
Sesuai ucapan dareen semalem, pukul 10 pagi dareen sudah berada di AlDaMo untuk mengambil pesanan mamahnya dan sekalian menjemput allura....
"cie... yang mau ketemu camer! "... ledek monic
" kenapa sih dari tadi tu kamu ledekin aku mulu? "... ucap allura
" aku ikut seneng al... akhirnya kamu bisa bangkit dari keterpurukan mu selama ini"... ucap monic
"makasih ya mo"... allura memeluk monic
ceklek
" al... pangeranmu sudah dateng! "... ucap Daniel yang baru saja masuk kedalam ruangan allura
"kalau gugup tarik nafas lalu keluarkan secara perlahan"... ucap Daniel lagi
Allura hanya menganggukkan kepalanya dan allura pamit pada kedua sahabatnya....
Allura berjalan menuju kearah dareen dan kedua sahabatnya ternyata mengikuti allura dari belakang....
" udah siap al? "... tanya dareen
" udah... mana pesenan cake mamahmu? "... tanya allura
"sudah aku siapin beb... tenang aja"... jawab Daniel
Dareen melotot kearah Daniel dan Daniel langsung berlari sambil menarik tangan monic....
Dareen dan allura berjalan menuju mobil, dareen membukakan pintu mobil untuk allura....
Dareen mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan AlDaMo....
" kamu udah gak ada kerjaan ya di kantor? "... tanya allura
" ada tapi aku serahin ke mike dan sekertarisnya"... jawab dareen melirik sekilas kearah allura
"jangan suka membebani semua pekerjaanmu pada orang lain"... ucap allura
"itukan udah tugas mereka menjadi pegawai"... ucap dareen yang tak mau kalah
" tapi hargain pegawai juga dong, mentang mentang bos se enaknya aja ke pegawainya! "
"aku gak se enaknya kok sayang"... ucap dareen lembut
deg
Jantung allura berdetak saat dareen menyebutnya dengan kata sayang....
" aku tidak pernah melimpahkan semua pekerjaanku pada pegawai ku, tapi ini tadi karena ingin mengunjungi mamah jadi aku harus melimpahkan ke pegawai ku ".... jelas dareen
" iya aku percaya"... ucap allura
"nanti kamu gak perlu sungkan ya sama mamahku"
"mamah kamu galak gak? "
"enggak, tenang aja"
__ADS_1
Mereka melanjutkan obrolan kecil yang konyol hingga mereka sampai dirumah yang megah dan elegan....
Dareen memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah dan dareen langsung mengajak allura untuk keluar dari mobil....
"selamat siang tuan muda dareen"... sapa para pembantu yang menyambut kehadirannya
" mamah mana? "... tanya dareen
" nyonya besar ada didalam tuan muda"... jawabnya
"ayo sayang kita masuk! "... dareen menggandeng tangan allura dan salah satu tangannya memegang bingkisan cake
Dareen merasakan ada kegugupan pada diri allura ...
" kamu tenang aja, mamahku orangnya ramah"... bisik dareen
"i... ya"... ucap allura sedikit terbata
Sesampainya didalam rumah, sudah ada seorang wanita paruh baya tapi masih terlihat awet muda dan sangat cantik yang sedang duduk disofa ruang tamu....
" mamah!!! "... ucap dareen sambil berjalan mendekati mamahnya
Mamahnya berdiri dan menyambut dareen dengan pelukan kasih sayang....
" dasar anak nakal... gak pernah mau mengunjungi mamah!!! "... mamahnya menjewer telinga dareen
" aduhh mah.. sakit!! "... dareen mengusap telinganya yang sedikit merah
" mana pesenan mamah? "... tanya mamah sambil duduk kembali disofa
"apa? "
"kenalin ini allura yang punya toko cake langganan mamah"... dareen memperkenalkan allura pada mamahnya
" kamu jangan bohongin mamah"... ucap mamah
"dareen serius mah"
"kenalin mamahnya dareen"... mamahnya mengulurkan tangan pada allura
" saya allura tante"... allura menyambut uluran tangan mamah
"beneran ya kamu yang punya toko cake ini? "... tanya mamah pada allura sambil menunjuk bingkisan diatas meja
" iya tante, saya pemilik toko cake"
"pantesan rasanya enak enak semua, yang punya aja secantik ini"... puji mamah sambil tersenyum
" tante bisa aja"
"tante serius dan tante kira pemiliknya itu seorang ibu ibu rumah tangga"... ucap mamah sedikit tertawa
" kenapa kamu gak ngasih tau mamah dari dulu kalo kamu kenal sama pemilik toko cake langganan mamah sih? "... ucap mamah pada dareen
" dareen sengaja mah dan dareen kesini ngenalin allura ke mamah sekalian minta restu mamah"
"restu? "... mamah memandang bergantian kearah dareen dan juga allura
__ADS_1
" dareen berencana untuk bertunangan dengan al mah"
"terus keluarganya? "
"keluarganya bakalan setuju mah, kan dareen ganteng"
"jangan terlalu pede! "... ucap mamah
" gimana mamah ngerestuin? "... tanya dareen
" apa kamu serius dengannya? "... mamah balik bertanya
"dareen serius mah"
"mamah sangat setuju asal jangan mempermainkan wanita lagi! "
"kamu sudah dewasa dan sudah cukup umur untuk berumah tangga"... lanjut mamah
Allura menahan tawanya yang hampir pecah karena ucapan mamah dareen yang ceplas ceplos....
" apa al mau menerima play boy seperti dareen ini? "... tanga mamah pada allura
" apaan sih mamah"... ucap dareen
"saya sih sebenarnya gak mau tante, tapi dareen setiap hari mendekati saya dan sampai akhirnya saya mau menerimanya"... ucap allura sambil menahan tawa
"tante ragu sih kalau dareen berubah secepat ini... hmmmm"... mamah pura pura memutar bola matanya
" mamah ihhh!!! "... ucap dareen
" mamah becanda dareen sayang"... ucap mamah sambil tersenyum
"kalau dari keluarga al sudah setuju, kalian segera kasih kabar mamah kapan dan dimana acara pertunangan kalian"... lanjut mamah
" iya mah"... ucap dareen dan di angguki oleh allura
"oh ya mah... dareen nitip allura sebentar ya disini"... ucap dareen
"kenapa reen? "... tanya allura sedikit kaget
" ini aku ada meeting terakhir dengan clienku yang kemaren"... jawab dareen
"udh kamu tinggal sana... biar mamah dan al saling mengenal satu sama lain"... ucap mamah
" baiklah"... ucap dareen
"aku pergi dulu ya al... dahh mah"... dareen segera meninggalkan mereka berdua
Setelah dareen pergi, mamah dan allura mengobrol sambil menikmati cake buatan allura....
Mamah dareen tipe orang yang ramah dan selalu berfikiran positif pada semua orang, asal orang tersebut sopan padanya....
Allura sangat lega karena mamahnya dareen tidak seperti yang allura pikirkan sejak semalam....
Bahkan mamah dareen banyak bercerita tentang kisah cintanya dengan almarhum papah dareen dan banyak cerita tentang masa kecil dareen....
****
__ADS_1