Dari Teman Jadi Pasangan

Dari Teman Jadi Pasangan
Hari yang aneh.


__ADS_3

"TIIINN!!!" Bunyi klakson mobil dari luar penginapan.


"AMAAHH BURUAN NANTI KALO DAH MALEM GK SERU LAGI." Panggil Arka yang sudah tidak tahan menunggu Mukramah yang sangat lama.


BUKK! "Akhh! Sakit Rin." Ringis Arka sambil memegangi kakinya yang di tendang oleh Airin. "Lu **** banget sih. Lo bisa sabaran dikit gk? Amah lama juga karna lagi ngobatin kakinya yang abis kepentok kaki meja. Itu juga kan gara gara lo." Kata Airin panjang lebar.


"Dan... Lo juga kalo mau dia cepet, samperin dong bantuin kek. Kalo lo cuma teriak teriak gajelas gk guna juga." Kesal Airin dan langsung masuk ke dalam Villa untuk membantu Mukramah.


"Kok jadi dia yang marah sama gw sih? Harusnya kan gw yang marah sama dia." Gerutu Arka.


"Emangnya kalo lo mau marah sama Airin lo mau marahin dia karna apa??" Tanya Angga.


"Hmm.. Karna apa ya? Gatau juga gw." Jawab Arka. "**** banget." Gumam Angga dan langsung masuk ke Villa untuk menyusul mereka.


"Hmmm... Jadi disini sikap asli mereka kelihatan banget ya." Bisik Kak Dimas.


"Menurut gw sih... Airin dan Angga lebih bersikap dewasa dari yang lainnya. Airin juga cerdik. Kalau untuk Mukramah dia orang yang sangat jeli menurut gw." Bisik Kak Bagas.


"Gw juga berfikir begitu. Kalau menurut gw si Arka itu orangnya suka bikin orang lain kesal. Namun dia mempunyai semangat yang membara, dan juga dia sangat suka tantangan baru. Kalau untuk Angga dia sama seperti Airin." Bisik Kak Dimas.


"Kak... Bisikin apaan yaa??" Tanya Arka bingung. "Ehh.. lagi bisikin tempat apa yang bakal dikunjungi nanti." Jawab Kak Bagas santai.


Di Perjalanan...


"Amah... Gw minta maaf ya." Ucap Arka dengan raut wajah yang sangat bersalah.

__ADS_1


"Hah? Lo kenapa? Kesambet jin tomang ya lu?" Bingung Mukramah.


"Gw minta maaf karna udah buat kaki lo luka. Maafin gw ya." Ucap Arka kembali dengan penuh penyesalan.


"Heh.. Gausah gitu juga kali. Gapapa lah, gw kan gk sampe masuk Rumah Sakit." Kata Mukramah sambil tersenyum.


"Rin... Gw juga mau minta maaf ya sama lo." Kata Arka kepada Airin.


"......" Sunyi, tiada jawaban dari Airin.


"Gw traktir nonton deh. Tapi bukan lo doang. Yang lain juga gw traktir." Kata Arka yang langsung membuat Airin senang.


"Oke! Gw ada rekomendasi film horror nih pasti seru." Senang Airin.


"Giliran ditraktir langsung seneng." Cibir Angga. "Aakhh sakit Rin!!" Ringis Angga menahan sakit karna dicubit Airin.


Setelah tiba di tempay yang mereka tuju. Mereka langsung di ajak berkeliling oleh Kak Bagas dan Kak Dimas. Mereka berpergian dengan gembira. Dan Arka juga pun menepati janjinya untuk mentraktir nonton. Sebelum pulang ke Villa juga Kak Bagas dan Kak Dimas mengingatkan satu hal kepada mereka agar tidak tidur larut malam karna besok mereka harus bangun pagi sekali.


Mereka pun mengikuti perintah dari Kak Bagas dan Kak Dimas. Setibanya di Villa, Airin langsung berlari menuju dapur untuk merebut air.


"Mau ngapain?? Udah kayak dikejer tuyul aja larinya." Kata Angga bingung.


"Gw lagi pengen banget makan Mie yang kita bawa itu. Kalian pada mau?" Tanya Airin.


Semua menolak karna mereka masih sangat kenyang dan sudah lelah. Hanya Angga yang tidak menolak nya, karna dia juga ingin makan makanan hangat. Kak Bagas dan Kak Dimas sudah pulang lebih dulu setelah selesai mengantar mereka sampai Villa karna mereka sangat banyak kerjaannya.

__ADS_1


"Gw ke kamar duluan ya mau mandi terus langsung tidur. Bye.." Kata Mukramah berjalan menaiki tangga disusul oleh Arka. "Kalo udah lampunya matiin ya." Kata Arka yang langsung menyusul Mukramah.


"Ga..."


"Apa?" Tanya Angga bingung.


"Ga..."


"Apa?" Tanya Angga kembali.


"G- - -" Belum sempat Airin menyelesaikan kata katanya, Angga sudah membungkam mulut Airin dengan tangannya.


"Kenapa? Bingung gw kalo lo manggilin nama gw doang." Tanya Angga langsung.


"Ee... Efaass (Lepas.)" Ucap Airin yang tidak terlalu jelas karna mulutnya dibungkam.


"Lo mau ngomong apa?" Tanya Angga kembali setelah melepas Airin.


"Bisa bisa jantung gw copot kalo lo sedeket ini." Gumam Airin yang ternyata di dengar Angga.


"Jantung lo mau copot ya kalo gw deket deket?" Tanya Angga tersenyum licik. "Maksudnya gini??" Tanya Angga sambil melangkah maju mendekati Airin dan spontan Airin langsung mendur.


"Lo.. Lo gk usah maju lagi." Ucap Airin gugup.


"Gk papa lah, penasaran gw kalo jantung copot itu ekspresinya gimana." Kata Angga sambil tetap melangkah maju dan Airin melangkah mundur.

__ADS_1


TEEP! 'Ga.. Gawat! Udah mentok nih!! Angga gk gila kaannn?! Ini pula kenapa Jantung gw berdecak kuat sihh.. Pliss lahh.' Batin Airin yang sudah mulau makin gugup.


Tiba tiba saja Angga menurunkan sedikit kepalanya kebawah agar sejajar dengan Airin, dan langsung mendekat ke arah wajah Airin....


__ADS_2