DARAH KETURUNAN J I N

DARAH KETURUNAN J I N
MNBG Chapter 34


__ADS_3

Duar...


Seketika tubuh ahool meledak menjadi debu yang berterbangan.


Dan tubuh mbah darto pun ambruk


bau busuk dan amis tercium sangat menyengat dari tubuh mbah darto.


Tubuh mbah darto mulai membiru, kulitnya pun melepuh juga banyak cacing yang keluar dari tubuh mbah darto.


Perlahan darah segar keluar dari bola mata nya, hidung, juga mulutnya.


Mbah darto berteriak kesakitan, hingga mbah darto mengambil pisau dan hendak memotong lehernya sendiri, karena sudah tak sanggup menahan rasa sakitnya, lebih baik mati daripada merasakan sakit yang teramat pikirnya.


Kreekk...


Mbah darto menyayat lehernya sendiri menggunakan pisau yang sangat tajam, darah mbah darto langsung muncrat kemana-mana, namun sialnya mbah darto masih tetap hidup dan merasakan sakit yang lebih parah dari sebelumnya.


Aarghhhhhh......


" Asu, aku arep mati wae, aku wis ora kuat pancen celen* . " ( Anjing, aku mau mati saja, aku sudah tidak kuat dasar babi.) Kata-kata kotor selalu mbah darto lontarkan.


Perlahan tubuh mbah darto membesar seperti balon yang di tiup perlahan-lahan.


Hingga kedua bola matanya pun melotot hampir keluar.


Mulutnya menganga lebar namun mbah darto tetap masih bisa memaki dengan kerasnya.


Aryo mulai bangun, tenaganya sudah berangsur pulih.


Perlahan dia mendekati kedua anaknya yang masih terikat.


Dengan perlahan Aryo melepas ikatan di kaki juga tangan anaknya.


Hati Aryo teriris melihat kondisi anaknya yang sedikit miris.


Bibirnya membiru, juga badannya sangat dingin karena sejak dari tadi mbah darto menyiram mereka menggunakan air kembang tujuh rupa.


Aryo memejamkan matanya dan memanggil ke anaknya yang tengah melindungi ibunya di alam manusia.


Seketika kedelapan anaknya pun telah di hadapan Aryo.


" Anak-anak ku satukan permata kalian dengan permata saudara kalian. " Kata Aryo dengan suara bergetar.


Mereka pun mematuhi perintah romonya.


Mereka menyatukan permata .


Seketika tubuh ansel juga axel mulai menghangat, bibirnya pun sudah tak sepucat tadi. Perlahan-lahan mata mereka pun terbuka dan mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam netranya.


" Kalian sudah bangun nak?. " Ucap Aryo dengan senangnya .

__ADS_1


" Hore saudara kita sudah bangun, wahhh tampannya, lebih tampan mereka timbang kak Arya. "Suara centil ayu juga ayana yang membuat mereka tertawa bahagia.


" Emm, kakak. " Ucap ansel juga axel bebarengan.


" Romo. " Lanjut si kembar, kemudian mereka berpelukan seperti teletubbies .


" Hehehe, sekarang kita pulang ya, ibu sama bapak pasti sudah menunggu dedek. " Kata Aryo.


" Iya romo. " Ucap si kembar.


Oh ya gimana nasib si panglima setia Aryo, atau yang biasa di juluki dewa perang, dia selamat, dan sekarang sudah kembali ke istana untuk berjagadisana.


Untuk mbah darto, dia sudah seperti monster, dia tetap masih hidup, namun dalam rasa kesakitan yang teramat, yah itulah sebagai balasan seseorang penganut ilmu, walaupun ilmu Hitam atau ilmu putih namun kalau disalahgunakan maka bersiap-siaplah ilmu itu akan menyerang dirimu sendiri 👊👊👊.


Aryo segera membawa ansel juga axel pergi dari tempat itu, karena bagaimanapun, tempat itu tidaklah cocok untuk seorang manusia, fisiknya akan semakin lemah jika berada di alam ghaib.


Sampai di depan rumah may, Aryo juga ke - 10 anaknya tercengang melihat keadaan rumah yang sangat miris.


Bangunan yang terbuat dari kayu itu sudah roboh, seperti habis di terjang angin ****** beliung.


Mbok sari sudah terkulai lemah dengan darah keluar dari mulutnya.


