Dari Teman Jadi Pasangan

Dari Teman Jadi Pasangan
Ayolah berfikir!


__ADS_3

'Anak yang sangat sopan. Tak sia sia aku memilihnya untuk ikut dalam misi ini. Masih ada 3 anak lagi yang belum ku ketahui sifat asli mereka secara langsung. Aku harus langsung mengetahui nya dihari ini juga.' Batin Tuan Andes.


Di ruang makan...


"Silahkan dimakan hidangannya." Ucap Tuan Andes.


"Bagas, tolong ambilkan beberapa keranjang buah yang masih ada di dalam." Perintah Tuan Andes.


"BaikTuan." Jawabnya. "Maaf, apa boleh saya bantu? Sepertinya keranjang yang dibawa lebih dari 1." Kata Mukramah.


"Iya.. silahkan, tidak perlu izin juga akan saya izinkan." Jawab Tuan Andes kembali. 'Yah.. Ternyata untuk Mukramah dia orang yang suka menolong. Anaknya pun memiliki sifat yang baik.' Batin Tuan Andes. Kemudian merekaa pun langsung mengambil keranjang buah yang ada di dalam.


"Amah keranjangnya miring. Awas buahnya jatuh." Kata Airin memperingatkan.


"Iya.. Tenang saja." Saat Mukramah sudah mendekati meja. Beberapa buah yang ada dikeranjang tersebut terjatuh.


"Hei.. Untung gk jatoh kan." Airin langsung meletakkan buah itu kembali. 'Wah.. sungguh cekatan sikap yang dimilikinya.' Batin Tuan Andes.


Tuan Andes hanya mengamati tingkah laku mereka selama makan. Yang belum diketahui oleh Tuan Andes adalah sifat asli dari Angga. Yaa, Tuan Andes bahkan sudah sangat oenasaran dengan sifatnya Angga.


Sampai perkumpulan selesai pun Tuan Andes masih belum mengetahui sifat asli dari Angga. Dia bahkan sudah sangat penasaran dengan sikap Agen muda yang dipilihnya itu. 'Heii sebenarnya sifat seperti apa yang dimiliki oleh Agen muda yang satu ini. Apa dia orang jahat?! Itu jelas tidak mungkin, masa aku memilih Agen yanh memikiki sifat jahat.' Batin Tuan Andes yang masih bingung.


"Tuan... Tuan.." Panggil seseorang yang langsung membuyarkan fikiran Tuan Andes.


"Iya ada apa?" Tanya nya.


"Kami ingin pamit pulang ke Villa." Kata Angga.

__ADS_1


"Oh iya.. Hati hati ya. Jika ada informasi baru, kami akan langsung memberitahukan kepada kalian." Ucap Tuan Andes kepada mereka. Kemudian mereka langsung keluar.


"Eitss.. Tunggu bentar." Ucap Airin yang langsung menghentikan langkah mereka.


"Kenapa?" Tanya mereka bingung.


"Yang megang Hp gw siapa? Soalnya gk ada di gw." Tanya Airin. "Gw yang megang." Jawab Angga.


"Ohh.. Okelah gw kita ketinggalan hahaha." Kata Airin tenang.


"ADUUHH!" Rintih Airin yang langsung membuat semua sahabatnya menengok.


"Astaga! Lo kok bisa jatoh." Panik Mukramah yang langsung membantu Airin berdiri.


"Hati hati Rin. Jalannya licin ini." Kata Arka memperingati.


"Sakit gk? Ada yang luka?" Panik Mukramah.


"Gk ada kok. Jangan khawatir gitu dong." Kata Airin ikut cemas.


"Rin.. Telapak tangan lo lecet." Kata Angga.


"Oh.. Gpp nanyi juga sembuh sendiri." Kata Airin. Kemudian Angga langsung memasangkan Plaser di telapak tangan Airin.


"Dah yok. Kita balik. Udah mendung nih, takutnya turun hujan." Kata Angga dan mereka pun llangsung bergegas masuk ke dalam mobil.


Malam Hari di Villa..

__ADS_1


"Heii heii.. Gw masih penasaran. Kenapa Ketua Wolfrah bisa berubah menjadi Organisasi yang sangat berbahaya begitu ya." Bingung Arka.


"Hmm... Gw juga gatau sih. Tapi kayak ada kejanggalan gitu deh sama cerita yang diceritain sama Tuan Andes." Fikir Mukramah.


"Gw juga mikir gitu. Apa mungkin Ketua Wolfrah punya dendam ya sama Tuan Andes? Tapi masa iya karna punya dendam malah jadi melibatkan Dunia." Kritik Angga.


"Bisa jadi sih. Kalo di Komik komik yang gw baca sih, biasanya perselisihan itu muncul karna rasa iri. Apa mungkin dulunya mereka teman baik, terus bertengkar karna suatu hal yang tidak kita mengerti. Misalkan ...."


"Heh. Kita ini lagi cerita tentang kejadian nyata. Bukan malah bahas komik." Pukul Arka saat Airin sedang berbicara.


"Aoaansih! seenggaknya biarin gw selesai ngomong dulu kek." Kesal Airin.


"Tapi gw sih setuju sama apa yang Airin bilang. Bisa aja dulu mereka ada konflik." Kata Angga.


"Gw baru sadar kalo masalah ini rumit banget." Keluh Mukramah.


"Tapi.. Untung nya apa sih kalo dia ngelibatin Dunia? Bukannya dia juga bakal ketangkep ya kali misalkan dia berhasil ngejalanin rencananya itu." Bingung Angga.


"Hmmm..." Kini mereka sudah mulai semakin bingung dengan fikiran mereka masing masing.


"Tadi kan Tuan Andes bilang, kalo di Negara ini belum ada kasus yang disebabkan sama Organisasi Wolfrah. Nah masalahnya kenapa bisa gitu?" Tanya Angga kembali.


"Iya jyga ya.. Padahal di Negara lain sudah masuk banyak laporan tentang kasus Organisasi Wolfrah itu." Sambung Airin.


"Ahhh.. Apalagi ini. Gw pelajaran sekolah aja bingung. Gimana sama ini. Meledak otak gw bisa bisa." Arka menggaruk garuk kepalanya karna dia sudah pusing.


"Tapi tadi juga Tuan Andes cerita. Katanya ada beberapa orabg yang melihat sosok Ketua Wolfrah. Wakau itu masih belum pasti juga sih." Ucap Mukramah.

__ADS_1


"Iya.. Katanya sih dia Pria yang gagah perkasa, tinggi, putih, sifatnya sangat tertutup. Katanya sih gitu. Tapi orang yang melapor itu tau dari mana ya? sedangkan kantor pusat aja gk tau apa apa soal itu." Ucap Airin yang membuat mereka berfikir keras untuk itu.


__ADS_2