek besok nggak putus putus. " Kata Sin Sin sambil ngerucutkan bibirnya.


" Yaelah nduk kayak layangan aja putus, udah sono berangkat kang ojek hahaha. "Tawaku lagi.

__ADS_1


^ KeNaRoK ^


__ADS_2