Dari Teman Jadi Pasangan

Dari Teman Jadi Pasangan
Mereka semua tak mengerti


__ADS_3

Tiba tiba saja Angga menurunkan sedikit kepalanya kebawah agar sejajar dengan Airin, dan langsung mendekat ke arah wajah Airin....


Kemudian...


"Air nya udah mendidih tuh." Bisik Angga di telinga Airin dengan perlahan.


Seketika Airin langsung mendorong tubuh Angga agar menjauh darinya. "Gk usah deket deket lu. Mie lu punya gw. Sono balik ke kamar." Kata Airin sambil menahan rasa malunya. Wajahnya sekarang sudah sangat panas seperti Air yang baru mendidih.


"Laahh? Gw juga kan mau Rin. Jahat banget lo." Keluh Angga.


"Yayaya." Balas Airin singkat.


'Gilaa wajah gw serasa abis keluar dari Oven. Angga, bisa bisa nya lo bikin wajah gw panas. Aduhh kenapa setiap gw deket Angga jantung gw berdetak kencang sihh? Masa iya gw suka sama Angga? Ihh gk mungkin lah pastinya.' Batin Airin.


Setelah menuangkan Air panas ke dalam Cup mie masing masing, Airin langsung membereskan teko dan mematikan lampu daput. Dia langsung menuju balkon dan meninggalkan Angga sendirian dibawah dengan keadaan lampu dapur yang sudah dimatikan.


"Woee ahhh! Gelep gw gk bisa liat apa apa." Kata Angga meneriaki Airin.


"Buru dehh gw dh laper." Airin menghidupkan lampu dan menunggu di tangga. Kemudian mereka pangsung menuju balkon dan memakan Mie mereka masing masing.


Dipagi Hari yang sangat cerah...


"NINUT NINUT NINUT.." Suara dari alat yang dibawa Kak Dimas untuk membangunkan mereka.


"Ayo bangun sudah jam 5 pagi. Kemarin Kakak sudah kasih tau kan kalian pagi pagi sudah harus bangun." Ucap Kak Bagas.


"Kak Dimas, Kak Bagas. Ayo ikut makan bareng Kak." Ajak Mukramah dan yang lainnya.


"Lohh sudah bangun toh. Syukurlah, kirain kalian masih dalam mimpi nih. Hahaha." Tawa kedua Kakak tersebut.

__ADS_1


"Sebenernya kalo saya gk dibangunin saya masih di alam mimpi kak." Kata Arka sambil membawa piring yang berisikan Spageti.


"Wah siapa nih yang ngebangunin?" Tanya Kak Dimas penasaran.


"Mukramah kak.. Soalnya tdi pas dibangunin sama Airin dia gk bangun bangun. Akhirnya di pukul pke guling si Arka sama Mukramah." Jelas Angga lengkap.


"Hahaha.. Arka suka bangun telat ya rupanya." Kata Kak Dimas.


"Hehe.. Ini dia hidangan utamanya. Sup Kepiting." Kata Airin sambil membawa Sup tersebut ke atas meja makan. "Ayo makan. Abis itu kita baru siap siap."


"Rin.. tuker sama gw aja piring nya." Kata Mukramah langsung menukar piring nya dengan milik Airin.


"Ohh iya makasih ya." Yang dijabaw anggukan oleh Mukramah.


"Kok tukar piring? kenapa?" Tanya Kak Bagas.


"Wahahaha.. Kalian ini memang kompak ya." Kata Kak Bagas kagum.


Dalam perjalanan menuju Kantor Pusat...


"Kak.. saya mau nanya, Kalau misalnya gk dijawab juga gk apa apa kok Kak. Pemimpin itu berasal dari negara mana kak?" Tanya Mukramah penasaran.


"Sama seperti kita. Pemimpin dipilih karna dahulu saat menjadi anggota, dia selalu menjalankan tugas dengan bersih." Jawab Kak Bagas.


"Hmm... Kalau namanya kak? Pribadi nya juga gimana?" Tanya Mukramah kembali.


"Namanya Tuan Andes. Pribadinya itu tegas, tidak suka bercanda saat serius, pokoknya masih banyak lagi." Jawab nya.


"Hmm.. Jadi penasaran deh."

__ADS_1


"Kalian memang sudah janjian dari awal ya untuk menggunakan pakaian putih hitam?" Tanya Kak Dimas.


"Iya kak.. Hehehhe." Jawabnya.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka pun tiba di kantor pusat. Kantor pusat terletak di atas pegunungan. Cuaca di pegunungan lebih dingin dibandingkan di Villa mereka. Oleh karna itu mereka menggunakan jaket yang sangat tebal saat keluar dari mobil.


Kemudian Kak Bagas dan Kak Dimas menuntun mereka ke dalam Kantor untuk langsung menuju ke Ruang Rapat. Karna mereka memang sudah ditunggu.


Setibanya di ruangan...


Mereka semua sudah melepas jaket sebelum masuk ke ruangan, karna ruangannya hangat.


"Selamat Datang para Agen muda di Kantor Pusat ini." Ucap salah seorang yang berada di ujung meja panjang tersebut.


"Perkenalkan nama saya Andes." Kata Tuan Andes memperkenalkan diri.


"Salam kenal Tuan Andes." Jawab mereka dan langsung memperkenalkan diri masing masing. Kemudian, Tuan Andes mempersikahkan mereka untuk duduk dan langsung membahas masalahnya. Namun di tengah tengah rapat ada kajadian tak terduga yang membuat mereka semua terkejut.


TRIING... TRIING... TRIING...


Ya.. suara itu ada suara panggilan Telfon dari ponsel Arka. Seketika semua mata menatap ke arah Arka. Saat Arka hendak mematikan Telfon tersebut Tuan Andes menghentikannya.


"Jangan dipatikan.. Silahkan di angkat saja. Jangan buru buru. Kami tidak akan meninggalkan mu." Kata Tuan Andes. Seketika semua Agen senior menampakkan raut wajah yang sangat bingung karna Tuan Andes.


'Ada apa ini? Tuan Andes tidak seperti biasanya.' Batin Kak Bagas.


"Baiklah Tuan.. Maafkan kesalahan saya. Saya izin mengangkat telfon dahulu." Izin Arka kepada Tuan Andes.


'Anak yang sangat sopan. Tak sia sia aku memilihnya untuk ikut dalam misi ini. Masih ada 3 anak lagi yang belum ku ketahui sifat asli mereka secara langsung. Aku harus langsung mengetahui nya dihari ini juga.' Batin Tuan Andes.

__ADS_1


__ADS_2