DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG chapter 26


__ADS_3

Setelah lahir nya kedua bayi mungil, Ansel dan Axel yang mewarisi ketampanan Aryo juga fandi, ya karena wajah Aryo dan fandi sangat mirip hanya saja warna kulitnya yang berbeda.



Setelah selesai membersihkan ke dua bayi may, mbok sari segera membungkus ari-ari bayi menggunakan kain kafan kemudian di masukkan kedalam kendil kecil dan di taburi kembang tujuh rupa.



" Kuburan ari-ari ini di dalam rumahmu, dan terangi tempat penguburan ari-ari ini dengan lampu selama 40 hari . "Ucap mbok sari sembari menyerahkan kendil berisi ari-ari kepada mas fandi.


" Dan aku sarankan, segeralah kalian menjauh dari desa ini, karena kedua anakmu ini banyak yang menginginkan, sebelum anakmu genap berusia 1 tahun. " Lanjut mbok sari kembali.


" Tapi kenapa mbok, bukanya kedua anakku ini murni keturunan manusia mbok, bukan seperti ke-8 saudaranya?. " Tanyaku pada mbok sari.


" Itu karena kedua nakmu memiliki darah campuran antara jin dan manusia, yang mana sebelum genap berusia satu tahun, darah mereka akan di pakai untuk memperkuat ilmu Hitam. "


" Baik mbok, akan saya usahakan untuk pindah dari desa, tapi entah kapan waktu nya. " Jawab mas fandi.


" Baiklah, tapi ingatlah kata-kata ku tadi. " ucap mbok sari.


Setelah selesai semuanya kami kembali masuk ke dalam rumah, namun anehnya may langsung bisa berjalan bahkan menggendong kedua bayinya.


" Ahh lucunya anak ibu, abang Ansel, dedek Axel, kalian nanti akan menjadi bodyguard untuk kakak sin sin yaa. "


" Buu, kok bodyguard sih, sin-sin mau dandani dedek ans sama dedek Axel seperti boneka kucing biar mereka imut 😻. " Kata polos sin sin dengan binar bahagianya.


" Lah kan adeknya sin sin cowok?. " Bingung may


" Iya, kan kalau cowok di dandani kayak boneka jadi lucu bu, seperti kakak bunny , lucu tampan juga baik hati. " Sin sin cengar cengir sendiri membayangkan teman masa kecilnya, yang kerap ia panggil dengan sebutan kakak bunny.


" Oh iya, gimana kabarnya si bun-bun itu ya? , udah lama sekali nggak pulang ke desa, semenjak kakek neneknya meninggal. " Kata may pada sin sin.


" Ibu bukan bun-bun, tapi bunny, bunny nya sin sin 😍. " Bocah itu malah mesem-mesem seperti anak remaja sedang jatuh cinta.


Tapi ini masih ingusan udah mikirin bunny, bunny, .

__ADS_1


" Halah koe ki nduk, ijeh mambu kencur wes buna-bunny, Sinau sek pinter ben dadi cah genah, nek cita-citamu wes kesampean kabeh, lha gek mikirne bunny. "( Halah kamu itu nduk, masih bau kencur sudah bunny bunny, belajar yang rajin, biar jadi anak yang berhasil, kalau semua cita-citamu sudah tercapai, baru mikirin bunny) .


" Yo kan gawe semangat buk, koncoku we wis ndue pacar loro palahan kok, gur aku dewe sik ora ndue pacar buk. "


( Ya kan buat penyemangat buk, temenku sudah punya pacar dua malahan, cuma aku sendiri yang nggak punya pacar buk).


Gubrakk......


" Apa..... " Suara may menggelegar di gendang telinga, hingga sin sin terlonjak kaget juga si kembar Ansel juga Axel nangis kejer di buatnya.


" Ha ha tak tahu. " Sin Sin menirukan suara pada kartun animasi yang ada di siaran televisi .


" Uluh, uluh, cup cup cup, anak-anak bapak kok pada nangis kejer gini, sini bapak gendong. "


" Itu mas gegara tetehnya, bahas masalah pac,,,, ". Belum sempat may meneruskan omongannya, sin sin buru-buru membekap mulut may.


" Eh enggak pak, bukan salah teteh, salah ibu itu yang teriak-teriak. " Sin sin malah membalikkan fakta .


" Ibu kan kaget denger perkataan kamu teh. " kata may.


Dan jadilah mereka debat ala emak-emak VS anak bau kencur. 😂😂😂.


" Bu, pak, Sin Sin nggak mau di panggil teteh sama adek. " Kata Sin Sin tiba-tiba, membuta fandi juga may bingung.


" Kenapa?. " Jawab may juga fandi bersamaan.


" Sin Sin mau di panggil oppa. "


Satu detika kemudian may juga fandi tertawa terbahak bahak, mendengar kekonyolan Sin Sin yang tak ada habisnya 🤣🤣


" Wkwkkwkwkwkwkwkwk, Teteh mau di panggil opa, Sin Sin mau rambutnya putih kayak mbah uti sama mbah kakung?. " Seloroh may dengan tawa ngakak nya.


" Hah, kok rambutnya bisa putih bu?. " Sin Sin malah jadi bingung sendiri.


" Iya, katanya mau di panggil opa, ya kan opa itu artinya nenek, nah kamu udah siap rambutnya putih semua?. " Jawab may

__ADS_1


" Hah, Sin sin nggak mau buk, tapi kok Rani panggil abangnya dengan sebutan oppa, jadi abangnya Rani jadi kakek dong buk?. " Tanya Sin sin dengan polosnya.


" Ya iyalah, jadi kakak nya Rani udah jadi kakek, soalnya di panggil opa sama Rani!. "


' Hedehhh, ini bener-bener ya, satu keluarga nggak ada yang bener, pada sengklek semua. ' .


" Ya udah deh di panggil teteh manis aja. " Cicit Sin Sin dengan cengiran khas nya, kemudian pergi ngeloyor masuk ke dalam kamarnya.


🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬


Tak terasa umur si twins A sudah menginjak tiga bulan.


Badan mereka pun sudah berisi dengan pipi gembul nya, dan kulit mereka yang putih .


Semakin bertambah bulan, twins A semakin pintar, dalam bulan ke tiga ini, mereka sudah bisa tengkurap dan juga bulak balik.


Dan tentunya, semakin cerewet serta usilnya si teteh manis, siapa lagi kalau bukan Sin Sin, si ratu drama, yang sering membuat bapaknya terkena jebakan betmen nya.


" Dedek, dedek gemess. " Kata Sin Sin sambil mencubit pipi gembul babby Ansel juga Axel.


Membuat kedua bayi itu nangis kejer di buatnya.


" Ih si teteh, sukanya jahilin adeknya sih. " Sangat ibu ratu telah membuka suara emasnya.


" Habisnya gemes banget bu, Sin Sin suka banget sama pipi si dedek. " Dengan santai nya Sin Sin menjawab tanpa rasa bersalah sedikit pun.


" Cup cup cup, teteh nakal ya, cubitin pipinya dedek ya, nanti biar teteh di cubit juga sama bapak ya. " May berceloteh manja dengan semangat 45 walaupun si anak belum paham bahasa emak nya.


.


.


.


. Haduuh maaf banget kalau part ini bikin kecewa kalian, tapi beneran, makin ke sini ide untuk melanjutkan novel ini kok nggak ada yah, duhh maaffff bangett.

__ADS_1


Othor udah bingung bikin kelanjutan episode nya, serasa mau pecah ini kepala ...


See you


__ADS_2