
Hari ini adalah hari yang sangat cerah. Awan hitam tak terlihat di langit Siang hari ini. Burung burung berkicauan dengan sangat merdu nya di taman Sekolah. Banyak murid yang sedang duduk bersantai sambil menikmati hembusan angin yang segar. Mereka masih menunggu bel masuk berbunyi untuk mengakhiri Jam Makan siang mereka.
"Ka.. Airin mana?" Tanya Mukramah sambil menoel noel tangan Arka.
"Ntah." Jawab Arka santai.
"Kalo Angga? Liat gk?" Tanya Mukramah lagi.
"Gk." Jawab nya dengan singat lagi.
"Ahh.. Diem aja kalo gitu." Kesal Mukramah sambil melayangkan pukulan ringan ke arah kepala Arka.
"Auh.. Sakit Mah.." Kata Arka mengaduh sambil mengusap usap kepalanya.
"Biarin. Lagian sapa suruh jawabnya gk niat. Mending diem aja." Kesal Mukramah.
"Maaf deh.. Maaf ya Mukramah." Kata Arka sambil mengeluarkan senyuman manisnya.
"Gk mempan." Ucap nya acuh dan pergi meninggalkan Arka.
"Amah.. Gw traktir nonton deh besok." Kata Arka sambil mengejar Mukramah.
"...." Hening tak ada jawaban dari Mukramah.
"Sekalian jalan jalan deh. Kan Malam minggu." Kata Arka lagi.
"...." Masih hening tak ada jawaban.
"Sayang... Jangan marah dong aku minta maaf." Kata Arka sedih. Mendengar ucapan 'Sayang' dari Arka, Mukramah langsung membalikkan badannya dan menghampiri Arka. Arka sudah terlihat sangat bahagia.
"Sayang sayang kepalalo peyang. Gk usah panggil panggil sayang kalo disekolah!" Perintah Mukramah dengan rona merah dipipinya.
"Berarti di luar Sekolah boleh dong." Goda Arka.
__ADS_1
"Gk!" Mukramah menjawab dengan cepat.
"Maafin dulu dong. Kalo gk gw panggil sayang lagi nih selama di Sekolah." Ucap Arka menyeringai.
"Iya iya udah gw maafin." Jawab Mukramah.
"Guys! Lama ya? Sory ya tadi abis dari Perpus bareng Angga." Kata Airin sambil berlari ke arah mereka.
"Ahh.. Gk lama kok, btw langsung ke atas yuk. 15 menit lagi bel." Jawab Mukramah.
"Ga.. Malam minggu lo ajak Airin dong buat jalan jalan. Sekalian bareng gw sama Amah." Bisik Arka.
"Hmm.. Kalo dia mau." Jawab Angga.
"Mau pasti!" Kata Arka antusias.
Saat mereka sedang menaiki tangga, Sisil muncul sambil berlari menuruni tangga dan dengan sengaja dia mendorong tubuh Airin hingga terjatuh dari tangga dan membentur tembok sedikit keras. Orang yang melihat langsung panik.
"Gpp." Jawab Airin sambil menahan sakit.
Plakk!!
Sebuah tamparan keras dari Mukramah untuk Sisil. Gadis itu diam membeku
"Gila lo ya! Lo mau keluar dari Sekolah! Jangan mentang mentang Ayah lo yang punya Sekolahan ini ya! Jadi lo semena mena sama semua anak di sini!" Teriak Mukramah kesal.
"Mah.. Gw gpp." Kata Airin yang hendak menghampiri Mukramah. Tiba tiba Airin jatuh pingsan dan tergeletak di lantai. Arka, Angga, dan Mukramah langsung sangat kaget setelah melihat ternyata ada darah yang mengalir dari pelipis Airin.
"Gk! Gk bisa didiemin ini! Harus gw laporin biar Sisil dihukum!" Marah Mukramah.
"Mau kemana?" Tanya Sisil menantang.
"Anj*r! Lepasin! Mau gw tampar lagi!?" Kata Mukramah menantang.
__ADS_1
"Amah!.. Udah tenang.. Kita ke UKS dulu." Kata Arka menenangkan Mukramah yang sudah mengamuk. Sementara Angga sudah menggendong Airin dan langsung menuju UKS.
"Hah.. Gw berharap tadi sekalian aja dia cidera makin parah." Kata Sisil enteng. Mukramah yang mendengar itu semakin merah dan langsung membalikkan badannya dan melayangkan sebuah tamparan yang sangat keras hingga membekas di wajah Sisil.
"Anj*r! Jaga mulut lo! Lo kebangetan banget!" Teriak Mukramah dan Arka dengan segera menahan Mukramah agar tidak menimbulkan kekerasan lagi.
"Kurang ajar! Gw laporin lo ke Ayah gw!" Ancam Sisil.
"Bodo amat! Gk peduli! Mau gw dikeluarin atau di scors, Gk ada guna juga!" Teriak Mukramah dan langsung meninggalkan Sisil yang diam seperti patung.
'Sialan! Gw di permalukan di depan anak anak! Gk sopan! Jahat banget sumpah! Liat aja nanti juga bakalan gw bales kok.' Batin Sisil.
Anak anak yang melihat pun cukup kaget dengan kejadian tersebut, setelah Mukramah dan Arka pergi meninggalkan Sisil. Anak anak lainnya pun langsung bubar karna takut dengan Sisil.
(memang aneh ya, ada kekerasan tapi hanya jadi bahan tontonan buat orang orang. Bukannya menolong malah asyik menonton saja mereka.)
"Kak.. Airin gimana kak?" Tanya Angga panik.
"Kamu tenang aja, untungnya luka nya tidak terlalu parah. Jadi Airin akan sebentar lagi." Jawab Kakak penjaga UKS tersebut.
Angga masih saja sangat khawatir dengan keadaan Airin tersebut. Dia sangat bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada Bunda nantinya. Dia sangat takut jika Airin akan makin memburuk.
"Ga.. Gimana Airin?" Tanya Mukramah panik.
"Kata Kakaknya sih dia baik baik aja, bentar lagi bakalan sadar." Jawab Angga.
"Syukurlah kalo begitu. Urusan Sisil biar gw aja yang urus." Kata Arka.
"Gk! Gw juga bakal urus cewek kek dia itu!" Kata Mukramah kesal.
"Jangan gegabah tapi.." Kata Arka memperingati.
"Iya.." Jawabnya
__ADS_1