
Pagi harinya pukul 8 pagi allura dan yang lainnya sudah berada didalam ruangan Daniel....
Disana sudah ada papi allura, asisten papinya yang akan menemani Daniel berobat dinegara orang, ada mike, monic, dan juga dareen....
Daniel terharu dengan kedua sahabatnya dan dengan ketulusan hati papi allura yang mau membiayai semua pengobatan Daniel....
Tak henti hentinya Daniel mengucap banyak terimakasih sama papi allura....
"pesawatnya satu jam lagi, jadi bisa berangkat sekarang? "... tanya papi
" bisa om"... jawab Daniel
"aku pamit dulu ya al? kamu jaga kesehatan"... ucap Daniel
" iya kamu tenang aja"... jawab allura
"jagain sahabatku ya reen? "... Daniel bertanya pada dareen
" iya, jangan khawatir"... jawab dareen
Daniel pergi menggunakan kursi roda yang didorong oleh perawat dan yang lainnya mengikutinya dari belakang....
Mike berada satu mobil dengan monic dan Daniel masuk kedalam mobil ambulance.....
"maaf ya papi harus mengantar Daniel sampai di bandara? "... papi memegang bahu allura
" iya pi... aku gak papa kok"... allura tersenyum
"nak dareen, tolong jagain allura ya? "
"iya pi, dareen akan jagain allura"
Papi memeluk allura dan setelah itu papi masuk kedalam mobil....
"ayo kita pulang sayang? "... ucap dareen
" ayo"... allura tersenyum
Dareen dan allura pulang kerumah, tapi sebelum pulang allura meminta untuk mampir ke AlDaMo sebentar....
Sesampainya di AlDaMo, allura turun dari mobil dan dareen mengikutinya dari belakang....
"pelan pelan jalannya sayang".... ucap dareen menggandeng tangan allura
" aku udah sehat"... ucap allura
"tapi jalannya harus pelan pelan"
"iya"... allura memanyunkan bibirnya
Dareen hanya tersenyum melihat allura yang seperti itu , karena itu membuatnya terlihat menggemaskan....
" selamat pagi mbak allura? ".. sapa pegawainya
" pagi... gimana AlDaMo beberapa hari ini? "... tanya allura saat sampai didepan kasir
" semuanya berjalan dengan lancar mbak"... jawabnya
"yang lain belum datang ya? "
"belum mbak"
"ya udah, lanjutin ya? "
Allura berjalan menuju dapur dan sesampainya disana allura tersenyum lebar....
"kenapa tersenyum? "... tanya dareen
__ADS_1
" aku mau bikin kue"... jawabnya
"gak boleh untuk hari ini! "
"ihhh... kamu tuh posesif amat deh! "... allura melipat kedua tangannya
" sayang... kamu itu baru aja keluar dari rumah sakit"... dareen memegang kedua bahu allura
"tapikan aku udah sehat sekarang"... allura memutar badannya
" tapi jangan kerja dulu... oke? "
"terus aku bolehnya ngapain? "
"duduk yang manis aja di rumah dan kalo capek ya bobok cantik "... dareen tersenyum kearah allura
" aku gak mau! "
"harus mau sayang! "
Allura menghentakkan kedua kakinya dan berjalan menjauhi dareen.....
Dareen menghela nafas panjang dan menyusul allura yang hampir keluar dari pintu dapur....
"kamu boleh bikin kue... tapi?? ".... dareen sengaja menggantung ucapannya
" tapi apa? "... allura menoleh ke arah dareen
"aku akan membantumu membuat kue"... ucap dareen
"hmmm... daripada tidak sama sekali".... ucap allura berjalan melewati dareen
Dareen tersenyum sambil berjalan mengikuti allura dan mereka kini sudah memakai kostum ....
Mereka berdua terlihat sangat romantis saat ini dan para pegawai yang bertugas di dapur tak berani masuk kedalam dapur, karena takut mengganggu....
