
"Ehhh! Apaan ini?! Jangan deket deket!" Teriak Nayla ketakutan sambil terus melangkah mundur.
"Hahaha! Waktunya udah tiba gadis. Hahahaha!!" Arka melangkah mendekati Nayla.
"T..Te..Ternyata lo panjahat yang di cari polisi selama ini?!! Gw mohon jangan!" Ucap Nayla sambil menangis.
"Nayla!! Tolong gw!!" Mukramah menangis ketakutan karna dia sudah hampir terjatuh dan dia masih berpegangan di pembatas kapal tersebut.
"Hahahaha!! Kalian mudah banget ya percaya sama gw! Hahahaha!" Kak Chris tertawa terbahak bahak dengan usaha rencananya kini.
"Huaaaa! Jangan mendekat! Nanti gw jatoh! Anggaaa lo jahat!" Isak Mukramah terus berpegangan pada pembatas kapal tersebut.
"Suka.. Suka gw! Hahaha! Kak, mereka diapain enaknya?" Tanya Angga sambil tersenyum sinis.
"Habisi mereka! Hahahaha!" Tawa Kak Chris bangga.
"Oke.. tahan bentar ya Nayla! Gk begitu sakit kok pisau nya." Arka mendekat kearah Nayla yang sudah terpojok.
"Gk!! Jangannn! Tolooong!!" Tariak Nayla sambil menangis.
"Gaa! Toloong! Gw udah anggep lo sebagai saudara gw sendiri Ga! Lo tega liat kawan lo tersakiti!?" Teriak Mukramah.
"Buang Nayla ke Laut sekarang!" Kak Chris memberi perintah kepada Arka. Disaat Arka menjatuhkan Nayla, Mukramah diselamatkan oleh Angga agar tak terjatuh.
"Aaahhhh!!" Tariak Nayla.
"Paan sih! Kok jadi gw yang dilempar sih!" Ucap Nayla kesal.
"Lah gw kan ngikutin ucapan Kak Chris." Jawab Arka.
"Nasib lu emang gitu Nay. Hahaha." Tawa Mereka semua.
"Ah Kak Chris mah tega.. Masa Nayla yang dilempar ke Laut sih kak." Ucap Nayla cemberut.
"Haha.. Kakak terbawa suasana nih. Tapi suara kalian pas kita ngarang cerita ini bagus loh! Seperti asli. Hahaha." Ucap Kak Chris.
"Hahaha. Iyalah." Jawab mereka serentak.
"Oh iya.. kita pindak ke dek bawah aja yuk. Disini mulai panas nih." Ucap Kak Chris beranjak dari duduknya yang diikuti oleh mereka berempat. Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya mereka sampai juga di Busan.
__ADS_1
"Ahh... Malam hari yang dingin." Ucap Nayla saat hendak masuk ke Bus.
"Nih.. pake jaket gw dulu. Makanya jangan lupa keluarin jaket dari koper dong." Ucap Angga sambil memakaikan jaket Hoody miliknya ke Nayla.
"Ekhem.. Aduh gw keselek biji tomat nih." Ucap Mukramah meledek Nayla dan Angga.
"Mah gw keselek pohon toge. Gk bisa keluar nih." Sambung Arka.
"Apaan sih kalian? Gk usah aneh aneh." Ucap Nayla dengan gugup nya.
"Haha.. Sudah sudah. Ayo masuk ke dalam Bus. Kita ke Kota Seoul." Ucap Kak Chris.
Dalam perjalanan Nayla masih memikirkan kejadian tadi disaat Angga memakaikan jaket Hoody miliknya untuk Nayla. Angga sangat baik terhadap Nayla. Perlahan Nayla mulai senyum senyum sendiri hanya dengan mengingat sikap Angga terhadapnya.
Mereka telah dampai di Hotel The Shilla Seoul. The Shilla Seoul dalah Hotel bintang 5. Hotel mewah, indah, cantik, dan bagus. Di dalamnya terdapat Kolam Renang, Spa, Gym, DLL. Mereka sangat terpukau dengan Hotel tersebut. Dan Akhirnya Kak Chris pun menuju Loby untuk Check-In.
"joesonghabnida. hotel gaegsil-eul yeyaghago sipseubnida. (Maaf. Saya ingin memesan kamar Hotel.)"
