Dari Teman Jadi Pasangan

Dari Teman Jadi Pasangan
Tak Terduga


__ADS_3

"Ehhh! Bunda udah mulai rencanyanya rupanya!" Kata Angga menunjukan isi oesan di Hp Airin yang tergeletak tadi.


"Ehh hampir lupa gw." Kata Arka sambil nyengir.


"Bu.. Kita harus berangkat lebih dulu supaya deluan dari Airin." Kata Mukramah.


"Baiklah... Yang lain ayo berangkat." Kata Bu Mery.


Sementara Itu di tempat lain..


'Kota L.. perjalanan yang cukup jauh juga sebenarnya. Tapi kalau pakai pesawat pribadi bisa lebih cepat 3 jam dari biasanya sih..' Batin Airin.


"Pak! ke rumah pusat ya." Kata Airin kepada supir taxi tersebut.


"Maaf nona, saya tidak bisa kesana jika tak memiliki kartu gerbang." Kata supir taxi tersebut.


"Saya Nayla Putri Hairinisa.. masih kurang pak? Buruan dong pak.." Kata Airin tak sabaran.


"Ehh.. Baik nona." Kata supir tersebut.


Karna jalanan sedang ramai, terjadilah kemacetan yang lumayan panjang dan membuat Airin semakin kesal. Mereka terjebak sekitar 15 menitan lebih. Akhirnya setelah 45 menit perjalanan, Airin tiba di Rumah pusat. Setibanya disana, Airin langsung membawa camilan untuk perjalanan ke Kota L nanti.


Setelah selesai persiapan, Airin langsung di antar ke Bandara. Disana sudah ada Pesawat pribadi milik keluarganya yang menunggu. Jika aslinya penerbangan biasa bisa memakan waktu 8 jam, namun bisa lebih cepat jika menggunakan pesawat pribadi.


Namun saat diperjalanan, ada berita dari sang pilot untuk Airin.


"Nona.. Sepertinya kita harus segera mendarat di Bandara Kota G." Kata sang Pilot.


"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Airin.


"Iya nona, sebentar lagi badai akan datang. Itu sangat berbahaya untuk pesawat." Jelas sang Pilot.


"Baiklah baiklah.. aku mengerti." Jawab Airin.

__ADS_1


Selang beberapa menit, pesawat mereka pun mendarat. Airin kemudian langsung di arahkan oleh sang Pilot unyuk menuju ruang VIP.


"Apa hanya aku saja yang merasa bahwa ini terlihat seperti nyata?" Tanya sang Pilot sambil berbisik di depan pintu.


"Yah.. Nyonya besar memang memiliki banyak sekali misteri kan." Kata Sang Asisten.


"Oh ya! Aku lupa menyalakan suara hujan badai." Kata sang Pilot.


"Heii! Pelankan suaramu." Perintah sang Asisten.


"Heeiii! Apakah hujan ini belum berhenti!" Teriak Airin dari dalam ruangan.


"Hujan! Cepatlah reda! Muncul lah kau petir! Agar hujan ini bisa disebut badai!" Teriak Airin.


BLAARR!! Suara petir yang sangat menggelegar.


"Aku tarik ucapanku kembali! Maafkan aku." Kata Airin kesal.


"Ternyata nona muda seperti ini ya jika sudah sangat kesal." Kata sang Asisten.


Setelah 2 jam, hujan badai pun berhenti (Ehh.. Maksudnya hujan bohongannya berhenti:v). Mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali.


Di Tempat Lainnya...


"Sudah datang semua?" Tanya Bunda.


"Sudah Bunda, Airin masih lama kan datangnya?" Tanya Angga.


"Kisaran 2 jam lagi." Jawab Ayah.


"Oh iya.. Untuk teman teman dan guru Airin. Terima kasih sudah mau ikut menghadiri pesta ini." Kata Bunda.


"Suatu kehormatan bagi saya nyonya." Jawab Bu Mery dan yang lainnya

__ADS_1


"Bunda.. Untuk susunan cake nya gimana? Bagus gk?" Tanya Mukramah.


"Wah wah.. Ternyata Putri dari Tuan Nanda berbakat juga ya untuk menghias cake nya." Puji Bunda sambil tertawa kecil.


"Bunda, tadi Angga udah bilang ke Kak Riska kalau Bunda sudah di Villa." Kata Angga memberi informasi.


"Bagus deh.. Rencana berjalan dengan mulus." Kata Bunda.


Di Dalam Mobil..


"Nona, Nyonya sudah tiba di Villa. Jadi perjalanan kita akan lebih singkat karna Nyonya sudah berada di Villa." Kata sang Asisten Riska.


"Syukurlah, itu tandanya Bunda tidak terluka parah." Jawab Airin.


"Kak.. Bisa lebih cepat? ini sudah lewat jam 11 malam. Kenapa lama sekali? Ada apasih sampai jalanan ini macet begitu panjang." Keluh Airin.


"Maaf Nona, itu karna ada informasi yang tersebar jika Nona akan datang ke Kota L." Jawab sang Asisten.


"Pak Pilot, ternyata bapak bisa bawa mobil juga ya?" Tanya Airin.


"Jelas Non. Saya kan bisa bawa mobil." Jawab sang Pilot.


"Saya kita bapak cuma bisa bawa pesawat karna bapak kan Pilot. Hehehehe." Tawa Airin. Akhirnya seoanjang jalan mereka berbincang dengan sangat ria. Setelah 30 menit berlalu, mereka pun tiba di Villa.


"Hey.. Sudah siap di posisi masing masing kan?" Kata Angga.


"Oke.. sesuai rencana ya." Kata Bunda.


Setibanya di Villa, Airin langsung masuk dan melihat Bunda yang sedang duduk di Ruang Tamu sambil menonton TV dengan sangat santai. Airin langsung menghampiri Bunda.


"Bunda baik baik aja kan?" Tanya Airin.


"Iya, tenang aja." Jawab Bunda, Kemudian Bunda memberikan kode kedipan mata ke pada Angga yang berada di sudut ruangan dekat saklar. Melihat kode dari Bunda, Angga langsung mematikan saklar yang membuat Airin sangat terkejut.

__ADS_1


"Bundaa! Apakah ini mati lampu?" Teriak Airin takut. Tak lama dari itu saklar dinyalakan kembali. Dannn......


"SURPRISE!!" Teriak Bunda dan Teman teman Airin yang lainnya.


__ADS_2