Dareen Untuk Allura

Dareen Untuk Allura
eps 35


__ADS_3

Sore pukul 5 allura selesai mandi dan sekarang allura lagi duduk dipinggir ranjangnya....


"pasti sekarang lula dan gerry sudah datang".... ucapnya


" tapi aku gak boleh takut lagi, aku percaya sama yang dikatakan dareen tadi"... allura tersenyum lalu berdiri


Allura berjalan keluar kamar dan berjalan dengan santai....


"sudah bangun lura? "... tanya papi


" sudah pi"... jawabnya


"kamu mau kemana? "... tanya papi lagi


" mami dimana pi? "... tanya balik allura


" ada didapur bersama lula"


"kapan mereka dateng? "


"tadi sekitar pukul 3 nak"


"hmmm... kalo gitu lura kesana dulu ya pi? "


Papinya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum....


*


Sesampainya didapur allura melihat mami dan lula sedang memasak bersama....


Allura enggan nyamperin mereka berdua, karena sesungguhnya allura masih merasa kecewa sama lula....


Kemudian allura berbalik badan dan berjalan meninggalkan mereka didapur....


Allura berjalan menuju kamar tamu dan saat ditengah jalan, ia melihat gerry yang sedang duduk sambil telfonan diruang tengah....


Allura melanjutkan jalannya dan gerry tidak melihatnya, karena posisinya gerry membelakangi nya....


tok tok


Allura mengetuk pintu kamar tamu dan tak lama dareen membuka pintu....


ceklek


"ada apa sayang? "... tanya dareen sambil tersenyum


" aku kira masih tidur"


"aku gak bisa tidur"


"kenapa? gak nyaman ya kamarnya? "


"bukan gitu"


"hmmm"

__ADS_1


"kenapa wajahmu tegang begitu? "... tanya dareen sambil memegang dagu allura


Allura tidak menjawab dan dareen baru paham...


" kamu tenang aja, ada aku sayang"... ucap dareen


Dareen menggandeng tangan allura dan merek berjalan untuk menemui yang lainnya....


Saat sampai diruang tengah, ternyata disana ada papi dan juga gerry yang sedang mengobrol....


"sore om"... sapa dareen pada papi allura


" sore nak dareen"... balas papi


"duduklah bersama kami"... ucap papi


Allura dan dareen duduk sambil berpegangan tangan, semua itu tak luput dari pandangan gerry....


Papi melihat kecanggungan mereka bertiga, terutama allura yang sejak tadi hanya diam saja....


" ehemmm"... papi berdehem


"lura... coba kamu lihat mami didapur apa sudah selesai memasaknya"... ucap papi


" i.. ya pi"... ucap allura lalu berdiri dan berjalan meninggalkan mereka bertiga


Setelah allura pergi, papi berbicara serius dengan dareen dan juga gerry.....


"nak dareen dan juga nak gerry"... ucap papi dengan tegas


" saya harap kalian berdua mulai sekarang harus bersikap lebih akur ya? karena sebentar lagi kalian akan menjadi keluarga"... ucap papi


"dan saya harap nak gerry bisa mengikhlaskan lura bersama nak dareen, sama seperti lura mengikhlaskan nak gerry bersama dengan lula"


"saya sih bisa om kalau bersikap akrab dengannya"... ucap dareen sambil tersenyum


" kalau nak gerry? "... tanya papi


" saya juga akan bersikap akrab dengan calon kakak ipar pi"... jawab gerry yang juga tersenyum


"syukurlah kalau gitu"... ucap papi


Dan tak lama kemudian mami nyamperin mereka bertiga , mami mengajak mereka untuk makan bersama.....


Sesampainya dimeja makan, allura dengan sigap mengambilkan nasi dan lauk untuk dareen...


Semua orang melihat kearah allura, termasuk gerry...


Sedangkan allula tidak pernah melakukan itu pada gerry, karena gerry yang tidak mau....


" makasih sayang"... ucap dareen yang sengaja menekankan kata sayang


Allura hanya menanggapinya dengan senyuman....


"ehem"... papi berdehem dan tersenyum

__ADS_1


" ayo nikmati makanannya"... ucap mami


Mereka semua menikmati makan bersama dan dareen selalu menunjukkan keromantisan nya pada allura.....


Selesai makan, allura membereskan meja makan bersama mami dan juga allula....


Sedangkan para pria sedang bermain catur diteras depan rumah....


"kak lura yakin sama kak dareen? "... tanya lula


" maksud kamu? "... tanya balik allura


" ya nanti jangan jangan kak lura hanya menjadikan kak dareen pelampiasan aja! "... ucap allula


" lula!! jangan bicara seperti itu sama kakakmu! "... ucap mami


"aku hanya penasaran saja mi"... ucap lula


Sedangkan allura cuek saja dengan ucapan lula, karena allura tau jika kehidupan lula bersama gerry tidak harmonis meskipun sekarang mereka sudah saling menyayangi....


" benerkan yang aku bilang kak lura? "... tanya lula lagi


" menurutmu? "... tanya balik allura


" menurutku iya kakak menjadikan kak dareen sebagai pelampiasan"


"kenapa kamu bicara seperti itu? "... tanya allura


" karena kakak masih cinta sama kak gerry! "


"hahaha... cintaku untuk suamimu udah punah dan sekarang cintaku tumbuh bersemi ke dareen! "... ucap allura dengan tertawa


" pasti kakak bohong! "... ucap lula


" terserah!!! "... ucap allura lalu berlalu meninggalkan dapur


" ishhh!!!! aku gak percaya dengan ucapannya! "... ucap lula dengan kesal


" lula... kamu jangan seperti itu pada kakakmu! "... ucap mami sambil memegang pundak lula


" kenapa sih mami selalu aja belain kak lura! "


"mami gak membela siapa siapa, tapi dia saudaramu dan kalian harus akur nak"


"tapi gara gara kak lura, kehidupanku jadi begini mi! "


"bukannya ini pilihanmu sendiri, seandainya waktu itu kamu menolak perjodohan ini semua tidak akan menjadi seperti ini"... ucap mami


Lula sangat kesal mendengar ucapan mami nya dan lula tidak bisa membantah ucapan mami, karena yang dibilang mami benar....


Kemudian lula meninggalkan mami yang sedang membersihkan meja dapur....


Mami hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan lula yang masih membenci allura sejak kejadian 2 tahun yang lalu....


'semoga ada keajaiban agar kedua putriku kembali akur seperti dulu'... ucap mami dalam hati sambil mengusap dada

__ADS_1


Setelah itu mami melanjutkan membersihkan meja makan.....


*****


__ADS_2