
Dipagi harinya, Nayla bangun lebih awal dari Mukramah. Kemudian Nayla membangunkan Mukramah dengan harapan yang bangun lebih akhir adalah Angga dan Arka.
"Woe bangun." Ucap Nayla sambil menggoyangkan tubuh Mukramah dengan pelan.
"Hmm.. sabar gw melek dulu." Ucap Mukramah dengan suara serak khas bangun tidur.
"Elah kelamaan lo mah. Cepet ihh siap - siap." Nayla menarik tangan Mukramah hingga dia terduduk dan terpaksa untuk bangun.
"Iya.. gw cuci muka dulu ya sabar." Mukramah berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Setelah selesai mencuci muka, Mereka berdua pun keluar kamar dengan harapan Angga dan Arka masih tertidur pulas di kamar.
"Cklikkk." Suara Pintu Kamar terbuka.
"Lah? Udah pada bangun juga?" Tanya Arka dan Angga serentak.
"Yehh udah lah, gw kira lo pada masih tidur pulas kek kebo gitu kan. Taunya dah pada bangun." Ucap Nayla.
"Terus? Sesuai perjanjian semalem gimana? Kita juga keluar kamar nya barengan." Tanya Mukramah kepada mereka bertiga.
"Yaudah nanti Pak Anto aja yang nyetir. Siapa tau dah pulang dia." Ucap Nayla meninggalkan mereka.
"Yaudah deh mending pada siap - siap, udah tu turun buat makan ya." Ucap Nayla sambil menuruni tangga hendak ke dapur.
Setelah mereka selesai bersiap - siap, mereka semua langsung turun untuk makan di dapur. Bi Tina memasak banyak sekali makanan untuk mereka. Mereka pun langsung menyantap makanan tersebut hingga habis tak tersisa.
"Bi.. Pak Anto udah pulang belum Bi?" Tanya Nayla.
"Udah kok non, Pak Anto lagi nyuci mobil di garasi." Jawab Bi Tina.
"Nay, jadi kita kemana nih?" Tanya Mukramah penasaran.
"Ada deh.. kalian ikut aja deh nanti juga kan liat sendiri." Jawab Nayla sambil menghampiri Pak Anto yang sedang mencuci mobil. Dia membisikkan sesuatu kepada Pak Anto agar teman - teman nya tak mendengar apa yang dibicarakan oleh Nayla.
Kemudian mereka pun langsung pergi ke tempat tujuan yang Nayla rencanakan. Perjalanannya cukup lama dan membuat mereka bosan. Mereka sudah berdiam diri di dalam mobil selama 2 jam.
__ADS_1
"Nay.. masih lama ya? Udah pegel nih gw duduk mulu." Ucap Arka dengan nada kesalnya.
"Sabar dong, nanti juga terbayar kok rasa kesalnya. Pak masih lama ya pak?" Tanya Nayla kepada Pak Anto.
"Bentar lagi kok non." Jawab Pak Anto.
Tak lama dari itu mereka tiba di Tujuan. Mereka semua melihat sebuah Villa besar dan megah di dekat sebuah Pantai yang sangat cantik dan juga bersih. Mereka semua pun terpukau dengan pemandangan yang mereka lihat.
"Yok turun, udah sampe nih." Ucap Nayla. Mereka semua pun turun dari mobil dan mengikuti Nayla. Sedangkan Pak Anto memarkirkan mobil tersebut di dalam Garasi yang ada di Villa tersebut.
"Nay.. ini Villa siapa?" Tanya Angga penasaran.
"Villa gw, ini Villa baru gw. Kalian yang pertama kali dateng ke Villa gw ini." Ucap Nayla menjelaskan.
"Bagus Nay, Pantai nya juga cantik banget." Ucap Mukramah.
"Tapi sayang kita cuma sampai sore disini." Ucap Arka.
"Yaudah yok, kan udah istirahat. Langsung main di Pantai aja yok." Ajak Nayla kepada mereka bertiga.
Mereka semua bersenang - senang di Pantai tersebut. Mereka bermain sangat lama hingga siang pun tiba. Nayla mengajak mereka untuk kembali ke Villa untuk makan siang. Mereka semua pun setuju dan kembali ke Villa. Sesampainya di Villa mereka pun langsung menuju ke dapur untuk membuat makanan.
"Kita mau masak apa nih?" Tanya Nayla.
"Masak Steak aja, gimana? Tapi ada daging kan Nay?" Tanya Mukramah.
"Ohh.. oke. Daging nya ada kok tadi juga gw sengaja bawa daging dari rumah soalnya." Jawab Nayla sambil mengeluarkan Daging dari dalam Kulkas.
"Angga sama Arka beresin meja makannya aja dulu. Kalo udah beres baru bantuin Gw sama Mukramah." Ucap Nayla sambil memberi perintah kepada mereka semua.
"Woe liat geh! Sini cepetan! Bahaya ini masalahnya!" Ucap Arka dengan nada yang keras dan terkejut.
"Apaan? Kenapa Kenapa?" Tanya mereka semua dengan panik.
__ADS_1
"Liat geh! Gw ganteng banget di pantulan kaca meja nya." Ucap Arka sambil menunjuk bayangannya sendiri di kaca meja makan.
"Yahhh! Gw kira ada apaan." Ucap Nayla kesal.
"Tau nih orang! Gw kira kenapa - kenapa. Dasar mimpi!" Ucap Arka sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Heh! Lu nih jangan suka kepedean deh.. suka kasian gw sama lu kalo kepedean gini." Ucap Mukramah sambil meninggalkan Arka yang masih sibuk mengaca pada kaca meja makan tersebut.
Setelah Angga dan Arka selesai membersihkan meja makan, mereka membantu Nayla dan Mukramah di dapur.
"Nay.. gw bantu apa nih sama Arka?" Tanya Angga.
"Ohh udah selesai toh, pas banget nih tinggal daging terakhir juga kok nih yang lagi di panggang. Jadi kalian bawain aja nih piring ke meja makan." Ucap Nayla yang masih sibuk dengan daging yang dipanggang.
"Ehh kalian mau minuman kaleng atau mau gw buatin juz?" Tanya Mukramah memastikan.
"Juz aja lah, sekali kali lah jangan minuman kaleng mulu. Gk baik Mah." Jawab Arka.
"Eleh.. Lu di sekolah aja kaleng mulu. Makanya otak lu kosong melompong kek minuman kaleng kosong. Hahaha." Ucap Mukramah sambil tertawa bahagia.
"Udah - udah. Nanti berantem pula, mending fokus sama kerjaan dulu ok." Ucap Angga melerai mereka agar tak terjadi adu omongan.
Setelah selesai memasak dan membuat Juz buah. Mereka semua pun menaruh makanan dan minuman tersebut di atas meja makan.
"Yaudah dimakan, tapi kalo gk enak gw minta maaf ya." Ucap Nayla.
Mereka pun langsung menyantap makanan yang ada di depan mereka. Saat sudah memasukkan makanan dalam mulut, mereka bertiga terkejut dengan rasanya. Mereka tak mengeluarkan sepatah kata pun pada suapan pertama. Nayla pun merasa sangat takut dengan rasanya. Nayla pun bertanya karna penasaran dengan rasa masakan yang dia masak.
"Ehh.. kok pada diem? Gimana rasanya? Gk enak ya?" Tanya Nayla khawatir.
Arka pun menjawab pertanyaan Nayla.
"Oh.. Ehh.. Rasanya..."
__ADS_1