" Tolong selamatkan fandi juga anak istrinya, mereka masih di dalam. " Ucap mbok sari lirih.


Aryo menempelkan telapak tangannya di kening mbok sari dan merapalkan mantra, mentransfer energi untuk mbok sari, setelah keadaan mbok sari lebih baik Aryo mencari may fandi juga teteh manisnya.


Aryo kesana kemari mencari keberadaan fandi sekeluarga, namun karena banyaknya pohon tumbang yang menimpa rumah may menyulitkan Aryo mencarinya.


Aryo menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada dan membaca mantra.


Seketika warga terbangun, dan mbok sari meminta tolong pada para warga.


" Tulung,, tulung,, tulungi. " Teriak mbok sari.


Seketika warga berbondong-bondong menuju rumah may.


Para warga menyingkirkan pohon yang tumbang, dan menyingkirkan papan kayu untuk memudahkan pencarian may fandi juga sin sin.


Sementara itu orang tua may pun menangis melihat anak, cucu serta menantunya belum di ketemukan.


ansel juga axel pun ikut menangis histeris melihat bapak ibu juga teteh manis yang ia sayangi belum ketemu.


Hingga akhirnya warga menemukan may fandi juga sin sin telah tergeletak lemah tertimpa papan kayu.


Namun untungnya tidak terlalu parah.


Fandi sekeluarga dibawa kerumah orangtua may untuk di obati.


Setelah satu minggu, may fandi juga sin sin membuka matanya, seketika ansel juga axel memeluk mereka dengan sayang.


" Huuuu huuuu huuu, ibu bapak sama teteh jangan bobok lagi, kita takut. " kata ansel juga axel bareng.

__ADS_1


" Alhamdulillah, dedek sudah pulang, dedek tidak apa-apa kan, mana yang sakit, mana biar ibu obati. " Rentetan pertanyaan may layangkan pada ansel juga axel.


" Huhuhu, ibu kami di bawa sama mbah darto, mbah darto jahat buk pak, dia sekarang sudah jadi monster. " Kata si kembar sambil bergidik ngeri membayangkan tubuh mbah darto yang iyuuhhh 🤢🤮.


Dan para warga pun sekarang telah mengetahui kelakuan busuk mbah darto, salah satu dukun di desanya, dan warga juga telah mengetahui dalang dari semua kejadian di desa termasuk gindol lampor.


Satu bulan telah berlalu.


Kini fandi juga keluarganya, termasuk ibu bapak may memutuskan untuk pindah ke kota.


Sebelum may pindah ke kota, may bertemu dengan ke-8anaknya yang ikut bersama romonya, may menghabiskan waktunya bersama ke anaknya dan berpamitan karena ingin pindah ke kota.


Tepat pukul 3 sore fandi, may ketiga anaknya juga orangtua may pergi ke terminal dengan di antar pak lik darmo.


Dengan memboyong semua barang yang masih bisa di gunakan, juga baju-baju.


Fandi memutuskan menjual semua aset nya dikampung, rumah, juga beberapa sawahnya untuk mudal hidup di kota.


Untuk rumah orangtua may, mereka sepakat untuk di wakafkan untuk sarana belajar mengaji atau di buat untuk TPA.


Begitulah akhir kisah may juga fandi, sepak terjang kehidupannya di desa.


Dari ujian yang bertubi-tubi.


Dari may yang melayani birahi genderuo yang menyamar menjadi suaminya hingga ia hamil dan melahirkan 10anak dari buah cintanya antara may dan Aryo.


Begitulah jalan hidup, Tuhan akan menguji umatnya sesuai kemampuan umatnya.


Percayalah akan ada pelangi setelah badai.


Begitupun ujian hidup manusia, marilah kita ambil hikmah dari semuanya, InsyaAllah Tuhan akan menaikkan derajat kita, dengan ikhlas menghadapi ujian dari-nya.


Sekian.


KeNaRoK.


.


.


.


.


Hay gengs, selamat hari raya idul adha bagi yang merayakan nya.


Semoga kita diberikan kesehatan, rizki yang barokah, bisa pergi ke mekah🤲🤲.


Oya ini cerita di desa udah end yah, gantian menceritakan perjuangan panci juga siomay hidup di kota.


Kira-kira gimana yaah?? 🤔🤔.

__ADS_1


Yaa semoga aja sukses ya buat mas panci juga mbak siomay 😊😇 .


see you 😘


__ADS_2