DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
Sisi iblis.


__ADS_3

Waktu telah berlalu.


Kini axel dan ansel pun sudah beranjak dewasa.


Mereka sudah berada di bangku kuliah , dan paras mereka yang begitu tampan dan juga otak yang encer seperti air mengalir.


Mereka kerap di sebut sebagai TWINS DEMON, karena wajah mereka yang begitu tampan namun ketika marah mereka akan memperlihatkan sisi iblisnya yang begitu menakutkan.


Dan tentu saja yang bisa mengendalikan sisi iblisnya hanyalah ibunya tercinta, siapa lagi kalau bukan si siomay alias maysaroh.


Kini sin sin pun sudah menikah dan telah memiliki seorang putri yang begitu cantik dan manis.


Pagi ini fandi cs sedang mengadakan piknik dadakan ala may.


Mereka membuat nasi liwet dan menggelar tikar di belakang rumah , dengan pemandangan kebun teh yang asri, juga udara yang sejuk membuat suasana menjadi indah.

__ADS_1


" Ansel, axel, bantuin ibu angkatin nasi liwetnya bawa kesini. " Teriak may menggelegar hingga memekikkan telinga.


" Iss ibuuuuuu, kebiasaan deh suka teriak, . " Kini sin sin angkat bicara, karena kelakuan may yang super duper kocak.


" Hehehe suka lupa ibu mah. " Kilah may.


" Ih ibu mah nggak malu apa sama mantu ibu itu . " Sin sin menunjuk suaminya yang hanya tersenyum lembut dan selalu memancarkan tatapan cintanya untuk sin sin.


" Hais, sudah sudah, malah debat, ini mau jadi kemping apa enggak sih, ini lagi nasi liwetnya mana?. " Ujar bapak menengahi.


" Oooh, pantesan dari tadi, ibu panggil, kagak nyahut-nyaut, rupanya kuping nya di sumpel pakek apa ini, kesel - kesel nanti ibu putusin itu kabel, biar nyahok kalian. " May pun mencabut paksa headset yang masih nempel di kuping si kembar.


Ansel juga axel pun kaget bukan main, pasalnya mereka sedang asyik memainkan game yang sedang booming di jagat para anak muda hahaha.


" Yasalam , ibuuu, ih jadi kalah kan. " gerutu mereka berdua.

__ADS_1


Tanpa ba bi bu, may menghadiahkan sebuah tarikan mesra tepat di telinga masing-masing, dan mereka pun hanya meringis sambil protes pada sangat ibu.


" Gitu ya , bagus ya, dari tadi ibu panggil kagak nyahut-nyaut ternyata kalian lagi main pri payer ( Memang kalau lidah orang Jawa mah, mau bilang free fire, lidahnya langsung nyrimpet jadi pri payer) kalean tau nggak, suara ibu udah hampir habis buat nereakin kalean, mesti kudu beli TOA ini mah, biar nanti ibu tereak di kuping kalian pakek TOA yang gede biar pada rontok tuh kotoran kuping. " Gerutu may tanpa henti seperti kereta api.


" Hehehe, maafin kita bu, janji nggak ulangi lagi deh, yok kita keluar. " Ujar Ansel dan di balas anggukan juga oleh axel.


" Heeeh meni enak pisan langsung keluar, bawa dulu atuh itu nasi liwetnya, bawa ke belakang rumah, dan bawa itu termos teh dingin biar seger nanti kepedesan langsung minum teh dingin, huh mantap. " ujar may dan si kembar pun langsung menuruti perkataan ibunya, jika mereka tidak mau mendapat belaian mesra di telinganya lagi.


Setelah semuanya tersaji, mereka pun makan dengan lahap, tak lupa si bocil alias anak sin sin yang sibuk makan ini dan itu tanpa berhenti, terkadang juga berjalan kesana kemari dengan pempes dan bo ko ng yang begitu semok untuk ukuran anak balita alias bocil.


" Neca, neca. " Panggil anak sin sin pada may, neca yang artinya nenek cantik.


Ihirrr, othor kembali lagi wahai para penggemar jin kuno, siomay juga si panci.


Dukung terus othor ya, biar bisa up terus, okeeh babay 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2