Dari Teman Jadi Pasangan

Dari Teman Jadi Pasangan
Gw gk suka!


__ADS_3

Sesampainya di Toko Seragam Sekolah Khusus Sekolah mereka, Airin langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam Toko tersebut diikuti oleh Angga.


"Permisi Kak.. Saya ambil seragam yang sudah saya pesan kak." Ucap Airin kepada Kakak penjaga Toko tersebut.


"Oh iya.. Sekalian sama baju olahraganya ya." Ucap Kakak tersebut.


"Seragam baru kak?" Tanya Angga yang langsung menghampiri Airin.


"Iya. Bu Yana yang sudah mengajukan itu 1 bulan yang lalu." Jawab Kakak tersebut.


"Mukramah sama Arka udah ngambil kak?" Tanya Airin.


"Sudah. Mereka baru saja mengambil nya." Jawab Kakak tersebut.


"Baiklah, Jadi 1 set seragam OSIS dan 2 set seragam olahraga ya kak." Ucap Airin. Kemudian Kakak tersebut langsung mengambilnya, Kakak tersebut sudah mengetahui ukuran baju Airin dan Angga.


Setelah menerima seragamnya, Airin dan Angga langsung membayar seragam tersebut. Saat mereka hendak keluar dari Toko tersebut, tiba tiba Hujan datang dengan sangat derasnya. Terlihat ada seorang wanita yang sedang berlari keluar dari mobil dengan menggunakan payung masuk kedalam Toko tersebut.


"Lo!?" Ucap wanita tersebut yang terkejut.


"Apa?" Ucap Airin santai.


Cewek tersebut sangat geram melihat tangan Angga yang merangkul bahu Airin dengan santainya. Dan dia lebih geram lagi melihat tatapan menantang dari mata Airin. Padahal tatapan itu adalah tatapan bingung dengan ucapan wanita tersebut.

__ADS_1


Karna salah paham, wanita tersebut marah kepada Airin. "Apa?! Kok lo nantangin gw?" Ucap wanita tersebut dengan sok nya.


"Lo kenapa sih? Gw gk nantang lo ya. Lo sinting juga ya lama lama. Yok lah Ga mending pulang, Bunda nanti nyariin kita." Ucap Airin.


'Apa apaan? Bunda?! Mereka udah akrab gitu? atau jangan jangan mereka udah jadian? Gk! Pokoknya gabisa gitu! Gw udah suka sama Angga dari SMP! Gw harus kasih pelajaran ke dia!.' Batin wanita tersebut kesal.


Saat Airin dan Angga melanjutkan langkahnya untuk kekuar Toko. Langkah mereka terhenti karna wanita tersebut menarik paksa tangan Airin.


Bbrukk!!..


Sontak saja karna tarikan wanita tersebut yang sangat keuat membuat Airin terjatuh ke lantai. Airin masih duduk mematung di lantai. Ya dia sangat tekejut dengan perbuatan wanita tersebut terhadapnya.


"Sil! Lo apa apaan sih?!" Ucap Angga marah dan langsung membantu Airin untuk berdiri.


"Lo gpp?" Tanya Angga memastikan dan dijawab anggukan oleh Airin. "Yaudah yok kita pulang, gk usah diladenin." Ucap Angga yang memapah Airin karna kakinya tetkilir saat terjatuh.


Plak!..


"Jaga mulut lo! Masih aman kalo gw diem! Kalo gw udah bertindak.. Ancur lo!" Ancam Airin yang berdiri di depan Sisil. Padahal kakinya sudah sangat sakit karna dia memaksakan untuk menghampiri Sisil.


Karna mendengar keributan di Loby, Kakak penjaga Toko tersebut pun langsung kekuar dari Ruang Pakaian untuk melihat kejadian yang terjadi. Namun, saat Kakak tersebut keluar. Dia hanya melihat Sisil yang berdiri di depan pintu masuk. Ya Airin dan Angga sudah pergi lebih dulu sebelum Kakak tersebut datang.


Saat di dalam mobil, Airin memundurka bangkunya dan dia langsung meluruskan kakinya karna sakit saat di tekuk. Angga merasa sedih saat melihat Airin menahan sakit di kakinya tersebut.

__ADS_1


"Sakit banget ya?" Tanya Angga sambil menyentuh kaki Airin.


"AAHHH!! Gk usah di teken jugaaa!" Teriak Airin kesakitan.


"Ahh.. Maaf maaff.." Ucap Angga yang langsung menatik tangannya dan melajukan mobilnya untuk segera Pulang.


(Keesokan harinya di Pagi Hari.)


Karna keadaan kaki Airin yang masih sedikit sakit, Hari ini dia di antar oleh Pak Anto kesekolah. Sebenarnya Angga sudah menawarkan dirinya untuk mengantar Airin. Namun, Airin meolaknya dan memaksa Angga untuk berangkay sekolah bersama dengannya diantar Pak Anto.


"Ternyata Vest nya warna biru ya den.." Ucap Pak Anto.


"Iya pak.. Vest nya kali di cuci memang malah jadi hitam warnanya." Jawab Angga.


"Seoerti Magic." Ucap Pak Anto.


"Hahaha iya pak." Tawa mereka.


Sesampainya di Sekolah, Pak Anto mengantar mereka hanya sampai depan gerbang saja karna permintaan dari Airin. Sebelum turun dia memakai Pita putihnya yang sempat dia beli di Jepang bersama Mukramah. Penampilan Airin sangat cantik dan terkesan sederhana. Angga sempat terkejut dengan perubahan penampilan Airin. Menurutnya Airin lebih cocok mengenakan Pita tersebut di kepalanya.


"Yok.." Angga turun dari mobil dan langsung membantu Airin untuk keluar dari mobil. Angga memapah Airin sampai kelas karna kondisi kakinya yang masih sangat sakit.


"Ahh.. ada apa dengan tatapan mereka semua." Ucap Airin kepada Angga.

__ADS_1


"Mereka sudah melupakan mu mungkin?" Jawab Angga asal.


Ya.. Hampir semua mata menatap ke arah Airin. Mereka sekua sangat terkejut dengan penampilan Airin saat ini yang terkesan cantik namun sederhana. Itu yang ada di dalam benak mereka semua. Namun jauh berbeda dengan apa yang dipikir oleh Airin. Ada apa mereka? Jangan bilang mereka juga membenciku sama seperti Sisil?. Ya begitulah isi pikiran Airin saat ini.


__ADS_2