DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 24


__ADS_3

Maapin othor yah guys, kemarin othor bahenol nggak bisa up 😭😭 , sedih sihh membuat kalian kecewa, tapi insyaallah akan othor ganti hari ini dehh, maaf yah kalau karya othor nggak se menarik yang kalian ekspentasikan, maklum othor baru belajar, and jangan lupa kritik dan saran sangat othor nantikan agar novel ini bisa lebih baik lagi, and jangan lupa tinggalin jejak πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£


pokoknya love you all 😘😘 .


🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣


Hujan deras membasahi rumah dan juga petir menggelegar, namun


anehnya hujan hanya mengguyur rumah may saja, tidak dengan yang lainnya.


Fandi begitu kaget mendengar petir yang sangat menggelegar, dia pun segera pulang


memastikan anak dan istrinya baik-baik saja.


Sampai rumah fandi sangat panik melihat


kondisi may yang sangat memprihatinkan.


May terkulai lemas tak sadarkan diri, juga terdapat banyak darah yang mengalir di area pangkal paha nya.


May semakin pucat , fandi pun mengangkat may menuju kamar dan membaringkan may di sana.


Fandi segera berlari menuju rumah mbok sari dengan tergesa-gesa.


Samaapi di rumah mbok sari fandi mengedor-gedor pintu dengan kerasnya.


" Mbok, mbok sari tolong saya mbok. "


Fandi terus berteriak dan juga masih mengedor-gedor pintu rumah mbok sari, hingga tetangga sebelah mbok sari keluar rumah karena mendengar keributan.


"Woi, udah malam, kamu tahu aturan tidak, tengah malam begini teriak-teriak, anak saya jadi terbangun karena ulah mu. " Omel sang bapak-bapak karena terganggu suara fandi.


" Maaf mas, tapi ini darurat istri saya keluar darah mas!. " Fandi pun tak kalah teriaknya, karena panik.


Tak lama pintu pun terbuka, terlihat mbok sari dan seorang pemuda sekitar berumur 27 tahunan. mbok sari dan pemuda itu pun sudah rapi dengan berbagai macam bunga juga peralatan entah apa namanya.


" Ayo, cepat istrimu dalam bahaya, kita harus segera menolongnya. " Ucap mbok sari.


Mereka pun segera menuju rumah fandi, mbok sari terlihat sedang membaca mantra dan juga menabur serbuk seperti abu, namun berwarna hitam, entah apa itu namanya.


sementara si pemuda langsung masuk ke dalam dan menuju kamar.


Kemudian mbok sari pun menyusul masuk ke dalam kamar.


" Kenapa kalung yang kuberi tidak ada, aku kan sudah bilang, jangan samapai melepas kalung itu!. " Mbok sari terlihat sangat marah karena may tak memakai kalungnya.


" Sekarang sudah begini, kamu bagaimana menjaga istrimu, seharusnya kamu lebih ketat mengawasi istrimu!. " Mbok sari benar-benar naik pitam, dan aku hanya diam, karena memang benar aku lali dalam menjaga istriku.


" Joko, kamu temukan sukma may, aku akan menyingkirkan penggangu yang berada di sini. " Kata mbok sari pada joko, ya dia pemuda yang berada di kediaman mbok sari.


" Baik mbok ". Joko mulai duduk bersila dan mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada, kemudian merapalkan mantra.

__ADS_1


Terlihat mbok sari seperti kewalahan melawan makhluk-makhluk yang menganggu, dan kemudian angin berhembus dengan kencang juga lampu mulai berkedip-kedip menambah aura mencekam di malam ini.



🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Di tempat lain, may begitu ketakutan


karena ia berada di hutan yang sangat gelap.


Tak ada satupun manusia di dalamnya.


Suara binatang buas sangat menggema di seluruh penjuru hutan.


Dia mulai berkeringat, namun ketika ia hendak melangkah, kedua kaki may ada yang mencekal, dia pun limbung dan ambruk.


May melihat makhluk berwarna hijau pekat dengan muka yang sangat tua, juga tubuhnya yang tinggal tulang, dan jangan lupa kuku nya yang panjang dan runcing, juga kaki yang panjang, dilihat seperti jerapah hanya kaki saja yang panjang, namun sangat menakutkan.


Tubuh may di seret dengan paksa, dan di masukkan kedalam pohon besar di tengah hutan.


Tubuh may sudah terkulai lemah, dan tubuhnya sudah banyak luka sayat dan jika luka tusuk ranting akibat seretan dari makhluk tadi.


Makhluk hijau itu segera menacapkan kuku nya di perut may, may menjerit kesakitan


darah segar pun mengalir.


