
Pagi pun menjelang, sehabis masak, juga membereskan rumah aku segera membangunkan mas fandi juga sin sin yang masih tertidur pulas.
Aku merasa tertawa geli sendiri, ketika melihat posisi mas fandi yang menantang menurutku,
mas fandi tidur dengan kaki yang mengangkang, dan muka bantalnya, rambut yang agak gondrong mengembang seperti sangkar burung, dan juga tubuhnya yang tanpa tertutup selimut, membuat senjata tempur yang selalu gagah tegak berdiri dengan kokohnya, kini terlihat tak hidup, dan layu , senjata yang biasanya terlihat garang dan besar juga panjang
namun sekarang terlihat kecil bahkan sangat kecil 😂😂.
" Mas bangun, itu senjatamu lagi hibernasi ya, kok jadi mengkerut kayak gitu?. "
" Emmmh, kenapa sayang?. " Suara serek mas fandi khas bangun tidur.
Ide jahil pun menghampiri may,
dia sengaja menoel noel senjata milik fandi, dan sedikit mencubit kecil punya fandi
hingga sedikit demi sedikit senjata itu pun mulai tegak berdiri.
" Sayang kamu harus bertanggung jawab, dia sudah bangun yang. " Kata mas fandi.
" Hahaha, biarin soalnya aku tuh gemes lihat burungmu kayu kayak gitu mas, jadi tambah imut imut gimana gitu. " Kataku menimpali.
" Ahhh, dasar berani berbuat harus berani bertanggung jawab sayang. " Kata mas fandi
__ADS_1
" Dah ah, cepat bangun, mandi terus berangkat ke sawah, eh nanti aku pesan ya mas, bawakan aku kelapa gading ya mas, aku pengen banget makan kelapa gading yang masih muda. " Kataku dengan membayangkan nikmatnya dan segarnya kelapa gading muda.
" Siap sayangku, cupp, morning kiss sayang. " .
" Ihh mas, cepetan ayo sin sin sudah nunggu di depan itu, kan mau antar sekolah juga mas, nanti telat loh. " Kataku
" Oke sayang kuhh. "
________________
Setelah selesai sarapan, mas fandi segera mengantar sin sin sekolah dan di lanjut menuju sawah, untuk mengairi lhan yang hendak di tanam padi.
Di rumah aku begitu ngantuk padahal jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi,
Aku pun membaringkan tubuhku dan mengarungi mimpi pada pagi hari,
Aku bermimpi bertemu dengan mas fandi namun anehnya mas fandi mengajakku menuju suatu tempat yang akupun tak tau dimana.
Aku di bawa menuju sebuah istana yang sangat megah, dan dinding juga perabotan pun terbuat dari emas yang berkilauan, akupun terkesiap dan begitu heran di manakah ini.
Aku dan mas fandi masuk ke dalam istana dan di sambut oleh para dayang juga para penghuni istana.
" Selamat datang raja dan ratu. " Serempak mereka menyambut kedatangan kami.
__ADS_1
Aku pun heran, bukankah ini sangat aneh
Aku di tuntun menuju kamar yang sangat luas dan sangat mewah, ini sungguh sangat menakjubkan, aku masih terbengong sendiri.
" Sayang sini, kamu akan menjadi milikku selamanya, jadilah ratuku selamanya sayang. " Kata mas fandi
" Bukanya aku memang milikmu mas, aku juga ratu di hatimu kan mas, kenapa masih bertanya seperti itu?. " Kataku heran.
" Hemm"
, tanpa aba aba mas fandi mencium bibirku, ******* dengan penuh hasrat, dan tangannya mulai menelusuri seluruh tubuhku, dia menciumi seluruh tubuhku, melucuti semua pakaian yang aku kenakan.
Mulut mas fandi terus turun hingga berlabuh di liang kenikmatanku, suara kecapan juga jil*tan mas fandi mengiringi kegiatan kami,
aku mendesah kenikmatan ketika jari jari mas fandi masuk ke lubang kenikmatanku.
" Ahhhhh, mas aku sudah tidak tahan. " Kataku dengan suara parau
Mas fandi segera memposisikan tubuhnya ketika akan memasukkan alat tempurnya.
" Sayang, bangun sayang. " Ada yang menguncang tubuhku hingga aku terbangun dari mimpi basah ku.
" Emm, mas fandi sudah pulang. " Aku merutuki diriku sendiri, bisa bisanya pagi pagi aku sudah mimpi basah begini.
__ADS_1
" Aaaaaaaa isin aku.... ( Aaaaaaa malu aku). "