DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG S2 chapter ~


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 31 menit kami sampai di kontrakan yang asri, berada di dekat kebun teh dan juga tanaman padi, rumahnya pun bergaya minimalis, namun asri.


" Adek, teteh ayo bangun udah sampek rumah. " Kata may membangunkan trio bocil mrekintil.


" Hoamm. " Seketika mereka menguap dengan lebarnya, untung aja nggak kemasukan lalat itu mulut 🀭.


Mereka turun dari mobil dan mengamati pemandangan asri di depannya.


Terlihat para petani sedang menanam padi, ada juga yang sedang NDAUT ( Mengambil tanaman padi yang baru tumbuh untuk di tanam kembali di lahan ) .


" Wihh buk omahe sangar. " ( Wihh buk rumahnya keren) . Serempak si kembar nakal dengan berlari menuju rumah dan mengamati sekitar rumah.


" Wihh cedak wangang ans iso memet adewe mengko. " ( Wihh dekat empang ans bisa cari ikan nanti kita). Si kembar nakal malah senyum-senyum sendiri sambil melihat empang yang airnya jernih.


Sampai mereka di kagetkan dengan si teteh yang menepuk pundak si kembar.


" Ish, teteh axel kan lagi bayangin nangkep ikan gede disitu iya kan ans." Sebal axel sambil mengerucutkan bibirnya.


" Enggak tuh. " Kini ansel membalas axel yang sukses membuat si teteh tertawa terbahak-bahak dan bibir si axel tambah ngerucut lagi.


" Ih dasar, ice bear. " Si teteh malah tambah ngakak mendengar axel menggerutu.


" Uwis-uwis, ayo ndang mlebu, ra ilok kerah neng ngarep omah. " Kini sang kakung yang bersuara, dan semuanya pada diam.


( Sudah-sudah, ayo lekas masuk, nggak baik bertengkar di depan rumah).


Semuanya pun masuk rumah, dan prmandangan pertama yaitu dalam rumah kontrakan yang..... Emm gimana yah, dibilang bersih tidak terlalu, karena masih banyak debu, dibilang rajin, emm kayaknya nggak terlalu juga, ihh ini mah nggak sesuai dengan background depan rumahnya yang asri, tapi dalamnya, yah tapi lumayan lahh, cuma butuh di rapihin juga di benerin, biar tangan ajaib si siomay yang merubah semuanya, di jamin bakalan Cliinnggg, langsung berubah, kayak sailormoon πŸ˜‚πŸ˜‚βœŒ.


" Hehehe , maaf ya bu mandor, hanya ini kontrakan yang tersisa di desa 😁. " Dengan memamerkan deretan giginya kang jono.


" Iya kang, tidak apa-apa, seharusnya saya yang terimakasih sama akang karena sudah ngeluangin waktunya buat cari kontrakan buat kami , kami sekeluarga sangat berterimakasih sama akang, semoga Tuhan membalas kebaikan akang semua. " Ucap may bijak ' Tumben ' .


" Iya sama-sama Bu mandor, pak mandor juga selalu membantu saya, nah kalau ada apa-apa rumah saya nomor empat setelah rumah pak mandor, yang ber cat hijau. " Kata kang jono ramah.

__ADS_1


" Terimakasih ya jon , udah bantu saya. " Ucap fandi dengan tulus.


" Iya Pak, Sama-sama , Anak-anak sudah kangen sama bapak , apa bapak mau kembali lagi jadi mandor kami? anak-anak pasti senang. "


" Sepertinya enggak jon , saya mau buka usaha kecil-kecilan saja . " Ucap fandi.


" Alhamdulillah, saya doakan pak, semoga lancar ya, nanti saya bisa kerja sama bapak. "Kata mang jono dengan semangat.


" Aamiin, doakan saja jon, sekali lagi terimakasih loh udah bantuin saya. "


" Iya Pak, Sama-sama saya permisi dulu pak, assalamu'alaikum. " Pamit mang jono.


" Waalaikumsalam. " Jawab kami serempak.


