
Kini allura dan dareen sedang dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tua allura....
Sejak tadi allura hanya diam sambil memandang luar jendela mobil dan dareen sesekali melirik nya, karena kini dareen sedang mengemudi sendiri....
"al, kita mampir makan dulu ya? "... ucap dareen dengan lembut
" aku belum laper! "... jawab allura tanpa menoleh kearah dareen
" tapi aku laper al"
"kamu aja yang makan, aku tunggu didalam mobil! "... allura masih tidak menoleh kearah dareen
" al"... dareen menggenggam tangan allura
Allura menoleh kearah genggaman dareen dan saat itu juga dareen sudah parkir didepan restoran....
"apa? "... tanya allura
" makanlah meskipun sedikit"... ucap dareen yang kini masih menggenggam tangan allura
"aku tidak lapar! "
"aku tau kamu lagi risau karna sebentar lagi akan bertemu kembali dengan orang tuamu dan bertemu dengan pria yang bernama gerry itu"... allura menatap mata dareen
"aku tau kamu masih memiliki perasaan padanya tapi kamu sudah sangat kecewa padanya "... lanjut gerry
" tapi bukan berarti kamu nyiksa diri kamu seperti ini, apalagi merubah sikapmu jadi sedingin ini"... dareen menyelipkan rambut allura ke belakang telinga
"ikhlasin semua yang telah terjadi dan mulailah berdamai dengan keadaan yang sekarang, meskipun itu sulit"
Allura tertegun dengan penuturan dareen dan mereka kini sedang saling pandang....
Baru kali ini dareen bicara seperti itu, padahal dia sendiri belum bisa berdamai dengan masa lalunya...
"sekarang kita makan ya? "... ucap dareen dengan lembut
" percaya sama aku, jika kamu mengikhlaskan semua yang terjadi pasti suatu saat nanti kamu bakalan nemuin seseorang yang jauh lebih baik lagi"... dareen melepas sabuk pengaman allura
Dareen menggandeng tangan allura untuk masuk kedalam restauran.....
***
Di kediaman Ferdy aditama (orang tua allura)
Pukul 7 malam sedang menikmati makan malam seperti biasanya, tapi tanpa kehadiran maminya...
Karena maminya lagi sakit dan hanya suaminya yang dibolehkan menjenguknya didalam kamar...
Ting tong
"mbok yem... bukain pintunya! "... teriak allula
" ganggu orang makan aja! "... ucap allula
Papi dan gerry hanya diam saja mendengar allula mengoceh
Sedikit berlari kecil mbok yem menuju pintu depan untuk membukanya....
__ADS_1
ceklek
" non lura!!! "... ucap mbok yem dan langsung memeluk allura
"apa kabar mbok? "... tanya allura setelah mbok melepaskan pelukannya
" baik non, ayo masuk non"
Allura dan dareen masuk kedalam rumah, lalu mereka duduk disofa....
Allura melihat tidak ada perubahan oleh rumahnya selama 2 tahun ini....
"kok sepi mbok? "... tanya allura
" pada lagi makan malam non, kecuali nyonya"... ucap mbok sedikit sedih
"mami sakit ya mbok? "... tanya allura
" iya non"
"oh iya non.... siapa yang disamping non? "... tanya mbok
" temen lura mbok , namanya dareen"... allura memperkenalkan dareen
"kalau gitu mbok panggilin tuan dulu ya non"
Allura hanya mengangguk dan dareen hanya melirik allura dari samping....
Tak lama kemudian papinya allura muncul dan diikuti oleh allula beserta gerry....
" pap.... pi"... ucap allura
"akhirnya kamu pulang juga nak"... papinya langsung memeluk allura
Allura kaget karena dia pikir papinya akan marah padanya, tapi malah sebaliknya....
" maafin papi nak"... ucap lirih papi yang masih memeluk allura
"hmmm... siapa dia nak? "... tanya papi saat melihat kehadiran dareen disamping allura
" dia temen aku pi"... jawab allura memperkenalkan dareen pada papinya
"dimana mami? "... tanya allura
" mami sakit nak dan sekarang ada dikamar"... jawab papi
"boleh lura nengok mami? "... tanya allura
" boleh sekali sayang... lihatlah mamimu sana"
"bentar ya, aku tinggal dulu"... pamit allura pada dareen
"iya"... ucap dareen
Allura berjalan menuju kamar maminya dan saat melewati gerry allura pura pura tidak memandangnya...
Bahkan sapaan allula tidak ia jawab sama sekali dan membuat papinya menghela nafas....
__ADS_1
**
Sesampainya didepan kamar mami, allura membuka sedikit pintunya dan melihat maminya yang sedang terbaring lemah diatas ranjang....
Allura menitikkan air mata melihat keadaan maminya yang tak perdaya dan allura menyesal karna sudah meninggalkan maminya selama 2 tahun ini...
Allura berjalan masuk mendekati ranjang dan allura berdiri sambil menghapus air mata yang ada dipipi....
"mami"... ucap allura
Mami perlahan membuka mata dan mami sedikit menajamkan penglihatannya....
" allura"... ucap mami
"iya mi ini allura"... ucap allura
uhuk uhuk
Mami mencoba untuk duduk dan allura membantunya untuk bersender di senderan ranjang....
" maafin mami sayang".... mami langsung memeluk allura
"ini bukan salah mami tapi salah allura yang tidak pernah mengunjungi mami"... allura memeluk erat maminya
" tidak sayang... mami sangat merindukanmu"... mami menangis dalam pelukan allura
"sekarang lura ada disini, jadi mami harus berobat ke rumah sakit ya? "... allura menghapus air mata maminya
" asal kamu yang menemani mami"... jawab mami sambil tersenyum
"allura akan menemani mami sampai sembuh"... allura menggenggam tangan maminya
" kalo gitu sebentar ya mam, allura panggilin temen dulu"
"Daniel dan monic ya? "... tanya mami
" bukan mam, namanya dareen"
Allura keluar kamar sedikit berlari dan berhenti di ruang tamu....
"dareen!!! bantu aku sini"... ucap allura
" ada apa nak? "... tanya papi
" aku akan mengantar mami kerumah sakit pi"... jawab allura
"syukurlah"
Dareen mengikuti allura menuju kamar maminya dan papi juga ikut....
"pi, lura anter mami dulu ya"... pamitnya
" iya hati hati dan segera kabari papi jika ada sesuatu"
Allura hanya mengangguk dan allura melirik sekilas kearah sepasang suami istri yang terlihat harmonis menurut allura....
****
__ADS_1