
"Bunda mau nitip gak? Airin mau ke Dinimart." Ucap Nayla yang baru turun dari tangga.
"Bunda cuma mau nitip beli Udang sama Cumi aja." Jawab Bunda.
"Mari non.." Ucap Pak Anto.
"Gk usah deh Pak.. Kan gk jauh juga. Cuma di ujung jalan besar doang kok." Jawab Airin.
"Itu jauh non.. Nanti kali capek gimana?" Tanya Bi Tina.
"Gk papa.. Airin deluan." Ucap Airin langsung keluar rumah.
"Biarin aja Pak.. Airin lagi mau olahraga aja mungkin." Ucap Bunda.
Sepanjang perjalanan menuju Dinimart, Airin hanya bernyanyi saja. Ya karna dia suka bernyanyi untuk waktu yang lama. Setelah berjalan selama 15 menit, Airin akhirnya sampai di Dinimart.
"Nyari makanan aku dulu atau titipan Bunda ya?" Airin bingung sambil terus berkeliling.
"Nyari makanan aku aja dulu lah... Kita beliin Nori yang banyak." Ucap Airin senang.
"Ahhh! Akhirnya ada juga Nori yang pedas. Kemaren kemaren belum ada nih." Airin mengambil semua Nori pedas dan memasukkan semua ke dalam keranjang.
Setelah banyak membeli makanan ringan dan minuman. Airin langsung menuju tempat daging. Dia membeli Udang dan Cumi sesuai titipan Bunda kepadanya. Airin memilih Udang dan Cumi yang berukuran besar, ya agar enak dimakan. Begitulah pikir nya.
Saat sedang membayar belanjaan, Suara rintik hujan mulai terdengar sangat jelasnya. Hujan turun dengan deras untuk membasahi Bumi. Awan sangat hitam berada di langit tinggi. Airin meminta petugas kasir untuk mengantar barang ke Rumahnya nanti. Kemudian Airin langsung menunggu hujannya reda sambil duduk di bangku yang berada di Dinimart.
"Ahh aku lupa membawa jaket ku." Keluh Airin.
"Hei.. Sendiri aja?"
"Oh.. Hai! Gw sendiri disini, btw ngapain lo?"
"Tadi gw abis nyari makanan, tapi udah gw makan disini."
__ADS_1
"Aneh lu. Hujannya deras ya."
"Iya.. Mau pulang gk?"
"Iya.. Mau hujan hujanan rasanya."
"Yok bareng gw!"
"Yok lah! Dah lama gk hujan hujanan!"
Kemudian mereka langsung keluar dari Dinimart.
"1... 2..."
"Lari!!"
"Angga! Tungguin gw! Gw belum selesai ngitung." Teriak Airin langsung mengejar Angga.
"Arin.." Angga mengulurkan tangannya dan diterima oleh Airin.
"Kenapa?" Tanya Airin.
"Karna itu adalah kenangan buruk gw. Lo masih inget dulu kita pisah waktu hujan deras juga kan?" Tanya Angga sambil menatap dalam ke mata Airin.
"Gw inget. Inget banget. Sampe gw gk mau masuk rumah sampai hujan berhenti." Jawab Airin.
"Tapi.. Sekarang gw udah suka sama hujan. Karna.."
"Karna apa?" Tanya Airin bingung.
"Karna sekarang gw udah sama lo lagi! Lo selalu di hati gw." Jawab Angga.
"Apa?"
__ADS_1
"Gk.. Buruan yok kita main lagi." Angga langsung menarik tangan Airin untuk mengikuti langkahnya yang terus berlarian. Angga berlarian sambil tertawa bahagia begitu juga Airin.
"Gaaa.. Kalo ketauan Bunda bisa kena marah ini. Lo temenin gw ke Rumah pusat ya." Ucap Airin.
"Jauh Rin.. Mau jalan?" Tanya Angga.
"Gpp jauh. Yang penting selalu bareng lo, gw gk mau lo pergi lagi." Ucap Airin. Angga senang mendengar ucapan Airin tersebut. Kemudian mereka berdua berlarian seperti anak kecil di atas Trotoar. Padahal jaraknya lumayan jauh namun mereka tak kelelahan. Hingga tanpa sadar mereka sudah tiba di Rumah Pusat.
"Whattt!!"
"Kenapa? Apaan?" Tanya Angga khawatir.
"Jangan berisik! Jangan ganggu 2 manusia yang sedang bahagia itu." Tunjuk Airin.
"Ahh gw gk ngeliat apapun." Ucap Angga langsung mengendap endap diikuti oleh Airin agar tak mengganggu 2 manusia yang sedang bahagia itu. Ya 2 manusia itu adalah Arka dan Mujramah yang sedang bermain hujan.
(Malam Harinya.)
"Dari mana kamu Airin? Ini udah malem loh." Tanya Bunda khawatir.
"Airin habis dari Rumah pusat bareng Angga Bun." Jawab Airin.
"Yasudah.. Kalian makan dulu aja. Bunda udah masakin tuh." Ucap Bunda.
"Bunda gk makan?" Tanya Angga.
"Bunda sudah makan dari tadi." Jawab Bunda langsung pergi meninggalkan mereka.
"Bunda mah.. Kok makan deluan. Bunda curang ihh." Protes Airin.
"Kan kita yang kelamaan di Rumah Pusat." Bela Angga.
"Haha.. Cepetan makan nanti dimakan Neko." Saut Bunda.
__ADS_1
"Iya iya.." Jawab Airin. Akhirnya Angga dan Airin makan dengan gangguan Neko yang lapar. Padahal sebelum mereka makan, Neko sudah diberi makanan terlebih dahulu. Namun sepertinya Neko masih sangat lapar.