Setelah mang jono pulang, may juga fandi membereskan baju-baju , may memasukkan baju-baju simbok sama bapaknya di kamar, nah di rumah kontrakan mereka terdapat tiga kamar tidur, satu kamar mandi dll termasuk ruang makan, tamu juga garasi kecil.


" Teteh sama dedek bobok satu kamar ya, soalnya kamarnya cuma tiga. " Ucap may dengan lembut.


" Iya buk. " Jawab mereka kompak.


Semuanya bergerak, dan karena semuanya kerja jadi tugas memberikan rumah jadi lebih cepat selesai.


" Aaaaahhhhh, ahirnya selesai juga. " May meregangkan otot-otot nya yang pegal.


" Alhamdulillah, selesai, tinggal besok beli cat dinding, ini warnanya udah kusam , udah banyak yang ngelupas juga. " Kata fandi.


" Mas, ngeleh ( laper) . " Kata may dan di angguki oleh semuanya.


" Yaudah, kita beli makan di pinggir jalan tadi, masih buka sepertinya. "


Fandi juga may pun pergi membeli makan di warteg pinggir jalan tadi dengan menaiki sepeda motor pinjaman dari mang jono.


" Buk , beli nasi ramesnya tujuh bungkus buk, lauknya ayam, mie, tempe orek sama kerupuknya buk, yang empat di tambah sambel ya buk. " May memesan nasi rames spesial buatan bandung☺.

__ADS_1


" Oh ya, sakedap nyak neng, enengnya warga baru ya?. " Kata ibu penjual nasi.


" Hehehe, iya bu saya baru pindahan dari kampung. " Ucap may dengan diselingi tawa kecil.


" Ooh, kampung mana neng?. "


" Dari kampung 😳😳 daerah Jawa Tengah buk. " Jawab may.


"Oalah, wong jowo to, lha tonggo deso berarti mbe aku. " ( Oalah orang Jawa to, lha tangga desa berarti sama saya).


" Oalah, ibu merantau juga to, sama berarti ya. " Kataku dengan semangat.Dan sesi mengobrol ngalor ngidul pun berlanjut sampai pesanan may sudah jadi.


Skip..


Sampai rumah mereka makan bersama dan berbincang-bincang dengan hangatnya.


Setelah satu minggu mereka tinggal di desa bojong soang , fandi dan juga may mencari lahan kontrakan untuk mereka membuka usaha rumah makan sederhana.


Dan setelah beberapa hari mereka mendapatkan kontrakan bekas cafe kecil yang sudah tidak di pakai lagi, dan lokasinya pun terbilang strategis karena selain berada di pinggir jalan, juga berada di dekat tempat pengepul buah kelapa sawit juga sekolah dari TK hingga SMA.


May juga fandi mendekor ulang tempat agar terlihat lebih segar juga agar lebih menarik.


Saat mereka mengeluarkan kursi-kursi yang sekiranya sudah tidak berguna ada seseorang yang menghampiri mereka.


" Teteh sama akang mau jualan disitu ya? , Hati-hati loh , dulu ada yang jualan di situ tapi yang jualan malah jadi bangkrut sekarang, tempat ini sudah di kutuk, jadi siapa yang jualan di sini nggak bakalan laku. " Kata ibu-ibu berumur hampir setengah baya.


May dan fandi hanya menyimak cerita dari ibu-ibu tersebut dengan setengah percaya setengah tidak, toh rizki sudah ada yang mengatur pikirku.


Tapi kita juga harus dengan di selingi usaha juga doa , supaya rizki kita lancar dan barokah tentunya.


Di tempat yang berbeda, ada seorang eh ralat karena bukan orang, tapi jin kuno yang sedang meriyang ( Merindukan kasih sayang) , merana di tinggal may merantau, eh tapi kan dia jin yak, seharusnya bisa dong nemuin si siomay hanya dengan sekali kedip mata.


Ahh tau ahh, pusing othor..

__ADS_1


Yaudah


babay besok lagi yahh πŸ˜…πŸ˜˜


__ADS_2