DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 19


__ADS_3

Setelah perkara HP baru namun karena malu-malu empus jadinya gatot alias gagal total may beranjak untuk tidur dengan membungkus semua tubuhnya dengan selimut tebal.


" Huh biarin, pokoknya aku mau mogok empot-empotnya, pokoknya kalau mas fandi minta empot - empot, ngarayu sampek capek sendiri pun aku ogah ngelayanin. " Gerutu may dengan BIMOLI nya ( Bibir monyong lima centi 😂😂 ).


Ceklek...


Pintu kamar terbuka, dan suara langkah


kaki pun terdengar, rupanya mas fandi


yang masuk.


Fandi mulai menyibakkan selimut tebal yang membungkus may, dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik may, fandi mulai mengelus lembut pipi chubby may, dan mulai meraba-raba bagian dada may.


Dengan susah payah may menahan hasrat yang amat besar.


Entah kenapa selama setahun ini


may yang selalu blingsatan menginginkan


belaian kasih sayang.

__ADS_1


'Ibarat seperti tante-tante kurang belaian '😅


" Kalau mau mendesah, desah aja sayang, jangan di tahan nanti malah keluarnya lewat belakang loh kalau di tahan terus. " Goda fandi sambil menelusuri leher jenjang may.


" Hah, siapa juga yang mau ngedesah, orang aku biasa aja kok, juga apa tadi maksudnya keluar lewat belakang, aneh deh.! " Ketus may, namun dimata fandi may menjadi sangat lucu dan menggemaskan, ingin menguyel-uyel gemezzz...


" Yaa kan kalau mau keluar lewat mulut tapi di tahan lama-lama keluar dari belakang, jadi kentut maksudnya😂😂. " Takdung pretttt.. Kata fandi dengan tawa yang menggelegar dan itupun berhasil membuat bibir may menjadi lebih bimoli.


" Ketawa aja terosss, terusssin ketawanya, emang ada yang lucu apa!. " Ketus may dengan masih dongkol di hati.


" Iya maaf, eh dik tau nggak kalau selimutan kayak gini itu bisa jadi nanti ada yang gerak-gerak di balik selimutnya, emang nggak takut kamu dik.? " Goda fandi lagi, menakuti may bertujuan untuk mensukseskan rencananya untuk minta yang nikmat-nikmat namun bukan makanan melainkan kenikmatan yang tak bisa dijabarkan lewat kata -kata.


merasakan adanya pergerakan, may pun diam dan merasakan, pergerakan apakah itu,


dan...


Aaaaaaaa....


May menyingkapkan selimutnya namun tak ada apapun di dalam selimut.


" Ada apa dik?. " Fandi pun jadi ikutan panik.

__ADS_1


"Mas tadi ada yang gerak - gerak. " Gemetar may dengan memeluk fandi.


" Tuh kan apa tadi aku bilang, ada yang gerak beneran kan, makanya kalau suami ngomong itu di dengerin, lah ini malah ngeyel, kualat kan jadinya. " Ceramah fandi sudah macam acara pagi di acara stasiun televisi .


" Iya mas maaf. " Lirih may dengan masih memeluk erat fandi.


Fandi pun tak menyia-yiakan kesempatan,


dia segera membalas pelukan may


dan bibirnya pun sudah aktif mengecup sana-sini, dan tangan nya pun tak tinggal diam, dia meremas bongkahan buah yang menempel di dada, yang di sebut buah dada😄 , dan memainkannya seperti meremas squishy yang kenyal dan lembut.


Tangan nakalnya pun sudah melucuti kain yang mereka gunakan, hingga kini mereka sudah seperti bayi yang baru lahir.


Bibirnya bergeliyaran kesana-kemari meneguk nikmat dan manisnya sumber air dalam tubuh may


" Emm manis sayaang,, aku suka, kok ini tambah besar sayang, aku makin suka deh. " Kata mas fandi dengan suara sensualnya.


" Emmhh, mas aku sudah nggak tahan. " Tanpa sadar tubuhku menghianatiku sendiri, huh sia-sia tadi mau mogok empot-empot segala ujung-ujungnya malah minta di empotin duluan deh.


" Hedeeh may, elu tuh ya 😒😒. "

__ADS_1


__ADS_2