
"Permisi.. Kak, mau tanya Restoran disini dimana?" Tanya Arka santai kepada Penjaga Toko. Setelah mendengar jawaban dari Penjaga Toko mereka pun langsung menuju Restoran.
Sambil menunggu pesanan datang, Mereka bercerita seru tentang permainan yang ada di Taman Bermain tadi. Setelah selesai makan, mereka duduk sembentar sambil menunggu datangnya Kak Riska dan Kak Budi untuk menjemput mereka.
"Wehh Gila gw di Tag sama banyak orang." Kata Airin menunjukan banyaknya akun yang menTag akun media Sosialnya.
"Gw juga banyak. Pada Tag pas ketemu sama kita di Taman Bermain ini." Kata Arka.
"Untung aja kebongkar pas di dalem Mall, kali di Taman Bermain gimana ya?" Mukramah membayangkan kejadiannya.
"Jangan dibayangin, Gk akan kelar kalo lo bayangin mah." Kata Angga membuyarkan bayangan Mukramah.
"Kak Riska sama Kak Budi masih belum dateng ya Rin?" Tanya Mukramah.
"Gatau mungkin......" Ucap Airin terpotong.
"Maaf kami terlambat." Ucap Kak Riska dan Kak Budi bersamaan.
"Iya gpp Kak. Kita pulang sekarang aja yuk." Ajak Airin.
Mukramah diam dan akhirnya bertanya. "Kak, dibawah rame gk?"
"Lumayan." Jawab Kak Budi kepada Mukramah.
"Tenang aja, udah dijagain kok." Kata Arka bangga.
"Dih pede amat sih hidup lo." Jutek Mukramah.
"Ya gpp lah, ya kan Ga?" Tanya Arka.
__ADS_1
"Suka suka lo, gw gk tau apa apa." Balas Angga kemudian langsung menarik Airin agar segera turun mengikuti Kak Riska dan Kak Budi.
Benar saja, saat mereka turun banyak mata dan kamera yang menyorot ke arah mereka. Suara heboh terdengar sangat ramai saat mereka sudah menampakkan diri. Untungnya Kak Riska dan Kak Budi sudah menyiapkan keamanan yang sangat ketat untuk para Tuan dan Nona muda ini.
"Rame banget." Cicit Airin sambil menyembunyikan mukanya dibalik lengan Angga.
"Mulai nih lebay." Kata Angga.
"Yah kan gw cuma meragain kayak orang orang gitu." Ketus Airin.
"Hahaha. Ketauan lo sama gw kalo cuma bohongan." Ucap Angga menang.
"Dih gk asik. Btw.. Mukramah sama Arka mana?" Tanya Airin.
"Ya? Lo sama Angga keasikan ngobrol geh sampe gk tau kalo gw sama Amah udah didepan kalian." Ucap Arka menyindir.
Sesampainya di mobil, Airin meminta sebuah permintaan kepada Kak Riska agar berita ini tidak disebarluaskan di Media Sosial ataupun acara TV. Mereka memang masih sengaja menyembunyikan isdentitas nya di Kota mereka sendiri. Untungnya jarak kota L dan Kota mereka sangat jauh. Jadi berita ini tidak mungkin bisa tersebar sampai Kota mereka.
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __
"Hahh akhirnya sampai di Rumah juga." Kata Arka.
"Udah lama gw gk nginep di Rumah Pusat." Kata Airin sambil memperhatikan suasananya.
Kemudian Angga menghampiri teman temannya. "Mau coba kemah di halaman depan gk? dekat poss?" Ucap Angga menyarankan.
"Hahaha. Yuk lah, sekalian kita bakar bakar." Kata Airin setuju.
"Kita bagi bagi sama penjaga juga yukk." Mukramah berkata dengan semangat.
__ADS_1
"Gw ayok aja. Gpp lah sesekali kemah di halaman. Hahahaha." Tawa Arka.
Dimalam Harinya...
"Pak.. Mari ikut makan bersama." Kata Mukramah mengajak.
"Terima kasih Non." Jawab sang penjaga namun masih berdiri di tempatnya.
"Pak.. Ayo." Ajak Mukramah kembali. Namun, jawaban yang mereka dapatkan tetap sama seperti jawaban tadi.
Airin bangun dan langsung menarik para penjaga agar mendekat ke arah mereka. "Gpp Pak. Kami kan gk makan orang, jadi gk perlu takut gitu." Jelas Airin.
"Ayo Pak dimakan, kalo kami sendiri yang makan mah mana abis." Kata Arka.
"Te.. Terima kasih Tuan, Nona." Ucap para penjaga tersebut dengan terbata.
"Iya Pak, santai aja." Kata Angga santai.
Kemudian, mereka semua memakan makanan yang sudah mereka panggang dari tadi dengan nikmat. Rasa bumbu racikan yang dibuat oleh Airin sangat lezat. Mereka semua kagum dengan rasa nya karna sangat enak seperti masakan Chef terkenal.
Airin sangat senang karna mereka menyukai rasa bumbu racikan yang ia buat tadi. Sementara mereka juga mengomentari tekstur daging yang mereka makan, Cukup Pas kata sang para penjaga saat ditanya oleh Angga.
Arka tak mau kalah, diapun bertanya dengan rasa minuman yang dia buat sendiri itu. Para penjaga itu menjawab kembalj dengan jawaban yang berbeda, Sangat segar. Seperti itulah jawaban para penjaga itu.
Mukramah hanya geleng geleng kepala saja saat melihat tingkah Arka yang tidak mau kalah dari Angga itu. Setelah selesai makan, mereka mengajak para penjaga itu untuk bercerita tentang kegiatan mereka masing masing. Ada cerita yangs sangat lucu hingga membuat tertawa, ada yang sangat menakutkan hingga membuat mereka merinding, dan ada yang membuat mereka sedih juga.
Setelah selesai bercerita, karna waktu sudah malam, para penjaga mengucapkan sangat sangat berterima kasih karna sudah diajak makan bersama oleh Tuan dan Nona mudanya itu, sementara mereka sudah tiduran di tenda mereka sambil menatap langit malam.
Perlahan kantuk mulai datang dan membawa mereka ke alam mimpi mereka masing masing..
__ADS_1