
Sesampainya didalam mobil dareen memegang pipi allura yang merah karena tamparan gerry.....
"apa masih terasa sakit? "... tanya dareen dengan lembut
Allura hanya menganggukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya....
"jangan menangis lagi, ada aku yang akan selalu disampingmu"... ucap dareen lalu memeluk allura
" sekarang kita ke AlDaMo ya? kita obati bekasnya? "... ucap dareen sambil menghapus air mata allura yang menetes dipipi
Allura masih sama seperti tadi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya....
Dareen mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sedangkan allura hanya menatap kosong kedepan....
'*aku benci padamu gerry'... ucap allura dalam hati
'dulu kau begitu lembut tapi sekarang kau bagaikan penjahat'
'beginikah caramu memperlakukan pada wanita yang masih kau cintai'
'aku sudah tidak mencintaimu dan aku bahkan takut untuk bertemu denganmu lagi*'
Allura memejamkan matanya dan air matanya menetes membasahi pipinya....
"al... jangan menangis lagi"... ucap dareen sambil menghapus air mata allura
" maafkan aku yang datangnya terlambat"... lanjut dareen
Allura hanya menggelengkan kepalanya dan mereka sampai di AlDaMo....
Dareen turun lebih dulu, kemudian membukakan pintu mobil allura....
Dareen merangkul allura dan membawanya masuk kedalam ruangan allura....
Didalam ruangan allura sudah ada kedua sahabatnya dan mereka segera memeluk allura....
"al... apa yang terjadi? "... tanya monic setelah melepas pelukannya
" ini siapa yang berani menamparmu hmm? "... tanya Daniel dengan lembut
" hiks... hiks.. hiks"... allura menangis lalu memeluk Daniel dengan erat
Dareen hanya memandangi nya dan monic memberi isyarat jika allura akan bercerita....
"kenapa dia sejahat ini sama aku? hiks.. hiks"... ucap allura dalam pelukan Daniel
" apa begini caranya melakukan orang yang masih dia cintai? "
__ADS_1
"aku takut bertemu dengannya lagi dan aku sangat membencinya... hiks... hiks"
"dulu dia tak pernah berkata kasar padaku tapi sekarang dia menunjukkan sifat aslinya hiks... hiks"
"dia menamparku dan melukai hatiku"
Allura masih memeluk erat Daniel, sedangkan monic hanya membelai rambut allura ....
"sekarang jangan nangis lagi oke? "... ucap Daniel
" maafkan aku yang tidak mendengarkan ucapan kalian"... ucap allura sambil melepaskan pelukannya
"gak papa al... sekarang kamu gak boleh nangis lagi dan merasa tersakiti sendiri"... ucap monic sambil menggenggam tangan allura
"karena kalau kamu seperti ini, kita juga merasakannya"... lanjut monic
" iya al dan apalagi sekarang ada dareen yang akan selalu menjagamu"... ucap Daniel
Allura berjalan mendekati dareen, dareen berdiri dan tiba tiba allura memeluknya....
"makasih ya reen kamu sudah tolongin aku"... ucap allura dalam pelukan
" tapi aku terlambat datang al"... ucap dareen sambil mengusap punggung allura
"lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali"... ucap allura sambil melepaskan pelukannya
"sudah sekarang kita obati pipi kamu ya? "... dareen menuntun allura untuk duduk disofa
" monic, tolong ambilkan es batu ya? "... ucap dareen
" oh iya... bentar"... monic berjalan keluar dari ruangan allura
Sedangkan Daniel hanya memandangi keduanya yang kini saling menggenggam tangan satu sama lainnya, bahkan tangan dareen satunya mengusap lembut pipi allura yang membekas tamparan....
'sebentar lagi kebucinan akan tercipta'... ucap Daniel dalam hati sambil senyum senyum melihat ke arah dareen dan allura
Monic kembali sambil membawa es batu dan ia berikan pada dareen....
Monic duduk disamping Daniel dan melihat dareen mengompres pipi allura dengan lembut....
Daniel menyenggol monic dan memberikan isyarat padanya....
"kita keluar dulu ya? masih ada pekerjaan"... ucap monic dan di ikuti Daniel yang hanya tersenyum
Dareen masih mengompres pipi allura dan allura hanya memandangi wajah dareen yang membuatnya teduh....
" awas nanti jatuh cinta"... ucap dareen sambil meniup kedua mata allura
__ADS_1
"hemmm... apaan sih! "... ucap allura yang salah tingkah
" sudah mendingan dan nanti juga udah hilang merahnya"... ucap dareen sambil tersenyum
"makasih ya? "... ucap allura
Dareen hanya tersenyum dan menyelipkan anak rambut allura kebelakang telinga yang membuat allura jadi salah tingkah....
" apa kamu sudah lapar? "... tanya dareen
" iya"... jawabnya
"mau makan apa? "
"terserah kamu aja deh"
"baiklah"... ucap dareen sambil menoel hidung allura
Dareen berdiri dan mengambil ponselnya, kemudian memesan makanan....
" aku ke toilet dulu ya? "... ucap dareen
Allura hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum....
**
Kini allura dan dareen sedang makan bersama....
Sesekali dareen menyuapi allura dan hal itu membuat allura jadi salah tingkah....
" mulai sekarang kalau mau kemana mana harus denganku atau dengan sahabatmu ya? "... ucap dareen
" kenapa memangnya? "
"aku yakin gerry akan melakukan hal lain lagi padamu dan aku tidak akan biarkan itu terjadi"
Allura menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah dareen....
"apa dia tau alamat rumahmu? "... tanya dareen
" enggak.. bahkan kedua orang tuaku juga tidak tau dimana aku tinggal selama ini"... jawab allura
"baiklah... ayo lanjut makan"... ucap dareen
Dan sejak kedatangan makanan mereka, diluar ada kedua sahabat allura yang mengintip mereka berdua....
*****
__ADS_1