
Dirumah orang tua allura & allula kini sedang dalam situasi tidak baik baik saja....
Karena maminya allura sedang sakit dan sudah 3 hari ini maminya hanya berada didalam kamar....
Maminya tidak mau dibawa kerumah sakit dengan alasan ingin kerumah hanya dengan allura....
Karena sejak kejadian 2 tahun silam, maminya tidak pernah lagi mendengar kabar allura dan tidak pernah bertemu lagi....
Papinya sebenarnya juga merasa sedih karena allura tidak pernah lagi berkunjung kerumah mereka...
Papinya tau jika allura sangat kecewa padanya akibat pernikahan gerry dan allula...
Dengan perasaan tak karu karuan, papinya menelfon salah satu sahabat allura yang bernama Daniel dan papinya menceritakan keadaan maminya saat ini....
Setelah menelfon, papinya berharap semoga allura mau mengunjungi maminya....
**
Sedangkan allula dan gerry kini sedang berada didalam kamar....
Kehidupan rumah tangga mereka harmonis selama 2 tahun ini dan tidak pernah ada pertengkaran kecil diantara mereka....
Mereka berdua sebenarnya saling menyayangi tapi gerry lebih menyayangi allura dibanding allula...
Allula tau tentang perasaan gerry pada kakaknya dan allula tidak pernah melarang gerry untuk datang ke cafe allura...
Karena gerry sudah berjanji padanya jika gerry menemui allura hanya ingin meminta maaf dan tidak berniat untuk kembali pada allura....
Tetapi dari lubuk hati gerry yang terdalam, sebenarnya ia ingin kembali pada allura tapi gerry menepis kan semua itu....
Bahkan beberapa hari ini gerry melihat pemandangan dicafe allura, dimana disana ada seorang pria yang setia berada di samping allura...
Gerry melihat itu dengan perasaan campur aduk antara marah dan cemburu....
Tetapi gerry sadar jika itu semua bukan hak dia untuk marah pada allura....
***
Dicafe & cake
Pukul 10 pagi, allura sedang mengetikkan sesuatu di layar laptopnya dan allura melirik sekilas ke arah pintu ruangannya yang sedikit terbuka...
"kenapa ngintip!? "... ucap allura
" hehehe... kita kira kau tak didalam jadi kita intip dulu"... ucap monic masuk kedalam di ikuti oleh Daniel
Allura menaikkan satu alisnya melihat ekspresi kedua sahabatnya....
"ada apa? "... tanya allura
"al.. apa kau tak merindukan orang tuamu? "... ucap Daniel dan diangguki oleh monic
" memangnya kenapa? "
"jadi gini al, semalem papi kamu nelfon aku"... ucap Daniel
__ADS_1
" beliau ngomong kalo mami kamu udah semingguan sakit dan tidak mau dibawa kerumah sakit"... lanjut Daniel
"sakit apa? "... allura sedikit terkejut
" tidak tau al dan kata papi kamu, mami hanya mau kerumah sakit denganmu"
"iya al".. ucap monic
" kan ada allula dan suami! "
"allura... pulanglah sebentar kerumah orang tuamu! "... Daniel memegang pundak allura
" iya al, apa kamu gak kasihan dengan mami kamu yang sekarang sakit? "... monic juga memegang pundak allura
" tapi aku masih kecewa dengan mereka dan terutama pada pasangan suami istri itu"... ucap allura sambil menundukkan kepalanya
"kesampingkan dulu rasa kecewamu pada mereka al, mau bagaimanapun juga mereka tetap keluargamu"... kini Daniel mengusap lembut pucuk kepala allura
" apa perlu kita temenin kamu kesana al? "... ucap monic
"entahlah aku masih belum siap untuk bertemu dengan mereka lagi"
"tapi kasihan mami kamu al, jangan sampai kamu menyesal"... ucap monic
Allura hanya bisa menangis dan kedua sahabatnya dengan telaten memeluk allura agar menumpahkan tangisnya didalam pelukan mereka...
Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada dareen yang berada dibalik pintu ruangan allura yang terbuka dan secara langsung dareen tau semua masalah yang terjadi pada allura....
"ehem... " dareen berdehem dan membuat ketiga orang yang berpelukan menoleh kearahnya
"sejak kapan kau disitu? "... tanya Daniel
"menurutmu! "... jawab dareen bersandar pada ambang pintu sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya
" ngapain jam segini kau kemari? "... tanya monic
" aku sedang meeting dengan clien disini"
"kalau meeting kenapa kau ke ruangan allura? "... tanya Daniel
" sudah selesai meetingnya"... jawab dareen dengan santai
"kenapa dari tadi kau menunduk al? "... tanya dareen
" jangan pura pura nanya!!! "... ucap Daniel
" ck... ketahuan deh! "... Dareen berjalan mendekati mereka bertiga dan duduk di kursi depan meja allura
" ayo temenin kerumah orang tuamu al"... ucap dareen
Daniel dan monic melongo mendengarkan ucapan dareen....
Allura mendongakkan kepalanya dan saat kepalanya tegak, pandangannya terkunci oleh pandangan dareen yang menurutnya sangat teduh....
Daniel dan monic saling pandang sambil memberi kode....
__ADS_1
"kenapa ruangan ini menjadi sejuk ya"... ucapan monic membuat allura jadi salah tingkah
" iya ya"... timpal Daniel
"gimana al mau? "... tanya dareen tanpa menanggapi ucapan Daniel dan monic
" yahhh nyamuknya dikacangin"... ucap monic
"berisik sekali kalian!! ".... ucap dareen
" maaf deh"... ucap monic
"hmmm... al, pergilah dengan dareen"... ucap Daniel dan diangguki oleh monic
"kalian gila ya!!! aku kesana sama dia!! "... allura memutar bola matanya
" ogah!! lagian dia banyak kerjaan!!! "... lanjut al
" aku bisa kosongkan jadwal ku untuk kamu al"... ucap dareen
"terus kekasihmu? "... tanya allura
" jangan pikirkan soal itu"... jawab dareen
"aku tidak mau dibilang perebut pacar orang!! "
"kau kan sudah tau kalo aku hanya iseng saja memacari para wanita tapi tidak denganmu"
"maksudmu? "
"aku tidak berniat menjadikanmu kekasihku al hahaha"... dareen tertawa dan satu pukulan mendarat pada lengannya
buk
Daniel memukul salah satu lengan dareen....
" berani kau mempermainkan sahabatku!!! "... ucap Daniel dan monic membantunya memukuli dareen
" stop!!! "... ucap allura
" aku juga tidak berniat menjadi kekasihmu!!!"... ucap dengan dingin allura
"kalo gitu ayo kita berangkat sekarang"... ucap dareen
" kemana? "... allura bingung
" kerumah orang tuamu... ayo"... dareen menarik tangan allura
"aku tidak mau... lepasin!! "... teriak allura
" kalian jaga cafe ini jangan sampai diangkat semut ya!!! "... ucap dareen pada kedua sahabat allura
Kedua sahabat allura hanya tersenyum sambil saling pandang....
" semoga aja mereka berjodoh ya"... ucap monic
__ADS_1
"iya... ayo lanjut kerja"... Daniel merangkul pundak monic
****