Namun sebelum makhluk itu menjilati darah may, makhluk itu terpental dan membentur dinding kayu tubuhnya seperti ringsek hingga matanya seperti hendak keluar.


Yaa dialah aryo sang jin kuno πŸ˜‚.


" Jin kuno " Lirih may.


Aryo hanya berdecih sebal, sebab di sebut jin kuno.


" Hahahahahahaha, mereka milik raja kami, dan mereka akan segera menjadi tumbal raja kami " Kata makhluk hijau tersebut.


" Jangan harap. " Terlihat aryo merapalkan sesuatu, dan sedetik kemudian banyak makhluk seperti kingkong bermunculan dari dalam tanah.


Mereka segera mencabik-cabik makhluk hijau dekil itu, dan aryo membawaku menuju istana.


Namun di tengah jalan, kami di hadang dengan seorang pemuda, yang mengenakan pakaian serba hitam juga seorang bersorban putih yang mendampinginya.


" Maafkan saya raja, maksud kedatangan saya kemari bertujuan menjemput cucuku pulang. " Ucap pemuda itu dan dialah joko yang di utus mbok sari untuk menemukan sukma may.


" Hahahahaha, bermimpilah kamu , kali ini aku tidak akan melepaskan wanitaku. " Suara menggelegar aryo.


" Saya minta maaf wahai raja penguasa hutan larangan, tapi ini bukanlah tempat cucuku, saya mohon kembalikan cucuku. " Ucap joko dengan nada yang rendah.


" Hahahaha , aku akan menjadikannya permaisuri di sini, dan akan melindunginya, jadi jangan salahkan aku jika aku tak mau mengembalikan cucumu, karena suaminya pun lalai dalam menjaga dia, kembalilah aku akan mengantarkan dia sendiri, jika dia yang ingin kembali . " Ucap aryo panjang lebar.


Kami pun menuju istana, disana sudah banyak orang yang menunggu kedatangan kami, namun ada satu orang yang berpenampilan beda, dia memakai ikat kepala dan juga baju surja lurik ( baju khas sunan kali jaga) , juga sebuah keris yang terselip di punggungnya.

__ADS_1


" Sayang kenalkan ini aki brojo, dia kuncen di daerah sini. " Kata aryo pada may.


May pun bejabat tangan dengan ki brojo,


dan ki brojo menyabutnya dengan senyum hangatnya.


Namun banyak dari mereka yang menatapku kasihan, dan ada yang menatapku dengan penuh kebencian juga dendam, ya dialah sukma wati .


Sudah satu bulan lamanya aku berada di sini, dan selama di sini aku selalu mendengar suara seseorang mengaji, dan juga suara tangisan sin sin yang selalu mengusik hatiku.


Seperti sekarang ini, entah pagi atau sore karena selama di sini suasana hanya seperti menjelang petang, hanya remang-remang, tak pernah ada sinar matahari seperti di rumahku.


" Aryo aku mau pulang. " Kataku pada Aryo.


" Kamu disini saja sayang, menjadi Permaisuri ku, merawatku juga anak-anak kita, sebentar lagi anak-anak kita akan lahir di dunia. " Suara lembut Aryo padaku.


" Tapi aku sangat rindu pada sin sin, hiks, hiks, hiks. " Tangusku mulai pecah karena tak diperbolehkan pulang oleh Aryo.


" Aku mau pulang. " Suaraku bergetar.


" Baiklah aku akan mengantarmu, seperti janjiku. " Suara lembut Aryo.


" Tapi aku minta satu hal. " Kata Aryo kembali.


" Apa?. " Tanyaku bingung.


" Tolong, jangan panggil aku jin kuno, masa iya aku itu gantengnya kebangetan, macho, tampan maksimal,raja penguasa hutan larangan, masa di panggil jin kuno turun dong pamorku 😞. " . May begitu terkejut, karena kenarsisan jin satu ini.


" Hah 😯 , dasar selain kuno kamu ini juga narsisnya minta ampun, sekali jin kuno tetaplah jin kuno, aku nggak akan pernah merubah panggilanku ke kamu, dasar jin kuno, mesum, pebinor!!. "


" Nah kan, pakai bahasa planet mana lagi itu, huh pengen tak tabok, tapi aku cinta ❀😘. "


' Ya udah lah Aryo, terimalah nasibmu sebagai jin kuno πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚'


.


.


.


.


.


.


.


.


Sebelum othor di tabok sama si Aryo , kabooooorrrrrrrπŸ¦Έβ€β™‚οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸ’ƒπŸ’ƒ

__ADS_1


__ADS_2