**
"jangan menangis lagi moo... Daniel hanya sementara disana"... mike mengusap pundak monic
" iya mike"
"kamu langsung aku anterin pulang aja ya? "
"gak perlu mike! anterin aku ke AlDaMo aja"
"baiklah"
Mike mengemudikan mobilnya menuju AlDaMo...
Sesampainya di AlDaMo, monic keluar mobil dan mike pamit untuk pergi ke kantor....
Monic masuk kedalam dan berjalan menuju ruangannya bersama Daniel....
"biasanya aku dan Daniel berisik sekali didalam sini.. sekarang sepi"... monic menundukkan kepalanya
" kata siapa sepi! "... allura masuk kedalam ruangan monic
" allura!!! "
Mereka berdua berpelukan dan setelah itu mereka berjalan menuju sofa yang tersedia didalam ruangan....
"bukannya kamu pulang al? kenapa disini? "... tanya monic
" aku pengen disini, karena kangen dengan AlDaMo"
"terus dareen dimana? "
__ADS_1
"dia aku bujuk untuk kerja, masak bos bolos terus"
"ya gak papa al... namanya juga bos"
"tapi seorang bos harus memberi contoh yang baik untuk pegawainya"
"iya... seperti kamu ini"... monic mencubit pipi allura
" ihhh.... sakit tau! "... allura mengusap pipinya
" kamu yakin udah sehat al? "
"hmmm... aku udah jauh lebih sehat monic! "
"oh ya al.... ini ada sesuatu dari Daniel".... monic mengambil sesuatu dari dalam tas dan memberikannya pada allura
" apa ini moo? "
"buka aja... aku juga dapat"
Allura dan monic membuka paperbag dari Daniel, yang berisi gelang persahabatan dan foto mereka bertiga saat pertama kenal dulu sampai foto sekarang....
"ya ampun... ini kita masih sama sama cupu ya? "... ucap allura
" iya al... apalagi Daniel ihhh "
"hahaha".... mereka berdua tertawa bersama melihat foto mereka yang dulunya sangat lucu
" apa Daniel juga memakai gelang seperti kita? "... tanya allura
" aku rasa iya deh"
"kenapa tadi dia tidak memberikannya langsung padaku? "
"katanya dia malu sama dareen... haha"... ucap monic
" bisa aja! "
Allura dan monic menghabiskan waktu didalam ruangan monic sambil bercerita....
Mereka berdua sudah sepakat jika suatu hari nanti mereka akan mengunjungi Daniel disana....
Dan mereka sangat berharap agar Daniel bisa segera sembuh total, supaya bisa beraktifitas seperti biasanya....
**
Daniel yang baru saja sampai dikamar hotel, memilih untuk berbaring diatas ranjang....
Dan asisten pribadi papinya allura, berada dikamar samping kamar Daniel....
"apa aku bisa sembuh total? "... ucap Daniel lirih
" apa aku masih bisa bersama dengan allura dan monic? "
Daniel mengambil paperbag yang ada didalam tasnya dan mengambil gelang persahabatan yang mirip dengan gelang yang ia berikan pada kedua sahabatnya....
Daniel tersenyum melihat gelangnya dan memakainya....
"ya... aku pasti bisa sembuh! ".... ucap Daniel sambil tersenyum
Daniel mengambil ponselnya dan mengaktifkannya kembali....
Tak berapa lama ada beberapa pesan masuk dan pesan tersebut dari allura....
Allura mengirim foto dirinya bersama monic yang sedang tersenyum sambil menunjukkan gelang yang diberberikannya....
Daniel tersenyum melihat foto mereka berdua dan Daniel meletakkan kembali ponselnya diatas nakas samping ranjang....
__ADS_1
Daniel memilih untuk beristirahat lebih dulu , karena nanti ia harus menemui dokter yang akan menanganinya selama dinegara ini....
******