Dari Teman Jadi Pasangan

Dari Teman Jadi Pasangan
Kenapa??


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian...


Sisil sudah kembali ke Sekolah karna masa Scors nya sudah selesai. Tapi, apakah dia sudah merenungkan semua kesalahannya? Apakah dia akan berubah?. Sementara itu, murid murid lain sedang sibuk belajar lagi untuk Ujian Kenaikan Kelas. Mereka semua mengusahakan agar nilai mereka bisa di atas rata rata.


Hari ini, hari yang diawali dengan awan hitam yang sudah ada di atas kepala. Matahari pagi yang tak terlihat karna tertutup awan. Cuaca dingin dengan hembisan angin yang sedikit lebih kencang dari biasanya. Ya, seperyinya akan terjadi hujan yang sangat lebat.


"Haaaah.. Kenapa di hari pertama Ujian harus Mapel MTK yang deluan sih.." Ucap Mukramah sambil terus membaca catatannya.


"Loh.. Bagus dong. Biar mantep makanya di hari pertama." Kata Angga.


"Heh.. Lu mah enak. Lah kita?" Kata Arka sambil menunjuk dirinya, Amah, dan juga Airin.


"Heh.. Gw?" Tanya Airin sambil menunjuk dirinya sendiri. "Kagak keles. MTK mah gimpil, lorang kan bisa MTK." Kata Airin sambil menutup Buku catatannya yang sudah selesai dia baca lagi.


"Udah udah.. Sebentar lagi bel, mending kita siap siap ke Ruangan." Kata Angga beranjak dari duduknya diikuti teman temannya.


Ruangan Ujian mereka berada di lantai 3. Mereka menuju Ruangan sambil bercerita cerita. Mereka bercerita tentang rencana mereka untuk Mendaki Gunung bersama teman kelasnya. Mereka juga sedang merencanakan untuk berlibur di Villa pribadi milik Airin. Mereka menentukan jadwal keberangkatan mereka. Tanpa sadar mereka pun sudah tiba di Ruangan mereka.


"Anak anak.. Segera masuk ya, Ujian sudah mau dimulai." Intruksi dari Bu Mery. Mereka pun langsung masuk ke Ruangan dan langsung duduk di tempat masing masing.


"Lembar Ujian sudah dibagikan. Kerjakan dengan Teratur, Jujur, Sunyi, Rapih, Bersih, dan Tak terkontaminasi dari hasil contekan OK!" Kata Bu Mery sambil berkeliling.

__ADS_1


"Baik Bu!" Jawab serentak.


"Waktu mengerjakan soal MTK ini adalah 60 menit. Tunggu suara lonceng baru mulai." Kata Bu Mery lagi.


Setelah Lonceng berbunyi, merek semua langsung mengerjakan soal dengan serius. Tak lupa juga mereka berdoa dulu sebelum mengerjakan soal Ujian mereka.


'*Hehhh! Apaan ini? Gw kira yang keluar soalnya bakalan susah. Ini mah udah gw pelajari berulang ulang sama dia orang.' Batin Mukramah.


'Serius? Gampang banget coy!' Batin Arka bangga.


'Cih.. Gimpil.' Batin Angga.


'Haaa?! Gw kirain yang keluar itu dari Buku Bab Materi 1. Taunya mah ini keluar dari Buku latihan semua T__T' Batin Airin*.


(Kantin Sekolah)


"Mbak.. Kita ganti menu baru kapan?" Tanya Arka sambil mengambil salad sayurnya.


"Bukannya setiap hari ganti? Apa masakannya kurang enak?" Tanya Mbak pelayan tersebut.


"Bukan.. Enak kok makanannya. Cuma mau cepet cepet ,enu Ayam Suir lagi." Kata Arka.

__ADS_1


"Sabar.. Nanti juga ada kok." Kata Mbak pelayan sambil memberikan piring kepada murid murid lainnya.


"Kita balik jam?" Tanya Mukramah.


"Seperti biasa. Kenapa?" Tanya Airin.


"Gw mau cepet cepet bailk." Jawab Mukramah sambil memasukkan suapan pertama kedalam mulutnya. "Pengen rebahan di atas kasur gw." Sambungnya kembali.


"He eleh.. Gw kira mah ada hal penting apaan. Taunya mah rebahan." Cibir Angga.


"Hahahaha." Tawa mereka.


"Kalian.. masih tinggal di Rumah Pusat?" Tanya Angga sambil menatap ke arah Arka dan Mukramah.


"Iya.. Kalian sampai kapan tinggal di luar?" Tanya Arka kembali.


"Kalo gw sama Airin sih.. Lulus SMA langsung pindah ke Rumah Pusat." Jawab Angga.


Mereka kemudian melanjutkan makannya sambil mengobrol tentang masalah perkuliahan mereka nanti. Mereka sudah memutuskan untuk kuliah dimana. Tinggal dimana, Jika sudah lulus mau bekerja apa. Banyak sekali yang mereka bicarakan.


Setelah selesai makan, mereka kembalu lagi ke Ruangan mereka. Mereka sedikit berlari menuju Ruangan karna bel sudah mau berbunyi. Jika bel berbunyi dan mereka belum tiba di Ruangan, maka mereka akan terkunci di luar selama Ujian berlangsung.

__ADS_1


Saat hendak masuk, Airin mendapatkan panggilan telfon yang sedari tadi berbunyi terus menerus tanpa hentinya. Kemudian Airin mengangkat telfonnya dan temannya menunggu dia selesai menelfon. Airin sangat terkejut dengan berita yang di terimanya. Sangking syok nya dia sampai menjatuhkan Hp nya ke lantai.


Airin diam membeku. Menatap ke arah depan tanpa memalingkan tatapan matanya. Tatapan mata yang sangat tajam dan menusuk seperti Burung Elang. Kemudian dia berjongkok untuk mengambil Ho nya kembali dan melihat sebuah pesan. Setelah melihat isi pesan itu. Airin langsung saja izin kepada Bu Mery dan maninggalkan Ruangan tersebut. Hp nya tergeletak di lantai karna terlepas dari genggaman tangannya.


__ADS_2