
"Hmm.. Kali gw sih gk ngerti maksudnya gimana. Tapi gw sadar kok kalo mereka berdua memang aneh." Kata Angga.
"Yah., ternyata kita gk bisa ngeremehin penyelidikan Airin Chris." Ucap Kak Cindy.
"Biar lebih enak, kita ngobtrl didepan mau? Kalian bertiga juga ikut." Kata Kak Chris.
Akhirnya mereka pun langsung berjalan keluar Villa dan duduk di bangku yang berada di pinggir Pantai Kota L yang sangat indah dan cantik. Dibawah sinar Bulan Purnama mereka duduk.
"Ada masalah apa Kak?" Tanya Airin to the point.
"Kakak sama Kak Cindy dapat misi khusus." Kata Kak Chris.
"Misi? Misi apa kak?" Tanya Angga bingung.
"Misinya punya level kak?" Tanya Arka.
"Menyelidiki, menangkap, mengejar, apa mencari Kak?" Tanya Airin.
"Susah yaa?" Tanya Mukramah.
"Ya, Misi Level A atau misi paling sulit dalam tugas ini. Ini adalah misi Level A yang pertama. Tugas kita adalah mencari, menyelidiki, mengejar, dan menangkap Ketua Wolfrah. Misi ini sangat sangat sulit." Jawab Kak Chris.
"Sebenarnya, misi ini tidak diperbolehkan untuk anak anak seperti kalian. Karna Kevel A ini sangat beresiko. Namun, Pemimpin sudah menyelidiki identitas kalian berempat dan Pemimpin meminta kalian untuk bekerja sama dengan kami." Kata Kak Cindy.
"Wahhh jadi detektif nih." Kata Arka.
"Kalo Airin gk masalah kak sama misi ini. Tapi, Airin gk tau.. Apa teman teman Airin mau." Kata Airin ragu.
"Tenang kak, kita mau kok." Jawab mereka bertiga serempak.
"Syukurlah kalo kalian mau." Kata Kak Chris dan kak Cindy.
__ADS_1
"Tapi.. Kenapa misi ini bisa Level A?" Tanya Mukramah bingung.
"Karna target utama kita adalah Ketua Wolfrah. Para Anggotanya sudah ditangkap semua." Jelas Kak Chris.
"Apa dia berbahaya?" Kata Arka.
"Ya., sangat bahaya. Ketua Wolfrah sangat membahayakan untuk Dunia." Kata Kak Cindy.
"Du.. Dunia? Yang bener Kak?" Tanya Airin terkejut.
"Ya.. makanya misi ini Level A." Kata Kak Cindy.
"Tapi.. kenapa misi ini hanya ditugaskan oleh kita saja?" Tanya Angga penasaran.
"Karna.. Kakak kurang tau. Yang penting Kakak udah kasih tau." Jawab Kak Cindy.
"Kita laksanain misi kapan?" Tanya Mukramah.
"Wahhh.. keren." Kata Arka.
"Tapi ingat. Hanya kalian saja yang boleh tau. Orang Tua jangan sampai tau oke." Kata Kak Chris memperingatkan.
"Siap Kak!" Jawab mereka serentak.
"Untuk info selanjutnya nanti akan disampaikan di Jerman." Kata Kak Chris.
"Yasudah karna sudah selesai, Mau masuk? Pestanya sudah mau berakhir nih. Kita juga sudah sekitar 1 jam lebih diluar." Kata Kak Cindy.
Akhirnya mereka pun masuk kembali ke dalam Villa. Benar saja, saat mereka masuk pesta pun berakhir. Teman teman Airin meminta untuk langsung pulang, jadi mereka di antar dengan pesawat untuk kembali ke Kota A. Kemudian mereka oun berpamitan kepada semua yang ada di Villa. Setelah para kerumunan itu pulang, Airin, Angga, Arka, dan Mukramah mengganti baju mereka dengan baju santai berlengan panjang dan celana panjang.
Kemudian mereka kembali duduk di atas karoet yang terkapar di atas pasir pantai sambil mengenakan jaket tebal dan selimut. Entah apa yang mau mereka lakukan dimalam malam menjelang subuh ini.
__ADS_1
"Hah.. ternyata enak juga ya tiduran disini." Kata Airin.
"Wee gw pen tidur jangan berisik." Ucap Mukramah.
"Yaudah tutup kuping." Kata Arka.
"Besok.. Mau gk jalan jalan ke Pusat Kota L?" Tanya Angga.
"Yok lah.. Gw mau jalan jalan sesekali lah." Kata Airin.
"Lo Mah? mau ikut gk?" Tanya Airin.
"Ikut lah., masa gw gk ikut." Kata Mukramah.
"Tapi, Kata Kak Riska ada informasi yang bocor kalo kita ada di Kota L." Kata Airin cemas.
"Gampang., Kan biasanya juga kita pake kacamata sama topi aja." Kata Angga santai.
"Gausah cemas.. Kan ada Kak Riska sama Kak Budi." Kata Mukramah.
"Gw manggilnya Pak bukan Kak." Kata Airin.
"Gila jahat amat lu.. Kak Budi kan sepantaran sama Kak Riska." Kata Angga bingung,
"Gk papa lah sekali kali. Hahahaha." Tawa Airin.
"Wah Airin ini memang. Hahaha." Tawa mereka.
"Dah wee.. Tidur, nanti kesiangan bangun kan ribet." Kata Arka.
"Iya.. Tidur aja nanti kesiangan pula kita kan." Kata Angga.
__ADS_1
Akhirnya mereka berempat pun terlelap di atas karpet yang terkapar di atas pasir pantai. Dibawah cahaya Bulan Purnama yang masih tetap berada di atas langit berdampingan dengan para bintang yang banyak dan sangat terang itu. Mereka semua tidur sangat pulas sambil merasakan angin sejuk pantai yang berlarian kesana kemari tak henti hentinya.