DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
Mimpi yang seperti nyata.


__ADS_3

Malam harinya setelah menemani may nonton film horor, kini Ansel juga axel bersiap untuk tidur.


Mereka masih tidur bersama, alasannya karena jika mereka tidur terpisah maka salah satu dari mereka sering kebangun malam dan mencari saudara kembarnya.


Alhasil mereka jadi tidur berdua.


" Pak ibu takut kalau nanti si kembar di ambil sama mas aryo. " Ujar may dengan gurat kesedihannya .


" Mas mes mas mes, ih sebel!. " Ujar fandi merajuk seperti anak kecil.


" Haduuh, terus ibu harus panggil apa dong, masa iya manggil sayang?. " Ujar polos may.


Haduuh si siomay sudah tuwir masih aja ngebanyol juga oon nya kebangetan.


" Issh, nggak peka!. "


" Ya ibu panggil aja si aryo, apa panggil seperti dulu jin kuno, kan lebih enak. " Jelas fandi.


" Ayoyo, yang enak mah ini sayang. " Ucap may sambil memegang burung rajawali milik fandi dengan di iringi elusan lembut hingga re ma san yang membuat burung rajawali tersebut tegak berdiri dengan gagahnya.


" A hehehe, ibu tau aja, yok kita main push up, udah empat hari ini santen kentalnya enggak keluar, nanti basi lama-lama. "


Dan yaa kalean tau lahh selanjutnya, duhh othor mah baik hati dan tidak sombong.


Cuman othor kagak mau nanti di kirim surat cinta sama pihak NT nya, ihh jadi merinding ngebayanginnya 😅😅.


Lain halnya si fandi juga may yang sedang menggiring bola menuju puncak gol nya dengan tenaga yang ekstra biar bisa gol bersama-sama.

__ADS_1


Berbeda dengan si kembar, mereka terlihat gelisah dalam tidurnya dan keringat dingin mengucur membasahi dahi juga leher mereka.


Dalam mimpi.


Mereka melihat dua anak kembar yang masih bayi, dan diletakkan di antara sesaji dan juga terlihat makhluk besar hitam bersayap menghampiri kedua anak kembar tersebut.


Tangan hitam juga kuku yang panjang dan tajam siap mengoyak tubuh kedua bayi kembar tersebut.


Dan hap makhluk tersebut telah mengambil salah satu bayi, dan mulutnya yang besar siap menelan mangsanya.


Namun cahaya merah delima secepat kilat menyambar makhluk tersebut dan merebut bayi tersebut dan berkata.


" Pergilah nak, romo akan melindungi kalian. "


Huh, huh, huh, huh,...


Kini si kembar terbangun dari mimpinya yang terasa nyata.


" Hah, abang tadi dedek mimpi.. " Ujar Axel dengan nafas memburu.


" Abang juga mimpi dek, tapi siapa ya tadi yang menyebut dirinya dengan romo pada kita?. " Ujar Ansel.


Mereka pun akhirnya tertidur kembali setelah mencurahkan seluruh isi mimpinya masing-masing.


*


*

__ADS_1


*


*


Pagi harinya seperti seperti biasa, may menyiapkan sarapan untuk kedua putranya dan juga suaminya. may mulai menata ayam kecap kesukaan semua, juga bakwan jagung dan juga capcay kesukaan may.


May menyeduh kopi hitam pahit kesukaan fandi, juga susu untuk si kembar dan juga teh melati untuk dirinya sendiri.


Namun kini sedikit berbeda setelah sin sin menikah, karena tidak ada yang crewet lagi ketika pagi hari.


Sungguh may sangat merindukan moment tersebut, ketika melayani ketiga anaknya .


May kini sangat merindukan moment-moment saat anak-anaknya beradu merebutkan entah itu mainan, entah makanan, dia merindukan keriwehan saat mengasuh anaknya dulu.


" Huh, waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin aku melahirkan sin sin, menggendongnya, mengepang rambutnya , dan memandikan nya, mengantar sekolah, mengantar ngaji di rumah pak lik darmo, ahh aku rindu semuanya, rindu kampung juga. " Ujar may lirih.


.


.


.


.


.


Nahh, nantikan sebentar lagi ada penjelasannya nih kenapa si kembar bisa lupa sama si romo alias jin kuno.

__ADS_1


Nantikan selanjutnya.


Babay 😘


__ADS_2