Dareen Untuk Allura

Dareen Untuk Allura
eps 11


__ADS_3

Allura keluar kamar dan menuju ke ruang makan...


Dimeja makan ada dareen yang sedang menikmati sarapannya ....


"yang lain kemana? "... tanya allura sambik duduk disebrang dareen


" gak tau"... jawab dareen sambil menaikkan kedua pundaknya


Kemudian allura mengambil makan dan menikmati sarapannya dengan damai....


Dareen selesai makan lebih dahulu dan dareen memperhatikan allura yang sedang mengunyah makanannya....


"kenapa lihat lihat!!! "... ucap allura sambil melotot kearah dareen


" gak papa"... ucap dareen sambil tersenyum


"kalo masih laper ambil aja lagi"... ucap cuek allura


" udah kenyang aku"


"terus kenapa liatin aku? "


"kalau makan itu yang bener jangan belepotan dong al"... dareen mengusap sudut bibir allura menggunakan tisue


" ehhh"... allura kaget dengan kelakuan dareen


"udah lanjutin aja makannya, aku mau kesana dulu"


Allura hanya mengangguk sambil melihat punggung dareen yang semakin jauh....


Selesai makan allura membersihkan piringnya dan piring dareen....


Setelah itu allura berjalan menuju halaman belakang rumahnya....


Sudah lama sekali allura gidak mengunjungi rumahnya, tetapi tidak ada yang berubah selama ia tidak ada dirumah....


"mami papi!!! "... allura berjalan mendekati orang tuanya


" kamu sudah sarapan sayang? "... tanya maminya sambil mengusap rambut allura


" sudah mam"


"lura.. papi dan mami ingin bicara denganmu"... ucap papi

__ADS_1


" bicara apa pap? "


"sebelumnya maafkan atas keegoisan papi padamu nak dan maafkan juga allula adikmu"... papi merangkul pundak allura


" iya lura sayang"... mami menggenggam tangan allura


"papi tau jika kamu masih mempunyai perasaan padanya dan allula juga mengetahuinya"


"semua itu terjadi bukan salah allula ataupun gerry, tapi itu semua keegoisan kami terutama papi"... papi menundukkan kepalanya


" papi ngelakuin itu semua karena papi tak ingin jika suatu saat nanti kamu menikah dengannya dan kedua orang tuanya menyakitimu"


"maksud papi? "... tanya allura


" sebenarnya kedua orang tua gerry tidak menyukaimu nak dan mereka menyukai adikmu untuk dijadikan menantunya"... kini mami yang menjawab


"kenapa kalian tidak memberitahuku saat itu"


"kami ingin memberitahumu tapi kamu sudah marah lebih dulu dan pergi meninggalkan kami"


"papi cuek bukan berarti tidak menyayangimu... maafkan keegoisan papi lura"... papi masih menundukkan kepalanya


" papi... jangan merasa bersalah seperti itu"... allura memegang pundak papinya


" maafkan kami nak dan bersikaplah seperti dulu lagi"... papi menggenggam tangan allura


"aku sudah memaafkan papi dan mami sejak dulu hiks hiks"... ucap allura sambil menangis


" tetapi aku masih belum bisa memaafkan mereka berdua, sampai mereka berdua bicara sendiri denganku"... ucap allura sambil menghapus air mata yang menetes di pipinya


"tapi sayang!! "... ucapan mami berhenti ketika papi memegang pundak mami dan menggelengkan kepalanya


" itu semua memang tidak mudah untuk kamu nak, tapi papi harap suatu saat nanti kamu dan allula akur seperti dulu lagi"... ucap papi


"iya pap"


Allura dipeluk dengan erat oleh kedua orang tuanya dan perasaan allura sedikit tenang...


Mungkinkah allura bisa berdamai dengan masa lalunya? entah lah....


**


Siang harinya allura keluar kamar tergesa gesa dan dareen mengikutinya dari belakang...

__ADS_1


"mam... dimana papi? "... tanya allura pada maminya


" ada apa mencari papi? "... tiba tiba papinya sudah berada dibelakangnya


" allura sama dareen mau pamit balik sekarang pap"... jawab allura


"bukannya kamu bilang tadi akan kembali nanti sore? "... tanya papi


" barusan Daniel telfon kalau dicafe ada sedikit masalah pap"... jawab allura


"masalah apa? "... tanya mami


"terjadi kebakaran mam"... jawab allura


" terus gimana keadaan para pegawaimu?"... tanya mami


"mereka selamat mam"


"syukurlah"


"kalau gitu allura pamit dulu mam pap"


"hati hati sayang "


Allura bergantian memeluk orang tuanya dan dareen menyalami tangan kedua orang tua allura....


Di perjalanan allura terlihat khawatir dengan kondisi cafe & cakenya....


"jangan terlalu khawatir"... ucap dareen


"jangan terlalu khawatir katamu??? cafe & cake itu adalah masa depanku!! "... ucap allura


"dengan susah payah aku membuatnya sebesar sekarang dan baru saja terjadi kebakaran"... lanjut allura


" aku tau itu, tapi tadi Daniel sudah memberitahuku jika yang rusak hanya bagian dapur saja"... ucap dareen


"oh ya? terus kenapa Daniel tidak memberitahuku? "


"mungkin dia dan monic sudah merindukanmu"


"huhhh"


Dareen hanya tersenyum melihat ekspresi allura yang cemberut sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya...

__ADS_1


***


__ADS_2