Ucap Kak Chris.
"myeoch gaeui bang-eul wonhasibnikka? (Berapa banyak kamar yang kamu inginkan?)" Tanya Kakak penjaga Loby tersebut.
"2 gaeui gaegsil-i issjiman gaegsil jung hana-eneun 2 gaeui chimdaega issseubnida. (2 kamar tetapi salah satu kamar memiliki 2 tempat tidur.)". Jawab Kak Chris. Dan kemudian Kakak penjaga Loby tersebut memberikan 2 kartu ruangan untuk mereka dan memberitahukan bahwa ruangan mereka berada di lantai 20.
"Kak.. Kak Chris dari kapan bisa bahasa Korea?" Tanya Angga penasaran.
"Kalo gk salah ingat.. dulu waktu kecil Kakak pernah ke Korea bareng saudara Kakak. Dari situ Kakak mulai belajar bahasa Korea." Jawab Kak Chris.
"Wahh! Kakak sama saudara Kakak tinggal di Korea dong dulu?" Tanya Mukramah.
"Iya.. Waktu itu teman Kakak terjatuh dari ayunan. Terus luka nya membekas di telapak tangan. Tapi karna kulit putihnya dan karna luka nya kecil, jadi tak terlalu terlihat." Jawab Kak Chris sambil mengingat kenangan masa kecilnya.
"Yang bener kak? Wahh ingatan kakak bagus juga!" Ucap Arka kagum.
"Ehm.. Maksud Kakak bekas luka nya seperti ini bukan?" Tanya Nayla sambil memperlihatkan bekas lukanya.
"Ha? Emang mirip Nay?" Tanya Angga bingung yang diikuti oleh anggukan mereka.
"Ehh..." Ucap Kak Chris saat memperhatikan luka tersebut. 'Luka nya persis. Letaknya juga sama persis. Tapi bisa aja keliru.' Batin Kak Chris.
__ADS_1
"Airin... Kakak tau nama itu?" Ucap Nayla pelan.
"Ahh.. Kamu Airin?! Bener kamu??" Tanya Kak Chris tak percaya.
"Airin? kok Airin panggilnya?" Tanya Mukramah.
"Bener. Kan namanya Nayla." Sambung Arka.
"Mungkin nama panggilan dulu." Saut Angga.
"Airin... potongan dari nama Hairinisa. Dulu sewaktu kecil, Bunda sama Ayah sering manggil pake nama Airin." Jelas Nayla.
"Wahh!! Saudara kecil bertemu kembali! Haru gw liatnya.." Ucap Mukramah sedih.
"Ahh Mukramah kebawa suasana mulu." Ketus Arka.
'Kenapa? Kenapa ekspresi nya bisa sebahagia itu? Apa mungkin dulu dia suka sama Kak Chris? Dan.. Kenapa pandangan mata Kak Chris terhadap Nayla sungguh berbeda dari pandangan mata nya terhadap yang lain? Kenapa gw gk suka gini sama Kak Chris? Ahhh!' Batin Angga yang bertanya tanya.
"Yah.. Airin ini saudara saya. Ayah nya itu kakak dari Ayah saya." Jelas Kak Chris.
"Iya.. aku kira dia udh gk inget lagi sama saudaranya. Soalnya udah bertahun tahun gk pernah ketemu lagi. Hahaha." Tawa Nayla.
'Cuma saudara. Tapi gw masih gk suka sama cara dia natap lo Nay! Ahh gw kenapa sih? Masa iya gw suka sama Nayla.' Batin Angga semakin penasaran.
"Kak.. masih suka sama Cindy? Hahaha." Tanya Nayla sambil tertawa.
"Hah siapa? jangan bilang temen kecil juga?" Tanya Mukramah.
"Pertemanan yang sungguh rumit." Ucap Angga.
"Haha.. sama Cindy? masih lah.. udah jadian nih! Hahaha kalian kapan? Hahaha!" Tawa Kak Chris.
"Waahhh! Perjuangin terus Kak." Ucap mereka berempat serempak.
(Pesan Dari Author:)
Mohon Maaf kepada para pembaca sekalian:(
Maafkan keterlambatan Author dalam update episode ini ya😭🙏🏻🙏🏻..
__ADS_1
Jangan bosen bosen ya untuk membaca Novel ini..
Terima kasih❤❤